<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Geram Merasa Ditipu, Pendiri Kopassus Tampar Soeharto</title><description>Geram Merasa Ditipu, Pendiri Kopassus Tampar Soeharto
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/06/337/2914966/geram-merasa-ditipu-pendiri-kopassus-tampar-soeharto</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/06/337/2914966/geram-merasa-ditipu-pendiri-kopassus-tampar-soeharto"/><item><title>Geram Merasa Ditipu, Pendiri Kopassus Tampar Soeharto</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/06/337/2914966/geram-merasa-ditipu-pendiri-kopassus-tampar-soeharto</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/06/337/2914966/geram-merasa-ditipu-pendiri-kopassus-tampar-soeharto</guid><pubDate>Senin 06 November 2023 07:08 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/06/337/2914966/geram-merasa-ditipu-pendiri-kopassus-tampar-soeharto-ZAeghw8jID.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kolonel Alex Kawilarang (repro buku Kolonel AE Kawilarang, Panglima Pejuang &amp; Perintis Kopassus)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/06/337/2914966/geram-merasa-ditipu-pendiri-kopassus-tampar-soeharto-ZAeghw8jID.jpg</image><title>Kolonel Alex Kawilarang (repro buku Kolonel AE Kawilarang, Panglima Pejuang &amp; Perintis Kopassus)</title></images><description>




JAKARTA - Kolonel (Purn) Alexander Evert Kawilarang merupakan salah satu sosok yang pernah menempeleng Soeharto. Kejadian itu dipicu mengenai laporan akan kedatangan Belanda.



Berikut kisahnya, sebagaimana dilansir dari &amp;ldquo;Suharto and His Generals: Indonesian Military Politics 1975-1983&amp;rdquo; karya David Jenkins.


Saat itu Alex Kawilarang merupakan atasan Soeharto. Pria kelahiran 23 Februari 1920 itu menjabat sebagai Panglima Wirabuana, sedangkan Soeharto merupakan Letnan Kolonel.



Suatu saat Kawilarang dihadapkan dengan pemberontakan. Saat itu, sekitar 1950-an, Alex Kawilarang melapor kepada Presiden Soekarno bahwa keadaan Makassar sudah aman. Tidak ada ancaman militer dari pihak Belanda yang melakukan agresi di Indonesia.

Namun, ternyata Presiden Soekarno menunjukkan radiogram yang melaporkan bahwa pasukan KNIL Belanda menududuki Makassar. Bahkan, pasukan Soeharto yaitu Brigade Mataram yang bertugas mempertahankan Kota Makassar, dilaporkan telah mundur ke Lapangan Udara Mandai.







BACA JUGA:
Kandasnya Ambisi LB Moerdani yang Kebelet Jadi Wapres Dampingi Soeharto













&amp;ldquo;Sirkus apa-apaan, ini?&amp;rdquo; ujar Kawilarang saat itu.

Kabarnya, reaksi Soeharto saat itu hanya menahan sakit sambil bersungut-sungut.







BACA JUGA:
Apakah Benar Soeharto Pernah Tolak Mentah-Mentah Menjabat Sebagai Presiden?











Namun, dalam suatu kesempatan, Alex Kawilarang mengaku tidak pernah menampar penguasa Orde Baru tersebut. Meskipun begitu, kabarnya ia tidak suka dengan pasukan Soeharto, karena membawa harta hasil rampasan perang.







Evert Kawilarang sendiri merupakan sosok yang merintis pembentukan pasukan khusus TNI dengan nama Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat pada April 1951. Kesatuan ini cikal bakal dari terbentuknya Komando Pasukan Khusus (Kopassus).







</description><content:encoded>




JAKARTA - Kolonel (Purn) Alexander Evert Kawilarang merupakan salah satu sosok yang pernah menempeleng Soeharto. Kejadian itu dipicu mengenai laporan akan kedatangan Belanda.



Berikut kisahnya, sebagaimana dilansir dari &amp;ldquo;Suharto and His Generals: Indonesian Military Politics 1975-1983&amp;rdquo; karya David Jenkins.


Saat itu Alex Kawilarang merupakan atasan Soeharto. Pria kelahiran 23 Februari 1920 itu menjabat sebagai Panglima Wirabuana, sedangkan Soeharto merupakan Letnan Kolonel.



Suatu saat Kawilarang dihadapkan dengan pemberontakan. Saat itu, sekitar 1950-an, Alex Kawilarang melapor kepada Presiden Soekarno bahwa keadaan Makassar sudah aman. Tidak ada ancaman militer dari pihak Belanda yang melakukan agresi di Indonesia.

Namun, ternyata Presiden Soekarno menunjukkan radiogram yang melaporkan bahwa pasukan KNIL Belanda menududuki Makassar. Bahkan, pasukan Soeharto yaitu Brigade Mataram yang bertugas mempertahankan Kota Makassar, dilaporkan telah mundur ke Lapangan Udara Mandai.







BACA JUGA:
Kandasnya Ambisi LB Moerdani yang Kebelet Jadi Wapres Dampingi Soeharto













&amp;ldquo;Sirkus apa-apaan, ini?&amp;rdquo; ujar Kawilarang saat itu.

Kabarnya, reaksi Soeharto saat itu hanya menahan sakit sambil bersungut-sungut.







BACA JUGA:
Apakah Benar Soeharto Pernah Tolak Mentah-Mentah Menjabat Sebagai Presiden?











Namun, dalam suatu kesempatan, Alex Kawilarang mengaku tidak pernah menampar penguasa Orde Baru tersebut. Meskipun begitu, kabarnya ia tidak suka dengan pasukan Soeharto, karena membawa harta hasil rampasan perang.







Evert Kawilarang sendiri merupakan sosok yang merintis pembentukan pasukan khusus TNI dengan nama Kesatuan Komando Territorium III (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat pada April 1951. Kesatuan ini cikal bakal dari terbentuknya Komando Pasukan Khusus (Kopassus).







</content:encoded></item></channel></rss>
