<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancam Sekutu Israel, Hizbullah Pastikan AS Akan Mendapat Harga Tak Terbayangkan</title><description>Pemimpin Hizbullah menegaskan tidak takut dengan kapal induk yang dikirimkan Amerika Serikat untuk membant Israel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/04/18/2914291/ancam-sekutu-israel-hizbullah-pastikan-as-akan-mendapat-harga-tak-terbayangkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/04/18/2914291/ancam-sekutu-israel-hizbullah-pastikan-as-akan-mendapat-harga-tak-terbayangkan"/><item><title>Ancam Sekutu Israel, Hizbullah Pastikan AS Akan Mendapat Harga Tak Terbayangkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/04/18/2914291/ancam-sekutu-israel-hizbullah-pastikan-as-akan-mendapat-harga-tak-terbayangkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/04/18/2914291/ancam-sekutu-israel-hizbullah-pastikan-as-akan-mendapat-harga-tak-terbayangkan</guid><pubDate>Sabtu 04 November 2023 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Redaksi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/04/18/2914291/ancam-sekutu-israel-hamas-pastikan-as-akan-mendapat-harga-tak-terbayangkan-6ZJ83f2cPa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrullah ancam AS yang dianggap bertanggung jawab atas invasi Israel. (Foto: timesofisrael) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/04/18/2914291/ancam-sekutu-israel-hamas-pastikan-as-akan-mendapat-harga-tak-terbayangkan-6ZJ83f2cPa.jpg</image><title>Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrullah ancam AS yang dianggap bertanggung jawab atas invasi Israel. (Foto: timesofisrael) </title></images><description>PEMIMPIN Hizbullah Hassan Nasrallah mengancam Amerika Serikat (AS) untuk bersiap mendapatkkan balasan setimpal atas apa yang mereka lakukan di Jalur Gaza. Hizbullah juga tidak takut dengan kapal induk yang dikirimkan negara adidaya tersebut.
Nasrallah menyebutkan jika AS bertanggung jawab penuh atas apa yang sedang berlangsung di Gaza. Menurut dia, Israel tidak lebih sebagai eksekutor sedangkan penanggung jawabnya adalah AS.
Melalui siaran televisi, pemimpin organisasi yang berdiri 1982 itu mengatakan; &amp;ldquo;Siapapun yang ingin mencegah perang regional &amp;ndash; dan ini ditujukan kepada Amerika &amp;ndash; harus segera menghentikan agresi di Gaza,&amp;rdquo; ujarnya dikutip dari NDTV.

BACA JUGA:
Kekerasan Meningkat, Hizbullah dan Israel Saling Berbalas Tembakan di Perbatasan&amp;nbsp;

Dari sejarahnya, Hizbullah memang didirian untuk melawan Israel di wilayah Lebanon selatan. Dan sejak Israel meningkatkan intensitas agresinya perbatasan selatan Lebanon ikut memanas karena Hizbullah memberikan dukungan pada kelompok Palestina.
Dalam kondisi tersebut, AS turun dengan mengirimkan dua kapal induk ke kawasan Mediterania timur. Namun, Nasrallah menegaskan Hizbullah tidak takut dengan kapal tersebut dan siap memberikan perlawanan. &quot;(AS akan mendapatkan) Harga yang tak terbayangkan.&quot;
&amp;ldquo;Anda orang Amerika tahu betul bahwa jika terjadi perang di kawasan, armada Anda tidak akan ada gunanya, begitu pula pertempuran udara tidak akan membantu. Kepentingan Anda, tentara, dan armada Anda akan menjadi pihak pertama yang menanggung akibatnya,&amp;rdquo; tambahnya.

BACA JUGA:
Hizbullah Klaim Tembak Jatuh Drone Israel di Lebanon

Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre balik mengancam Hizbullah dengan mengatakan agar organisasi tersebut tidak mengambil keuntungan dari konflik. Menurut Jean-Pierre, jika itu terjadi akan berpotensi menjadi perang lebih berdarah antara Israel dan Lebanon dibandingkan 2006.
&amp;ldquo;Amerika Serikat tidak ingin konflik ini meluas hingga ke Lebanon,&amp;rdquo; ujar Jean-Pierre.  Konflik tahun 2006 antara Israel dan Hizbullah menewaskan lebih dari 1.200 orang di Lebanon, sebagian besar warga sipil, dan 160 orang di Israel, sebagian besar tentara.</description><content:encoded>PEMIMPIN Hizbullah Hassan Nasrallah mengancam Amerika Serikat (AS) untuk bersiap mendapatkkan balasan setimpal atas apa yang mereka lakukan di Jalur Gaza. Hizbullah juga tidak takut dengan kapal induk yang dikirimkan negara adidaya tersebut.
Nasrallah menyebutkan jika AS bertanggung jawab penuh atas apa yang sedang berlangsung di Gaza. Menurut dia, Israel tidak lebih sebagai eksekutor sedangkan penanggung jawabnya adalah AS.
Melalui siaran televisi, pemimpin organisasi yang berdiri 1982 itu mengatakan; &amp;ldquo;Siapapun yang ingin mencegah perang regional &amp;ndash; dan ini ditujukan kepada Amerika &amp;ndash; harus segera menghentikan agresi di Gaza,&amp;rdquo; ujarnya dikutip dari NDTV.

BACA JUGA:
Kekerasan Meningkat, Hizbullah dan Israel Saling Berbalas Tembakan di Perbatasan&amp;nbsp;

Dari sejarahnya, Hizbullah memang didirian untuk melawan Israel di wilayah Lebanon selatan. Dan sejak Israel meningkatkan intensitas agresinya perbatasan selatan Lebanon ikut memanas karena Hizbullah memberikan dukungan pada kelompok Palestina.
Dalam kondisi tersebut, AS turun dengan mengirimkan dua kapal induk ke kawasan Mediterania timur. Namun, Nasrallah menegaskan Hizbullah tidak takut dengan kapal tersebut dan siap memberikan perlawanan. &quot;(AS akan mendapatkan) Harga yang tak terbayangkan.&quot;
&amp;ldquo;Anda orang Amerika tahu betul bahwa jika terjadi perang di kawasan, armada Anda tidak akan ada gunanya, begitu pula pertempuran udara tidak akan membantu. Kepentingan Anda, tentara, dan armada Anda akan menjadi pihak pertama yang menanggung akibatnya,&amp;rdquo; tambahnya.

BACA JUGA:
Hizbullah Klaim Tembak Jatuh Drone Israel di Lebanon

Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre balik mengancam Hizbullah dengan mengatakan agar organisasi tersebut tidak mengambil keuntungan dari konflik. Menurut Jean-Pierre, jika itu terjadi akan berpotensi menjadi perang lebih berdarah antara Israel dan Lebanon dibandingkan 2006.
&amp;ldquo;Amerika Serikat tidak ingin konflik ini meluas hingga ke Lebanon,&amp;rdquo; ujar Jean-Pierre.  Konflik tahun 2006 antara Israel dan Hizbullah menewaskan lebih dari 1.200 orang di Lebanon, sebagian besar warga sipil, dan 160 orang di Israel, sebagian besar tentara.</content:encoded></item></channel></rss>
