<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yahukimo Kekurangan Pangan, Partai Perindo Minta Pemerintah Petakan Daerah Rawan   </title><description>&quot;Jadi warga Yahukimo itu mati karena kekurangan pangan sama saja dengan mati karena kelaparan,&quot; ujar Yerry.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/04/340/2914318/yahukimo-kekurangan-pangan-partai-perindo-minta-pemerintah-petakan-daerah-rawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/04/340/2914318/yahukimo-kekurangan-pangan-partai-perindo-minta-pemerintah-petakan-daerah-rawan"/><item><title>Yahukimo Kekurangan Pangan, Partai Perindo Minta Pemerintah Petakan Daerah Rawan   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/04/340/2914318/yahukimo-kekurangan-pangan-partai-perindo-minta-pemerintah-petakan-daerah-rawan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/04/340/2914318/yahukimo-kekurangan-pangan-partai-perindo-minta-pemerintah-petakan-daerah-rawan</guid><pubDate>Sabtu 04 November 2023 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/04/340/2914318/yahukimo-kekurangan-pangan-partai-perindo-minta-pemerintah-petakan-daerah-rawan-6BTRcUyo2f.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Yerry Tawalujan. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/04/340/2914318/yahukimo-kekurangan-pangan-partai-perindo-minta-pemerintah-petakan-daerah-rawan-6BTRcUyo2f.jpeg</image><title>Yerry Tawalujan. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk3MS81L3g4b3B4dG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan menanggapi pernyataan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang menyampaikan bahwa warga Yahukimo tidak meninggal karena kelaparan, tetapi karena kekurangan pangan.

Sebenarnya, menurut Yerry, jika dikaji lebih lanjut, arti kelaparan menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah menderita lapar karena tidak ada yang dimakan.

BACA JUGA:
Harga Beras Terus Naik, Yerry Tawalujan: Ada Baiknya Masyarakat Diversifikasi Pangan

&quot;Jadi warga Yahukimo itu mati karena kekurangan pangan sama saja dengan mati karena kelaparan,&quot; ujar Yerry kepada wartawan, Jumat (3/11/2023).

Yerry yang juga merupakan Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial ini menyayangkan laporan dari Bupati Yahukimo kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang menyebutkan bahwa di Kabupaten Yahukimo tidak ada yang mati kelaparan tetapi kekurangan pangan, seperti dikutip dari kanal Youtube Wakil Presiden RI (1/11/2023).

&quot;Sebenarnya kan sudah jelas bahwa akibat kekeringan panjang, maka berdampak pada gagalnya hasil panen komoditas pangan, berakibat pada kekurangan pangan. Kekurangan pangan tidak diatasi, apalagi pada warga miskin yang tidak mampu membeli bahan pangan, berakibat lapar berkelanjutan alias kelaparan. Kelaparan tidak diatasi berujung kematian, logikanya begitu,&quot; papar Yerry.

BACA JUGA:
 Kasus DBD Tinggi, Yerry Tawalujan: Perindo Rutin Lakukan Fogging Berantas DBD

Politisi partai Perindo -- yang maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini --menyayangkan lambannya tindakan Pemerintah sehingga harus jatuh korban jiwa akibat ketiadaan pangan.

&quot;Harusnya kalau tiga atau empat bulan yang lalu Pemerintah sudah bergerak menyalurkan bantuan bahan pangan, maka 22 nyawa warga Yahukimo itu tidak harus melayang karena kekurangan pangan alias kelaparan,&quot; ujarnya.Sebagai partai yang peduli pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat, Partai Perindo minta Pemerintah lebih cepat tanggap dan memetakan daerah-daerah rawan pangan akibat kemarau panjang.



&quot;Bukan hanya di Papua, beberapa Kabupaten di NTT seperti Kabupaten Sikka juga kekurangan pangan akibat kekeringan. Jangan lagi ada warga meregang nyawa akibat kekurangan pangan padahal Pemerintah dapat menolong,&quot; pungkas Yerry.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC8xLzE3MTk3MS81L3g4b3B4dG0=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan menanggapi pernyataan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang menyampaikan bahwa warga Yahukimo tidak meninggal karena kelaparan, tetapi karena kekurangan pangan.

Sebenarnya, menurut Yerry, jika dikaji lebih lanjut, arti kelaparan menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) adalah menderita lapar karena tidak ada yang dimakan.

BACA JUGA:
Harga Beras Terus Naik, Yerry Tawalujan: Ada Baiknya Masyarakat Diversifikasi Pangan

&quot;Jadi warga Yahukimo itu mati karena kekurangan pangan sama saja dengan mati karena kelaparan,&quot; ujar Yerry kepada wartawan, Jumat (3/11/2023).

Yerry yang juga merupakan Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial ini menyayangkan laporan dari Bupati Yahukimo kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang menyebutkan bahwa di Kabupaten Yahukimo tidak ada yang mati kelaparan tetapi kekurangan pangan, seperti dikutip dari kanal Youtube Wakil Presiden RI (1/11/2023).

&quot;Sebenarnya kan sudah jelas bahwa akibat kekeringan panjang, maka berdampak pada gagalnya hasil panen komoditas pangan, berakibat pada kekurangan pangan. Kekurangan pangan tidak diatasi, apalagi pada warga miskin yang tidak mampu membeli bahan pangan, berakibat lapar berkelanjutan alias kelaparan. Kelaparan tidak diatasi berujung kematian, logikanya begitu,&quot; papar Yerry.

BACA JUGA:
 Kasus DBD Tinggi, Yerry Tawalujan: Perindo Rutin Lakukan Fogging Berantas DBD

Politisi partai Perindo -- yang maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini --menyayangkan lambannya tindakan Pemerintah sehingga harus jatuh korban jiwa akibat ketiadaan pangan.

&quot;Harusnya kalau tiga atau empat bulan yang lalu Pemerintah sudah bergerak menyalurkan bantuan bahan pangan, maka 22 nyawa warga Yahukimo itu tidak harus melayang karena kekurangan pangan alias kelaparan,&quot; ujarnya.Sebagai partai yang peduli pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat, Partai Perindo minta Pemerintah lebih cepat tanggap dan memetakan daerah-daerah rawan pangan akibat kemarau panjang.



&quot;Bukan hanya di Papua, beberapa Kabupaten di NTT seperti Kabupaten Sikka juga kekurangan pangan akibat kekeringan. Jangan lagi ada warga meregang nyawa akibat kekurangan pangan padahal Pemerintah dapat menolong,&quot; pungkas Yerry.

</content:encoded></item></channel></rss>
