<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pidato Menggugah Soekarno tentang Kemerdekaan Palestina: Kolonialisme Belum Mati</title><description>Hal itu terjadi pada tahun 1962, saat itu Presiden pertama Indonesia dengan lantang kemerdekaan Palestina.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/04/337/2914215/pidato-menggugah-soekarno-tentang-kemerdekaan-palestina-kolonialisme-belum-mati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/04/337/2914215/pidato-menggugah-soekarno-tentang-kemerdekaan-palestina-kolonialisme-belum-mati"/><item><title>Pidato Menggugah Soekarno tentang Kemerdekaan Palestina: Kolonialisme Belum Mati</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/04/337/2914215/pidato-menggugah-soekarno-tentang-kemerdekaan-palestina-kolonialisme-belum-mati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/04/337/2914215/pidato-menggugah-soekarno-tentang-kemerdekaan-palestina-kolonialisme-belum-mati</guid><pubDate>Sabtu 04 November 2023 08:00 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/04/337/2914215/pidato-menggugah-soekarno-tentang-kemerdekaan-palestina-kolonialisme-belum-mati-vZ0Xr9egTQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi pidato Soekarno (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/04/337/2914215/pidato-menggugah-soekarno-tentang-kemerdekaan-palestina-kolonialisme-belum-mati-vZ0Xr9egTQ.jpg</image><title>Ilustrasi pidato Soekarno (Foto: Istimewa)</title></images><description>JAKARTA- Mengulik pidato menggugah Soekarno tentang kemerdekaan Palestina yang belum banyak orang tahu. Hal itu terjadi pada tahun 1962, saat itu Presiden pertama Indonesia dengan lantang mengatakan bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina.

BACA JUGA:
Berikan Piala Soekarno kepada Bali, Ganjar: Semoga Munculkan Bibit Unggul Pesepakbola Indonesia

Maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel. Dukungan Bung Karno terhadap Palestina ditunjukkan saat mulai menggagas Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1953. Dalam forum tersebut, Indonesia dan Pakistan menolak keras diikutsertakannya Israel dalam konferensi tersebut.

BACA JUGA:
Drone Amerika Serikat Mulai Berkeliaran di Gaza Buru Kelompok Palestina, Ngapain?&amp;nbsp;

&quot;Kolonialisme belum mati, hanya berubah bentuknya. Neokolonialisme itu ada di berbagai penjuru bumi, seperti Vietnam, Palestina, Al-jazair, dan seterusnya,&quot; ujar Soekarno.
Tidak hanya itu dia menilai Israel yang didirikan atas bantuan Inggris merupakan bentuk nyata kolonialisme baru yang mengancam perdamaian dunia. Menyikapi hal tersebut, saat penyelenggaraan Konfrensi Asia Afrika (KAA) pada 1955, Soekarno mengundang Palestina meskipun saat itu belum diakui sebagai negara merdeka. Mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mewakili kepentingan Palestina.
&quot;Kemerdekaan Palestina tak terbantahkan dan selalu konsisten. Bukan sekedar lewat kata-kata, tapi juga dibuktikan melalui tindakan nyata,&quot;bebernya.
Bahkan, pidato pembukaan Soekarno di KAA juga menginspirasi tokoh perjuangan kemerdekaan Yasser Arafat.
&quot;Pidato tersebut juga menjadi dukungan moril bagi ribuan pejuang kemerdekaan Palestina lainnya,&quot; pungkasnya.
Sementara itu,  pada masa pemerintahan Soekarno juga terlibat penuh dalam deklarasi anti-Israel di PBB dan forum internasional lain. Dalam pidato HUT RI ke-21, Soekarno kembali menegaskan sikapnya. Bagi Indonesia, Palestina harus merdeka!
&amp;nbsp;(RIN)</description><content:encoded>JAKARTA- Mengulik pidato menggugah Soekarno tentang kemerdekaan Palestina yang belum banyak orang tahu. Hal itu terjadi pada tahun 1962, saat itu Presiden pertama Indonesia dengan lantang mengatakan bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina.

BACA JUGA:
Berikan Piala Soekarno kepada Bali, Ganjar: Semoga Munculkan Bibit Unggul Pesepakbola Indonesia

Maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel. Dukungan Bung Karno terhadap Palestina ditunjukkan saat mulai menggagas Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 1953. Dalam forum tersebut, Indonesia dan Pakistan menolak keras diikutsertakannya Israel dalam konferensi tersebut.

BACA JUGA:
Drone Amerika Serikat Mulai Berkeliaran di Gaza Buru Kelompok Palestina, Ngapain?&amp;nbsp;

&quot;Kolonialisme belum mati, hanya berubah bentuknya. Neokolonialisme itu ada di berbagai penjuru bumi, seperti Vietnam, Palestina, Al-jazair, dan seterusnya,&quot; ujar Soekarno.
Tidak hanya itu dia menilai Israel yang didirikan atas bantuan Inggris merupakan bentuk nyata kolonialisme baru yang mengancam perdamaian dunia. Menyikapi hal tersebut, saat penyelenggaraan Konfrensi Asia Afrika (KAA) pada 1955, Soekarno mengundang Palestina meskipun saat itu belum diakui sebagai negara merdeka. Mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini mewakili kepentingan Palestina.
&quot;Kemerdekaan Palestina tak terbantahkan dan selalu konsisten. Bukan sekedar lewat kata-kata, tapi juga dibuktikan melalui tindakan nyata,&quot;bebernya.
Bahkan, pidato pembukaan Soekarno di KAA juga menginspirasi tokoh perjuangan kemerdekaan Yasser Arafat.
&quot;Pidato tersebut juga menjadi dukungan moril bagi ribuan pejuang kemerdekaan Palestina lainnya,&quot; pungkasnya.
Sementara itu,  pada masa pemerintahan Soekarno juga terlibat penuh dalam deklarasi anti-Israel di PBB dan forum internasional lain. Dalam pidato HUT RI ke-21, Soekarno kembali menegaskan sikapnya. Bagi Indonesia, Palestina harus merdeka!
&amp;nbsp;(RIN)</content:encoded></item></channel></rss>
