<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Negara yang Putuskan Hubungan Atau Tarik Dubesnya dari Israel karena Konflik Gaza</title><description>Ini negara-negara yang tarik duta besarnya dari Israel.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/05/18/2914816/6-negara-yang-putuskan-hubungan-atau-tarik-dubesnya-dari-israel-karena-konflik-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/05/18/2914816/6-negara-yang-putuskan-hubungan-atau-tarik-dubesnya-dari-israel-karena-konflik-gaza"/><item><title>6 Negara yang Putuskan Hubungan Atau Tarik Dubesnya dari Israel karena Konflik Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/05/18/2914816/6-negara-yang-putuskan-hubungan-atau-tarik-dubesnya-dari-israel-karena-konflik-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/05/18/2914816/6-negara-yang-putuskan-hubungan-atau-tarik-dubesnya-dari-israel-karena-konflik-gaza</guid><pubDate>Minggu 05 November 2023 16:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/05/18/2914816/6-negara-yang-putuskan-hubungan-atau-tarik-dubesnya-dari-israel-karena-konflik-gaza-DXIv3XuUC7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demonstrasi Pro-Palestina di Amman, Yordania, 31 Oktober 2023. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/05/18/2914816/6-negara-yang-putuskan-hubungan-atau-tarik-dubesnya-dari-israel-karena-konflik-gaza-DXIv3XuUC7.jpg</image><title>Demonstrasi Pro-Palestina di Amman, Yordania, 31 Oktober 2023. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMS8xLzE3MzA3NS81L3g4cDlhd2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pengeboman tanpa henti dan serangan membabi buta militer Israel terhadap fasilitas dan warga sipil di Gaza sejak sebulan lalu telah memicu kecaman keras dari kutukan dari dunia internasional. Beberapa negara bahkan memutuskan untuk memutuskan hubungan diplomatiknya atau menarik duta besarnya dari Israel sebagai bentuk protes terhadap kebiadaban pasukan Zionis di Gaza.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Turki Putuskan Kontak dengan Netanyahu, Tarik Dubesnya dari Israel karena Pembantaian di Gaza&amp;nbsp;

Berikut beberapa negara yang telah memutus hubungan atau menarik duta besarnya dari Israel.:
1. Bolivia&amp;nbsp;
La Paz pada 31 Oktober menyatakan memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Israel atas serangan  negara Zionis itu ke Jalur Gaza dan kematian ribuan warga sipil Palestina. Bolivia sebelumnya telah menyerukan gencatan senjata di Gaza dan menuduh Israel melakukan pelanggaran hukum internasional.
&amp;ldquo;Bolivia &amp;ldquo;memutuskan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Israel sebagai penolakan dan kecaman atas serangan militer Israel yang agresif dan tidak proporsional yang terjadi di Jalur Gaza,&amp;rdquo; kata Wakil Menteri Luar Negeri Bolivia Freddy Mamani pada konferensi pers pada Selasa, 31 Oktober.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Bolivia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Palestina

Negara Amerika Selatan itu sebelumnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada 2009 di bawah pemerintahan Presiden sayap kiri Evo Morales, juga sebagai protes terhadap tindakan Israel di Gaza. Pada 2020, pemerintahan Presiden sementara sayap kanan Jeanine Anez membangun kembali hubungan dengan Tel Aviv.
2. Kolombia
Kolombia menarik duta besarnya dari Israel pada 31 Oktober sebagai bentuk kecaman atas serangan Israel di Gaza dan mengutuk kematian warga Palestina.. Meski begitu, Bogota tidak sampai mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyebut serangan Israel sebagai &quot;pembantaian rakyat Palestina&quot; dalam sebuah postingan di jaringan media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

3. Chile
Seperti negara tetangganya Kolombia, Chile juga menarik duta besarnya dari Israel pada 31 Oktober sebagai kecaman atas serangan Israel di Gaza dan mengutuk kematian warga Palestina.

BACA JUGA:
Protes Pengeboman di Gaza, Yordania Tarik Dubesnya dari Israel

Chile bersama Kolombia dan Bolivia menyerukan gencatan senjata di Gaza. Chile juga mendorong masuknya bantuan kemanusiaan ke zona tersebut dan menuduh Israel melanggar hukum internasional.

4. Yordania
Yordania pada Rabu, 1 November, mengumumkan menarik duta besarnya dari Israel dan memerintahkan duta besar Israel untuk tidak kembali ke Amman. Langkah ini merupakan protes atas pemboman Israel di Gaza, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut telah menewaskan orang-orang tak berdosa dan menyebabkan bencana kemanusiaan.
&amp;ldquo;Ini untuk mengungkapkan sikap Yordania yang menolak dan mengutuk perang Israel di Gaza yang membunuh orang tak berdosa dan menyebabkan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya,&amp;rdquo; kata Safadi dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah sebagaimana dilansir Reuters.


5. Bahrain
Bahrain mengonfirmasi telah menarik duta besarnya dari Israel menyusul eskalasi konflik di Gaza yang memicu protes anti-Israel di seantero Timur Tengah. Pada Kamis, 2 November, pemerintah di Manama mengonfirmasi bahwa duta besarnya untuk Israel kembali ke Bahrain dan duta besar Israel di Manama telah pergi &amp;ldquo;beberapa waktu yang lalu&amp;rdquo;.
Pernyataan pemerintah Bahrain tidak menyebutkan pemutusan hubungan ekonomi, meski disebutkan bahwa penerbangan antara kedua negara dihentikan sementara.

6. Turki
Pemerintah Turki pada Sabtu, 4 November, mengumumkan bahwa mereka telah memanggil kembali duta besarnya untuk Israel, Sakir Ozkan Torunlar. Langkah itu diambil setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebut Israel telah melakukan kejahatan perang di Gaza.

BACA JUGA:
Mengenal Doktrin Hannibal, Protokol Israel untuk Benarkan Pembunuhan Warganya yang Disandera

&amp;ldquo;Mengingat tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza yang disebabkan oleh serangan terus-menerus oleh Israel terhadap warga sipil dan penolakan Israel terhadap seruan gencatan senjata dan penolakan Israel terhadap gencatan senjata. aliran bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan dan tanpa hambatan,&amp;rdquo; kata kementerian itu terkait alasan penarikan Torunlar.
Meski begitu, Turki tidak sepenuhnya mengakhiri hubungan diplomatik dengan Israel, mengatakan bahwa hubungan dengan Tel Aviv diperlukan untuk melanjutkan upaya diplomasi internasional guna memperjuangkan kemerdekaan Palestina.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMS8xLzE3MzA3NS81L3g4cDlhd2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pengeboman tanpa henti dan serangan membabi buta militer Israel terhadap fasilitas dan warga sipil di Gaza sejak sebulan lalu telah memicu kecaman keras dari kutukan dari dunia internasional. Beberapa negara bahkan memutuskan untuk memutuskan hubungan diplomatiknya atau menarik duta besarnya dari Israel sebagai bentuk protes terhadap kebiadaban pasukan Zionis di Gaza.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Turki Putuskan Kontak dengan Netanyahu, Tarik Dubesnya dari Israel karena Pembantaian di Gaza&amp;nbsp;

Berikut beberapa negara yang telah memutus hubungan atau menarik duta besarnya dari Israel.:
1. Bolivia&amp;nbsp;
La Paz pada 31 Oktober menyatakan memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Israel atas serangan  negara Zionis itu ke Jalur Gaza dan kematian ribuan warga sipil Palestina. Bolivia sebelumnya telah menyerukan gencatan senjata di Gaza dan menuduh Israel melakukan pelanggaran hukum internasional.
&amp;ldquo;Bolivia &amp;ldquo;memutuskan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Israel sebagai penolakan dan kecaman atas serangan militer Israel yang agresif dan tidak proporsional yang terjadi di Jalur Gaza,&amp;rdquo; kata Wakil Menteri Luar Negeri Bolivia Freddy Mamani pada konferensi pers pada Selasa, 31 Oktober.&amp;nbsp;

BACA JUGA:
Bolivia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel karena Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Palestina

Negara Amerika Selatan itu sebelumnya memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada 2009 di bawah pemerintahan Presiden sayap kiri Evo Morales, juga sebagai protes terhadap tindakan Israel di Gaza. Pada 2020, pemerintahan Presiden sementara sayap kanan Jeanine Anez membangun kembali hubungan dengan Tel Aviv.
2. Kolombia
Kolombia menarik duta besarnya dari Israel pada 31 Oktober sebagai bentuk kecaman atas serangan Israel di Gaza dan mengutuk kematian warga Palestina.. Meski begitu, Bogota tidak sampai mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyebut serangan Israel sebagai &quot;pembantaian rakyat Palestina&quot; dalam sebuah postingan di jaringan media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

3. Chile
Seperti negara tetangganya Kolombia, Chile juga menarik duta besarnya dari Israel pada 31 Oktober sebagai kecaman atas serangan Israel di Gaza dan mengutuk kematian warga Palestina.

BACA JUGA:
Protes Pengeboman di Gaza, Yordania Tarik Dubesnya dari Israel

Chile bersama Kolombia dan Bolivia menyerukan gencatan senjata di Gaza. Chile juga mendorong masuknya bantuan kemanusiaan ke zona tersebut dan menuduh Israel melanggar hukum internasional.

4. Yordania
Yordania pada Rabu, 1 November, mengumumkan menarik duta besarnya dari Israel dan memerintahkan duta besar Israel untuk tidak kembali ke Amman. Langkah ini merupakan protes atas pemboman Israel di Gaza, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut telah menewaskan orang-orang tak berdosa dan menyebabkan bencana kemanusiaan.
&amp;ldquo;Ini untuk mengungkapkan sikap Yordania yang menolak dan mengutuk perang Israel di Gaza yang membunuh orang tak berdosa dan menyebabkan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya,&amp;rdquo; kata Safadi dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah sebagaimana dilansir Reuters.


5. Bahrain
Bahrain mengonfirmasi telah menarik duta besarnya dari Israel menyusul eskalasi konflik di Gaza yang memicu protes anti-Israel di seantero Timur Tengah. Pada Kamis, 2 November, pemerintah di Manama mengonfirmasi bahwa duta besarnya untuk Israel kembali ke Bahrain dan duta besar Israel di Manama telah pergi &amp;ldquo;beberapa waktu yang lalu&amp;rdquo;.
Pernyataan pemerintah Bahrain tidak menyebutkan pemutusan hubungan ekonomi, meski disebutkan bahwa penerbangan antara kedua negara dihentikan sementara.

6. Turki
Pemerintah Turki pada Sabtu, 4 November, mengumumkan bahwa mereka telah memanggil kembali duta besarnya untuk Israel, Sakir Ozkan Torunlar. Langkah itu diambil setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebut Israel telah melakukan kejahatan perang di Gaza.

BACA JUGA:
Mengenal Doktrin Hannibal, Protokol Israel untuk Benarkan Pembunuhan Warganya yang Disandera

&amp;ldquo;Mengingat tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di Gaza yang disebabkan oleh serangan terus-menerus oleh Israel terhadap warga sipil dan penolakan Israel terhadap seruan gencatan senjata dan penolakan Israel terhadap gencatan senjata. aliran bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan dan tanpa hambatan,&amp;rdquo; kata kementerian itu terkait alasan penarikan Torunlar.
Meski begitu, Turki tidak sepenuhnya mengakhiri hubungan diplomatik dengan Israel, mengatakan bahwa hubungan dengan Tel Aviv diperlukan untuk melanjutkan upaya diplomasi internasional guna memperjuangkan kemerdekaan Palestina.</content:encoded></item></channel></rss>
