<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO: Beberapa Dokter Lakukan Operasi Tanpa Anestesi di Gaza, Termasuk Amputasi</title><description>Dia menjelskan tingkat kematian dan penderitaan sulit untuk dipahami.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/18/2916376/who-beberapa-dokter-lakukan-operasi-tanpa-anestesi-di-gaza-termasuk-amputasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/08/18/2916376/who-beberapa-dokter-lakukan-operasi-tanpa-anestesi-di-gaza-termasuk-amputasi"/><item><title>WHO: Beberapa Dokter Lakukan Operasi Tanpa Anestesi di Gaza, Termasuk Amputasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/18/2916376/who-beberapa-dokter-lakukan-operasi-tanpa-anestesi-di-gaza-termasuk-amputasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/08/18/2916376/who-beberapa-dokter-lakukan-operasi-tanpa-anestesi-di-gaza-termasuk-amputasi</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 07:55 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/18/2916376/who-beberapa-dokter-lakukan-operasi-tanpa-anestesi-di-gaza-termasuk-amputasi-4u2nPkzgoH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Beberapa dokter melakukan operasi tanpa anestesi di Gaza (Foto: BNN Breaking)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/18/2916376/who-beberapa-dokter-lakukan-operasi-tanpa-anestesi-di-gaza-termasuk-amputasi-4u2nPkzgoH.jpg</image><title>Beberapa dokter melakukan operasi tanpa anestesi di Gaza (Foto: BNN Breaking)</title></images><description>GAZA &amp;ndash; Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (7/11/2023) mengatakan beberapa dokter di Gaza telah melakukan operasi, termasuk amputasi, tanpa anestesi.
&amp;ldquo;Tidak ada yang bisa membenarkan kengerian yang dialami warga sipil di Gaza,&amp;rdquo; kata juru bicara WHO Christian Lindmeier pada Selasa (7/11/2023) dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss.
Dia menekankan kebutuhan mereka yang sangat besar akan air, bahan bakar, makanan dan akses yang aman terhadap layanan kesehatan untuk bertahan hidup.


BACA JUGA:
Gedung Putih Peringatkan Israel Atas Rencana Pascaperang Menduduki Kembali Gaza

Lindmeier menegaskan kembali seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk akses tanpa hambatan, aman dan terjamin untuk sekitar 500 truk bantuan setiap hari. Tidak hanya melintasi perbatasan tetapi juga sampai ke pasien di rumah sakit, di mana operasi termasuk amputasi dilakukan dilakukan tanpa anestesi.

BACA JUGA:
Begini Cara Masuk Gaza Lewat Mesir

Dia menjelskan tingkat kematian dan penderitaan sulit untuk dipahami.
Lindmeier juga mengatakan bahwa 16 petugas kesehatan telah terbunuh saat bertugas, dan menekankan bahwa segala serangan terhadap layanan kesehatan dilarang oleh hukum kemanusiaan internasional.

Namun, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan pada Selasa (7/11/2023) bahwa konvoi kemanusiaannya mendapat kecaman ketika mengirimkan pasokan medis penting ke fasilitas kesehatan di Kota Gaza.
Menurut ICRC, dua truk rusak dalam serangan tersebut, dan seorang pengemudi mengalami luka ringan.



&amp;ldquo;Kondisi seperti ini tidak bisa dilakukan oleh personel kemanusiaan,&amp;rdquo; kata William Schomburg, ketua delegasi ICRC di Gaza, dalam sebuah pernyataan.

&amp;ldquo;Kami di sini untuk memberikan bantuan mendesak kepada warga sipil yang membutuhkan. Memastikan bahwa bantuan penting dapat mencapai fasilitas medis adalah kewajiban hukum berdasarkan hukum humaniter internasional,&amp;rdquo; lanjutnya.

</description><content:encoded>GAZA &amp;ndash; Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (7/11/2023) mengatakan beberapa dokter di Gaza telah melakukan operasi, termasuk amputasi, tanpa anestesi.
&amp;ldquo;Tidak ada yang bisa membenarkan kengerian yang dialami warga sipil di Gaza,&amp;rdquo; kata juru bicara WHO Christian Lindmeier pada Selasa (7/11/2023) dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss.
Dia menekankan kebutuhan mereka yang sangat besar akan air, bahan bakar, makanan dan akses yang aman terhadap layanan kesehatan untuk bertahan hidup.


BACA JUGA:
Gedung Putih Peringatkan Israel Atas Rencana Pascaperang Menduduki Kembali Gaza

Lindmeier menegaskan kembali seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk akses tanpa hambatan, aman dan terjamin untuk sekitar 500 truk bantuan setiap hari. Tidak hanya melintasi perbatasan tetapi juga sampai ke pasien di rumah sakit, di mana operasi termasuk amputasi dilakukan dilakukan tanpa anestesi.

BACA JUGA:
Begini Cara Masuk Gaza Lewat Mesir

Dia menjelskan tingkat kematian dan penderitaan sulit untuk dipahami.
Lindmeier juga mengatakan bahwa 16 petugas kesehatan telah terbunuh saat bertugas, dan menekankan bahwa segala serangan terhadap layanan kesehatan dilarang oleh hukum kemanusiaan internasional.

Namun, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan pada Selasa (7/11/2023) bahwa konvoi kemanusiaannya mendapat kecaman ketika mengirimkan pasokan medis penting ke fasilitas kesehatan di Kota Gaza.
Menurut ICRC, dua truk rusak dalam serangan tersebut, dan seorang pengemudi mengalami luka ringan.



&amp;ldquo;Kondisi seperti ini tidak bisa dilakukan oleh personel kemanusiaan,&amp;rdquo; kata William Schomburg, ketua delegasi ICRC di Gaza, dalam sebuah pernyataan.

&amp;ldquo;Kami di sini untuk memberikan bantuan mendesak kepada warga sipil yang membutuhkan. Memastikan bahwa bantuan penting dapat mencapai fasilitas medis adalah kewajiban hukum berdasarkan hukum humaniter internasional,&amp;rdquo; lanjutnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
