<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Lebih Dalam Cawapres Mahfud MD, Sang Pendekar Hukum</title><description>Muhammad Mahfud atau lebih dikenal sebagai Mahfud MD, dilahirkan di Sampang, Madura, Jawa Timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/06/337/2915278/mengenal-lebih-dalam-cawapres-mahfud-md-sang-pendekar-hukum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/06/337/2915278/mengenal-lebih-dalam-cawapres-mahfud-md-sang-pendekar-hukum"/><item><title>Mengenal Lebih Dalam Cawapres Mahfud MD, Sang Pendekar Hukum</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/06/337/2915278/mengenal-lebih-dalam-cawapres-mahfud-md-sang-pendekar-hukum</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/06/337/2915278/mengenal-lebih-dalam-cawapres-mahfud-md-sang-pendekar-hukum</guid><pubDate>Senin 06 November 2023 14:39 WIB</pubDate><dc:creator> Royandi Hutasoit</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/06/337/2915278/mengenal-lebih-dalam-cawapres-mahfud-md-sang-pendekar-hukum-KhXwW8xY44.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/06/337/2915278/mengenal-lebih-dalam-cawapres-mahfud-md-sang-pendekar-hukum-KhXwW8xY44.jpg</image><title>Ganjar Pranowo dan Mahfud MD (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yOS8xLzE3MjkxNi81L3g4cDZxem8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mahfud MD, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), telah secara resmi diumumkan sebagai Cawapres dari Ganjar Pranowo.
Pengumuman tersebut dilakukan secara terbuka oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada hari Rabu (18/10/2023).&amp;nbsp;
Mahfud MD telah lama berperan dalam dunia politik dan pemerintahan di Indonesia, memiliki pengalaman yang melintasi beberapa kabinet sejak masa pemerintahan presiden sebelum Jokowi. Selain itu, dalam ranah pendidikan, Mahfud MD juga diakui sebagai seorang akademisi terkemuka.

BACA JUGA:
Tagar 2024 Atikoh Ibu Negara Mulai Digaungkan, Relawan Ganjar-Mahfud PINK Movement Bergerak!


Pada 13 Mei 1957, Muhammad Mahfud atau lebih dikenal sebagai Mahfud MD, dilahirkan di Sampang, Madura, Jawa Timur. Ia adalah anak dari Siti Khadijah dan Mahmodin.
Mahfud adalah anak laki-laki tertua dari tujuh bersaudara. Ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga, sementara ayahnya bekerja sebagai pekerja sipil kelas dua. Mahfud dilahirkan setelah tiga orang adik perempuan, ketika ibunya berusia 18 tahun.
Inisial MD yang ia gunakan adalah singkatan dari nama ayahnya, Mahmodin. Saat mengikuti Pendidikan Guru Keagamaan (PGA) yang setara dengan SMP, ia menemukan seorang murid lain bernama Mahfud di kelas yang sama.

BACA JUGA:
 Galang Dukungan Masyarakat Tangsel, Relawan: Ganjar-Mahfud Pilihan Akal Sehat&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Ketika wali kelas meminta seluruh murid bernama Mahfud untuk menuliskan nama orang tua masing-masing di belakang namanya untuk membedakan, Mahfud merasa tidak suka jika nama &quot;Mahmodin&quot; tertera di belakang namanya karena terdengar kurang modern. Maka dari itu, ia memutuskan untuk memendekkan nama &quot;Mahmodin&quot; menjadi MD.

Di Madura, terdapat konsep bahwa anak laki-laki tertua mewakili keluarga dan memikul tanggung jawab yang besar. Keluarga besar Mahfud MD selalu memandangnya sebagai anak yang istimewa karena hal ini.
Ayah Mahfud sering membawanya ke Madura untuk melihat rumah-rumah para kyai yang kaya raya. Melalui pengalaman ini, Mahfud belajar dasar-dasar agama dan merasa nyaman dalam berdiskusi mengenai hal tersebut.
Saat masih muda, Mahfud MD belajar secara paralel mengenai pendidikan umum dan agama. Pendidikan umum dia jalani di pagi hari di sekolah, sementara belajar pendidikan agama bersama santri di pesantren pada waktu sore dan malam.
Pada tahun 1970, Mahfud MD menyelesaikan sekolah dasar di SD Negeri Waru Barat I, Pamekasan. Kemudian, dia melanjutkan pendidikannya di Pendidikan Guru Keagamaan (PGA), setara dengan sekolah menengah atas, di Pamekasan dan lulus pada tahun 1974.

BACA JUGA:
Charta Politika: Mahfud MD Punya Elektabilitas Tertinggi di Antara Cawapres Lain

Setelah menyelesaikan PGA, Mahfud MD mendaftar di Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN) Yogyakarta, sebuah lembaga vokasi elit yang dijalankan oleh Departemen Agama.
Lembaga ini didirikan oleh KH Wahid Hasyim dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan hakim agama, khususnya dalam agama Islam. Minat Mahfud pada ilmu hukum muncul setelah pengalamannya di sana. Pada tahun 1977, ia menyelesaikan studinya di PHIN.&amp;nbsp;
Melanjutkan pendidikannya, Mahfud masuk ke Jurusan Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII), karena tertarik pada ilmu hukum.

BACA JUGA:
Survei Charta Politika: Ganjar-Mahfud Unggul, Raih Elektabilitas Tertinggi 36,8 Persen

Sementara itu, dia juga mengambil jurusan Sastra Arab di Universitas Gadjah Mada (UGM) secara bersamaan. Namun, fokus utamanya terletak pada Jurusan Hukum Tata Negara di UII, sehingga ia tidak menyelesaikan studi di UGM.
Akhirnya, pada tahun 1983, Mahfud lulus dengan gelar sarjana hukum dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta setelah menyelesaikan hampir enam tahun studi. Setelah itu, ia menggunakan pengetahuannya untuk mengajar di almamaternya.

Meskipun sibuk sebagai seorang pendidik, Mahfud berhasil menyelesaikan program magister Ilmu Politik di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1989. Tak lama setelah itu, dia kembali ke institusi yang sama untuk menyelesaikan studi doktoralnya.
Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji yang berjudul &quot;Perkembangan Politik Hukum, Pengaruh Konfigurasi Politik terhadap Karakter Produk Hukum di Indonesia&quot;, Mahfud dianugerahi gelar PhD di bidang hukum pada tahun 1993. Disertasinya secara resmi terdaftar sebagai kajian tentang Hukum Politik di Indonesia.

BACA JUGA:
Berkas Lengkap, Panji Gumilang Segera Diadili di PN Indramayu

Dalam disertasinya, Mahfud menjelaskan hubungan antara struktur politik dengan produk hukum selama masa Orde Baru, Demokrasi Liberal, dan Demokrasi Terpimpin. Ia melakukan penelitian terhadap hukum pertanian, hukum pemerintahan daerah, dan hukum pemilu untuk mengilustrasikan keterkaitan tersebut.
Selama karirnya, Mahfud memiliki sederet pengalaman dalam jabatan pemerintahan. Berikut ini adalah deretan jabatan pemerintahan yang pernah diemban oleh Mahfud MD, di antaranya :&amp;nbsp;
- Staf pengajar dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta (1984-sekarang)



- Plt. Staf Ahli dan Deputi Menteri Negara Urusan HAM (1999-2000)



- Menteri Pertahanan RI (2000-2001)



- Menteri Kehakiman dan HAM (2001)



- Waketum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) (2002-2005)



- Anggota DPR-RI, duduk di Komisi III (2004-2006)



- Anggota DPR-RI, duduk di Komisi I (2006-2007)



- Anggota DPR-RI, duduk di Komisi III (2007-2008)



- Wakil Ketua Badan Legislatif DPR-RI (2007-2008)



- Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013)



- Anggota Tim Konsultan Ahli Pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Depkum-HAM Republik Indonesia



- Pengajar aktif di UII, UGM, UI, UNS, Unsoed dan lebih dari 10 Universitas lainnya pada program S2 &amp;amp; S3, dalam mata kuliah Politik Hukum, Hukum Tata Negara, Negara Hukum dan Demokrasi</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yOS8xLzE3MjkxNi81L3g4cDZxem8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mahfud MD, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), telah secara resmi diumumkan sebagai Cawapres dari Ganjar Pranowo.
Pengumuman tersebut dilakukan secara terbuka oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, pada hari Rabu (18/10/2023).&amp;nbsp;
Mahfud MD telah lama berperan dalam dunia politik dan pemerintahan di Indonesia, memiliki pengalaman yang melintasi beberapa kabinet sejak masa pemerintahan presiden sebelum Jokowi. Selain itu, dalam ranah pendidikan, Mahfud MD juga diakui sebagai seorang akademisi terkemuka.

BACA JUGA:
Tagar 2024 Atikoh Ibu Negara Mulai Digaungkan, Relawan Ganjar-Mahfud PINK Movement Bergerak!


Pada 13 Mei 1957, Muhammad Mahfud atau lebih dikenal sebagai Mahfud MD, dilahirkan di Sampang, Madura, Jawa Timur. Ia adalah anak dari Siti Khadijah dan Mahmodin.
Mahfud adalah anak laki-laki tertua dari tujuh bersaudara. Ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga, sementara ayahnya bekerja sebagai pekerja sipil kelas dua. Mahfud dilahirkan setelah tiga orang adik perempuan, ketika ibunya berusia 18 tahun.
Inisial MD yang ia gunakan adalah singkatan dari nama ayahnya, Mahmodin. Saat mengikuti Pendidikan Guru Keagamaan (PGA) yang setara dengan SMP, ia menemukan seorang murid lain bernama Mahfud di kelas yang sama.

BACA JUGA:
 Galang Dukungan Masyarakat Tangsel, Relawan: Ganjar-Mahfud Pilihan Akal Sehat&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Ketika wali kelas meminta seluruh murid bernama Mahfud untuk menuliskan nama orang tua masing-masing di belakang namanya untuk membedakan, Mahfud merasa tidak suka jika nama &quot;Mahmodin&quot; tertera di belakang namanya karena terdengar kurang modern. Maka dari itu, ia memutuskan untuk memendekkan nama &quot;Mahmodin&quot; menjadi MD.

Di Madura, terdapat konsep bahwa anak laki-laki tertua mewakili keluarga dan memikul tanggung jawab yang besar. Keluarga besar Mahfud MD selalu memandangnya sebagai anak yang istimewa karena hal ini.
Ayah Mahfud sering membawanya ke Madura untuk melihat rumah-rumah para kyai yang kaya raya. Melalui pengalaman ini, Mahfud belajar dasar-dasar agama dan merasa nyaman dalam berdiskusi mengenai hal tersebut.
Saat masih muda, Mahfud MD belajar secara paralel mengenai pendidikan umum dan agama. Pendidikan umum dia jalani di pagi hari di sekolah, sementara belajar pendidikan agama bersama santri di pesantren pada waktu sore dan malam.
Pada tahun 1970, Mahfud MD menyelesaikan sekolah dasar di SD Negeri Waru Barat I, Pamekasan. Kemudian, dia melanjutkan pendidikannya di Pendidikan Guru Keagamaan (PGA), setara dengan sekolah menengah atas, di Pamekasan dan lulus pada tahun 1974.

BACA JUGA:
Charta Politika: Mahfud MD Punya Elektabilitas Tertinggi di Antara Cawapres Lain

Setelah menyelesaikan PGA, Mahfud MD mendaftar di Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN) Yogyakarta, sebuah lembaga vokasi elit yang dijalankan oleh Departemen Agama.
Lembaga ini didirikan oleh KH Wahid Hasyim dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan hakim agama, khususnya dalam agama Islam. Minat Mahfud pada ilmu hukum muncul setelah pengalamannya di sana. Pada tahun 1977, ia menyelesaikan studinya di PHIN.&amp;nbsp;
Melanjutkan pendidikannya, Mahfud masuk ke Jurusan Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII), karena tertarik pada ilmu hukum.

BACA JUGA:
Survei Charta Politika: Ganjar-Mahfud Unggul, Raih Elektabilitas Tertinggi 36,8 Persen

Sementara itu, dia juga mengambil jurusan Sastra Arab di Universitas Gadjah Mada (UGM) secara bersamaan. Namun, fokus utamanya terletak pada Jurusan Hukum Tata Negara di UII, sehingga ia tidak menyelesaikan studi di UGM.
Akhirnya, pada tahun 1983, Mahfud lulus dengan gelar sarjana hukum dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta setelah menyelesaikan hampir enam tahun studi. Setelah itu, ia menggunakan pengetahuannya untuk mengajar di almamaternya.

Meskipun sibuk sebagai seorang pendidik, Mahfud berhasil menyelesaikan program magister Ilmu Politik di Universitas Gadjah Mada pada tahun 1989. Tak lama setelah itu, dia kembali ke institusi yang sama untuk menyelesaikan studi doktoralnya.
Setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji yang berjudul &quot;Perkembangan Politik Hukum, Pengaruh Konfigurasi Politik terhadap Karakter Produk Hukum di Indonesia&quot;, Mahfud dianugerahi gelar PhD di bidang hukum pada tahun 1993. Disertasinya secara resmi terdaftar sebagai kajian tentang Hukum Politik di Indonesia.

BACA JUGA:
Berkas Lengkap, Panji Gumilang Segera Diadili di PN Indramayu

Dalam disertasinya, Mahfud menjelaskan hubungan antara struktur politik dengan produk hukum selama masa Orde Baru, Demokrasi Liberal, dan Demokrasi Terpimpin. Ia melakukan penelitian terhadap hukum pertanian, hukum pemerintahan daerah, dan hukum pemilu untuk mengilustrasikan keterkaitan tersebut.
Selama karirnya, Mahfud memiliki sederet pengalaman dalam jabatan pemerintahan. Berikut ini adalah deretan jabatan pemerintahan yang pernah diemban oleh Mahfud MD, di antaranya :&amp;nbsp;
- Staf pengajar dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta (1984-sekarang)



- Plt. Staf Ahli dan Deputi Menteri Negara Urusan HAM (1999-2000)



- Menteri Pertahanan RI (2000-2001)



- Menteri Kehakiman dan HAM (2001)



- Waketum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) (2002-2005)



- Anggota DPR-RI, duduk di Komisi III (2004-2006)



- Anggota DPR-RI, duduk di Komisi I (2006-2007)



- Anggota DPR-RI, duduk di Komisi III (2007-2008)



- Wakil Ketua Badan Legislatif DPR-RI (2007-2008)



- Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013)



- Anggota Tim Konsultan Ahli Pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Depkum-HAM Republik Indonesia



- Pengajar aktif di UII, UGM, UI, UNS, Unsoed dan lebih dari 10 Universitas lainnya pada program S2 &amp;amp; S3, dalam mata kuliah Politik Hukum, Hukum Tata Negara, Negara Hukum dan Demokrasi</content:encoded></item></channel></rss>
