<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wali Kota Tegaskan Belum Ada Kasus Cacar Monyet di Depok</title><description>Wali Kota Tegaskan Belum Ada Kasus Cacar Monyet di Depok
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/03/338/2913912/wali-kota-tegaskan-belum-ada-kasus-cacar-monyet-di-depok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/03/338/2913912/wali-kota-tegaskan-belum-ada-kasus-cacar-monyet-di-depok"/><item><title>Wali Kota Tegaskan Belum Ada Kasus Cacar Monyet di Depok</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/03/338/2913912/wali-kota-tegaskan-belum-ada-kasus-cacar-monyet-di-depok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/03/338/2913912/wali-kota-tegaskan-belum-ada-kasus-cacar-monyet-di-depok</guid><pubDate>Jum'at 03 November 2023 16:01 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/03/338/2913912/wali-kota-tegaskan-belum-ada-kasus-cacar-monyet-di-depok-BfLSlnZWGM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota M Idris sebut belum ada kasus cacar monyet di Depok. (MPI/Refi Sandi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/03/338/2913912/wali-kota-tegaskan-belum-ada-kasus-cacar-monyet-di-depok-BfLSlnZWGM.jpg</image><title>Wali Kota M Idris sebut belum ada kasus cacar monyet di Depok. (MPI/Refi Sandi)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMS8xLzE3MzA0Mi81L3g4cDkwdmg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK - Wali Kota Depok Mohammad Idris menegaskan belum ada kasus positif Monkeypox atau cacar monyet di wilayahnya hingga saat ini. Diketahui kasus yang kini dikenal Mpox itu mulai merebak di Tanah Air dan kasus terbanyak berada di DKI Jakarta.

&quot;Terkait masalah khusus kasus memang belum ada kasus,&quot; kata Idris kepada wartawan di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jumat (3/11/2023) siang.

Idris menjelaskan, terkait orang Depok yang suspect atau diduga terpapar cacar monyet di Jakarta hasilnya negatif. Sementara ada satu orang diduga terpapar di Kota Bogor masih dalam proses pemeriksaan.

&quot;Diduga orang Depok yang ada di Jakarta itu sudah diperiksa alhamdulillah hasilnya negatif dua orang, di Bogor juga begitu yang di bawah umur ada 1 orang yang diduga juga masih dalam proses pemeriksaan nanti kita tunggu hasilnya mudah-mudahan negatif,&quot; ucapnya.

Idris menekankan agar masyarakat tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ia menilai Mpox terjadi akibat perilaku seks yang tidak sehat.






BACA JUGA:
Hubungan Badan Berisiko Jadi Penyebab Terbesar Penularan Cacar Monyet, Begini Penjelasan Dokter













&quot;Itu jaga perilaku hidup bersih sehat (PHBS) sebab itu ada kaitannya dengan masalah Mpox ini perilaku seks yang tidak sehat,&quot; tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati mengungkap, pihaknya mendapat laporan lima kasus diduga Monkeypox alias cacar monyet. Namun, ia memastikan empat di antaranya negatif Mpox dan satu kasus sedang menunggu hasil PCR.





BACA JUGA:
 Terima Laporan Lima Kasus Cacar Monyet, Kadinkes Depok: Satu Masih Tunggu Hasil PCR dan Empat Negatif


















&quot;Total ada 5 kasus yang dilaporkan, dengan kesimpulan 4 kasus bukan Mpox dan 1 kasus masih menunggu hasil PCR,&quot; kata Mary saat dikonfirmasi, Jumat (3/11/2023).

Mary menyebut satu kasus yang dicurigai merupakan anak di bawah umur. Sedangkan empat lainnya kategori remaja menuju dewasa.



&quot;Distribusi usia 1 kasus dicurigai usia 11 tahun, 4 kasus lainnya usia 23-37 tahun,&quot; tuturnya.






BACA JUGA:
Pemprov DKI: Tidak Semua Masyarakat Diberikan Vaksin Cacar Monyet
















Mary menjelaskan laporan kasus Monkeypox Kota Depok sejak 1 Oktober hingga 2 November 2023 berdasarkan sistem New All Record (NAR) sebagai berikut;



&amp;bull; 1 kasus dicurigai, gejala tidak masuk kriteria Mpox, sehingga status dikeluarkan. Saat ini kondisi sudah sehat, usia 11 tahun.

- 2 kasus suspek (terduga) domisili Depok , hasil pelaporan faskes (fasilitas kesehatan) di Jakarta, hasil pemeriksaan sampel negatif Mpox

- 1 kasus kontak erat tidak bergejala domisili Depok, hasil pelaporan faskes Jakarta, hasil pemeriksaan sampel negatif Mpox

- 1 kasus suspek (terduga) domisili Depok, hasil pelaporan Faskes Kota Bogor, saat ini masih menunggu hasil PCR sampel Mpox.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMS8xLzE3MzA0Mi81L3g4cDkwdmg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK - Wali Kota Depok Mohammad Idris menegaskan belum ada kasus positif Monkeypox atau cacar monyet di wilayahnya hingga saat ini. Diketahui kasus yang kini dikenal Mpox itu mulai merebak di Tanah Air dan kasus terbanyak berada di DKI Jakarta.

&quot;Terkait masalah khusus kasus memang belum ada kasus,&quot; kata Idris kepada wartawan di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jumat (3/11/2023) siang.

Idris menjelaskan, terkait orang Depok yang suspect atau diduga terpapar cacar monyet di Jakarta hasilnya negatif. Sementara ada satu orang diduga terpapar di Kota Bogor masih dalam proses pemeriksaan.

&quot;Diduga orang Depok yang ada di Jakarta itu sudah diperiksa alhamdulillah hasilnya negatif dua orang, di Bogor juga begitu yang di bawah umur ada 1 orang yang diduga juga masih dalam proses pemeriksaan nanti kita tunggu hasilnya mudah-mudahan negatif,&quot; ucapnya.

Idris menekankan agar masyarakat tetap menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ia menilai Mpox terjadi akibat perilaku seks yang tidak sehat.






BACA JUGA:
Hubungan Badan Berisiko Jadi Penyebab Terbesar Penularan Cacar Monyet, Begini Penjelasan Dokter













&quot;Itu jaga perilaku hidup bersih sehat (PHBS) sebab itu ada kaitannya dengan masalah Mpox ini perilaku seks yang tidak sehat,&quot; tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati mengungkap, pihaknya mendapat laporan lima kasus diduga Monkeypox alias cacar monyet. Namun, ia memastikan empat di antaranya negatif Mpox dan satu kasus sedang menunggu hasil PCR.





BACA JUGA:
 Terima Laporan Lima Kasus Cacar Monyet, Kadinkes Depok: Satu Masih Tunggu Hasil PCR dan Empat Negatif


















&quot;Total ada 5 kasus yang dilaporkan, dengan kesimpulan 4 kasus bukan Mpox dan 1 kasus masih menunggu hasil PCR,&quot; kata Mary saat dikonfirmasi, Jumat (3/11/2023).

Mary menyebut satu kasus yang dicurigai merupakan anak di bawah umur. Sedangkan empat lainnya kategori remaja menuju dewasa.



&quot;Distribusi usia 1 kasus dicurigai usia 11 tahun, 4 kasus lainnya usia 23-37 tahun,&quot; tuturnya.






BACA JUGA:
Pemprov DKI: Tidak Semua Masyarakat Diberikan Vaksin Cacar Monyet
















Mary menjelaskan laporan kasus Monkeypox Kota Depok sejak 1 Oktober hingga 2 November 2023 berdasarkan sistem New All Record (NAR) sebagai berikut;



&amp;bull; 1 kasus dicurigai, gejala tidak masuk kriteria Mpox, sehingga status dikeluarkan. Saat ini kondisi sudah sehat, usia 11 tahun.

- 2 kasus suspek (terduga) domisili Depok , hasil pelaporan faskes (fasilitas kesehatan) di Jakarta, hasil pemeriksaan sampel negatif Mpox

- 1 kasus kontak erat tidak bergejala domisili Depok, hasil pelaporan faskes Jakarta, hasil pemeriksaan sampel negatif Mpox

- 1 kasus suspek (terduga) domisili Depok, hasil pelaporan Faskes Kota Bogor, saat ini masih menunggu hasil PCR sampel Mpox.



</content:encoded></item></channel></rss>
