<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Bocah Perempuan di Palembang Kecanduan Tonton Porno, Ternyata Korban Pencabulan Ayah</title><description>Korban yang tinggal di Asrama Sentra Budi Perkasa Palembang ini awalnya kepergok oleh pendamping asrama sedang menonton video porno kartun&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/03/610/2913758/bocah-perempuan-di-palembang-kecanduan-tonton-porno-ternyata-korban-pencabulan-ayah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/03/610/2913758/bocah-perempuan-di-palembang-kecanduan-tonton-porno-ternyata-korban-pencabulan-ayah"/><item><title>   Bocah Perempuan di Palembang Kecanduan Tonton Porno, Ternyata Korban Pencabulan Ayah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/03/610/2913758/bocah-perempuan-di-palembang-kecanduan-tonton-porno-ternyata-korban-pencabulan-ayah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/03/610/2913758/bocah-perempuan-di-palembang-kecanduan-tonton-porno-ternyata-korban-pencabulan-ayah</guid><pubDate>Jum'at 03 November 2023 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Era Neizma Wedya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/03/610/2913758/bocah-perempuan-di-palembang-kecanduan-tonton-porno-ternyata-korban-pencabulan-ayah-QyRNZfsCde.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/03/610/2913758/bocah-perempuan-di-palembang-kecanduan-tonton-porno-ternyata-korban-pencabulan-ayah-QyRNZfsCde.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>


PALEMBANG - Seorang bocah perempuan berinisial R (8) penyandang disabilitas (tuna wicara) di Palembang kecanduan video porno. Dan yang mengejutkan bocah di bawah umur itu telah menjadi korban pencabulan oleh ayah angkatnya selama 2 Tahun.
Plh Kanit I Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, Ipda Dedi Yanto, mengatakan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur ini terungkap setelah adanya laporan dari pendamping korban.
Diketahui korban yang tinggal di Asrama Sentra Budi Perkasa Palembang ini awalnya kepergok oleh pendamping asrama sedang menonton video porno kartun di YouTube. Lalu, pendampingnya itu mencegah dan mengganti tontotan korban.

BACA JUGA:
Tenang, Uang di 534,77 Juta Rekening di Bank Dijamin Aman

&quot;Tapi saat diganti korban marah, dan setelah tontonannya dikembalikan semula korban langsung membuka pakaian dan menunjukkan gelagat aneh,&quot; katanya.
Saat itu, pendamping asrama berinisiatif mengajak korban berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat yang digunakan sehari-hari barulah diketahui kalau R ini telah menjadi korban pencabulan ayah angkatnya berinisial HI (47).

BACA JUGA:
Media Inggris Ungkap 2 Calon Pelatih Manchester United Pengganti Erik Ten Hag, Siapa Saja?

Di mana, pendamping asrama lalu membawa korban ke bidan untuk diperiksa dan ditemukan kejanggalan seperti bekas persetubuhan baru di alat kelaminya. Selanjutnya, ia dibawa ke RS Bhayangkara M Hasan Palembang untuk melakukan visum.
&quot;Hasilnya ada luka di bagian vital korban yang diduga akibat persetubuhan,&quot; katanya.Selain itu, berdasarkan hasil penyelidikan perbuatan cabul itu diduga sudah dilakukan sejak Maret 2022 hingga Oktober 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Vision+ dan Telkomsel Ramaikan Indonesia Comic Con x DG Con 2023

Selanjutnya, petugas mengamankan ayah angkat korban guna menjalani periksaan lebih lanjut. &quot;Tersangka sudah kami amankan guna pemeriksaan lebih lanjut,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pengeboman Israel di Gaza Tewaskan 9.025 Orang, Amnesty International: Harus Diselidiki Sebagai Kejahatan Perang

Sementara itu, HI membantah telah melakukan pencabulan terhadap korban. Menurutnya, korban sudah menjadi anak angkatnya sejak tahun 2015 lalu, dan tinggal bersamanya sebelum pindah ke asrama.
&quot;Saya tidak melakukan perbuatan itu. Dari usia dua bulan dia tinggal dengan saya hingga akhirnya pindah ke asrama sentra,&quot; katanya.</description><content:encoded>


PALEMBANG - Seorang bocah perempuan berinisial R (8) penyandang disabilitas (tuna wicara) di Palembang kecanduan video porno. Dan yang mengejutkan bocah di bawah umur itu telah menjadi korban pencabulan oleh ayah angkatnya selama 2 Tahun.
Plh Kanit I Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel, Ipda Dedi Yanto, mengatakan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur ini terungkap setelah adanya laporan dari pendamping korban.
Diketahui korban yang tinggal di Asrama Sentra Budi Perkasa Palembang ini awalnya kepergok oleh pendamping asrama sedang menonton video porno kartun di YouTube. Lalu, pendampingnya itu mencegah dan mengganti tontotan korban.

BACA JUGA:
Tenang, Uang di 534,77 Juta Rekening di Bank Dijamin Aman

&quot;Tapi saat diganti korban marah, dan setelah tontonannya dikembalikan semula korban langsung membuka pakaian dan menunjukkan gelagat aneh,&quot; katanya.
Saat itu, pendamping asrama berinisiatif mengajak korban berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat yang digunakan sehari-hari barulah diketahui kalau R ini telah menjadi korban pencabulan ayah angkatnya berinisial HI (47).

BACA JUGA:
Media Inggris Ungkap 2 Calon Pelatih Manchester United Pengganti Erik Ten Hag, Siapa Saja?

Di mana, pendamping asrama lalu membawa korban ke bidan untuk diperiksa dan ditemukan kejanggalan seperti bekas persetubuhan baru di alat kelaminya. Selanjutnya, ia dibawa ke RS Bhayangkara M Hasan Palembang untuk melakukan visum.
&quot;Hasilnya ada luka di bagian vital korban yang diduga akibat persetubuhan,&quot; katanya.Selain itu, berdasarkan hasil penyelidikan perbuatan cabul itu diduga sudah dilakukan sejak Maret 2022 hingga Oktober 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Vision+ dan Telkomsel Ramaikan Indonesia Comic Con x DG Con 2023

Selanjutnya, petugas mengamankan ayah angkat korban guna menjalani periksaan lebih lanjut. &quot;Tersangka sudah kami amankan guna pemeriksaan lebih lanjut,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pengeboman Israel di Gaza Tewaskan 9.025 Orang, Amnesty International: Harus Diselidiki Sebagai Kejahatan Perang

Sementara itu, HI membantah telah melakukan pencabulan terhadap korban. Menurutnya, korban sudah menjadi anak angkatnya sejak tahun 2015 lalu, dan tinggal bersamanya sebelum pindah ke asrama.
&quot;Saya tidak melakukan perbuatan itu. Dari usia dua bulan dia tinggal dengan saya hingga akhirnya pindah ke asrama sentra,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
