<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Israel Klaim Serang 14.000 Target Hamas dalam Sebulan, Hancurkan 11 Terowongan dan 4.000 Senjata </title><description>Hagari menegaskan kembali bahwa tidak akan ada gencatan senjata</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/18/2916392/israel-klaim-serang-14-000-target-hamas-dalam-sebulan-hancurkan-11-terowongan-dan-4-000-senjata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/08/18/2916392/israel-klaim-serang-14-000-target-hamas-dalam-sebulan-hancurkan-11-terowongan-dan-4-000-senjata"/><item><title>Israel Klaim Serang 14.000 Target Hamas dalam Sebulan, Hancurkan 11 Terowongan dan 4.000 Senjata </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/18/2916392/israel-klaim-serang-14-000-target-hamas-dalam-sebulan-hancurkan-11-terowongan-dan-4-000-senjata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/08/18/2916392/israel-klaim-serang-14-000-target-hamas-dalam-sebulan-hancurkan-11-terowongan-dan-4-000-senjata</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 08:37 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/18/2916392/israel-klaim-serang-14-000-target-teroris-dalam-sebulan-hancurkan-11-terowongan-dan-4-000-senjata-milik-hamas-Y8VxvBvYQL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Israel klaim serang 14.000 target teroris dalam sebulan di Gaza (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/18/2916392/israel-klaim-serang-14-000-target-teroris-dalam-sebulan-hancurkan-11-terowongan-dan-4-000-senjata-milik-hamas-Y8VxvBvYQL.jpg</image><title>Israel klaim serang 14.000 target teroris dalam sebulan di Gaza (Foto: Reuters)</title></images><description>GAZA - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan telah menyerang lebih dari 14.000 sasaran&amp;nbsp; Hamas pada bulan lalu, melenyapkan banyak anggota Hamas serta menghancurkan infrastruktur dan senjata utama.
&amp;ldquo;IDF telah menghancurkan lebih dari 100 terowongan teroris dan lebih dari 4.000 senjata, banyak di antaranya berada di dalam masjid, taman kanak-kanak, dan bangunan tempat tinggal,&amp;rdquo; terang juru bicara Laksamana Muda Daniel Hagari, dikutip CNN.
Hagari menegaskan kembali bahwa tidak akan ada gencatan senjata dan mengulangi klaim bahwa Hamas menggunakan &amp;ldquo;penduduknya sebagai tameng manusia.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Pemimpin Hamas Bantah Menyandera dan Tak Miliki Daftar Nama Sandera, Ditahan oleh Faksi yang Berbeda

&amp;ldquo;Ada pencapaian, tapi perang masih panjang &amp;ndash; jalan kita masih panjang. Hamas mengatakan pada diri mereka sendiri bahwa akan ada gencatan senjata. Tidak ada gencatan senjata, kami terus maju,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Pemimpin Hamas Bantah Akui Pembunuhan Warga Sipil di Israel, Hanya Wamil dan Tentara

Sementara itu, Gedung Putih pada Selasa (7/11/2023) menyatakan bahwa mereka tidak percaya pasukan Israel harus menduduki kembali Gaza setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berkomentar bahwa negaranya akan memiliki tanggung jawab keamanan secara keseluruhan di Gaza untuk jangka waktu yang tidak terbatas setelah perang berakhir.
&amp;ldquo;Presiden masih berpendapat bahwa pendudukan kembali Gaza oleh pasukan Israel adalah hal yang tidak baik. Ini tidak baik bagi Israel; tidak baik bagi rakyat Israel,&amp;rdquo; kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby di &amp;ldquo;CNN This Morning.&amp;rdquo;&amp;ldquo;Salah satu perbincangan yang dilakukan Menteri (Antony) Blinken di wilayah tersebut adalah seperti apa Gaza pasca-konflik? Seperti apa pemerintahan di Gaza? Karena apapun itu, tidak mungkin seperti yang terjadi pada 6 Oktober. Tidak mungkin Hamas,&amp;rdquo; tambahnya.
Kirby menegaskan meskipun ada kesenjangan yang jelas antara pemerintahannya dan pemerintah Israel, Biden menegaskan kembali dukungannya terhadap Israel selama panggilan telepon dengan Netanyahu pada Senin (6/11/2023).</description><content:encoded>GAZA - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan telah menyerang lebih dari 14.000 sasaran&amp;nbsp; Hamas pada bulan lalu, melenyapkan banyak anggota Hamas serta menghancurkan infrastruktur dan senjata utama.
&amp;ldquo;IDF telah menghancurkan lebih dari 100 terowongan teroris dan lebih dari 4.000 senjata, banyak di antaranya berada di dalam masjid, taman kanak-kanak, dan bangunan tempat tinggal,&amp;rdquo; terang juru bicara Laksamana Muda Daniel Hagari, dikutip CNN.
Hagari menegaskan kembali bahwa tidak akan ada gencatan senjata dan mengulangi klaim bahwa Hamas menggunakan &amp;ldquo;penduduknya sebagai tameng manusia.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Pemimpin Hamas Bantah Menyandera dan Tak Miliki Daftar Nama Sandera, Ditahan oleh Faksi yang Berbeda

&amp;ldquo;Ada pencapaian, tapi perang masih panjang &amp;ndash; jalan kita masih panjang. Hamas mengatakan pada diri mereka sendiri bahwa akan ada gencatan senjata. Tidak ada gencatan senjata, kami terus maju,&amp;rdquo; katanya.

BACA JUGA:
Pemimpin Hamas Bantah Akui Pembunuhan Warga Sipil di Israel, Hanya Wamil dan Tentara

Sementara itu, Gedung Putih pada Selasa (7/11/2023) menyatakan bahwa mereka tidak percaya pasukan Israel harus menduduki kembali Gaza setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berkomentar bahwa negaranya akan memiliki tanggung jawab keamanan secara keseluruhan di Gaza untuk jangka waktu yang tidak terbatas setelah perang berakhir.
&amp;ldquo;Presiden masih berpendapat bahwa pendudukan kembali Gaza oleh pasukan Israel adalah hal yang tidak baik. Ini tidak baik bagi Israel; tidak baik bagi rakyat Israel,&amp;rdquo; kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby di &amp;ldquo;CNN This Morning.&amp;rdquo;&amp;ldquo;Salah satu perbincangan yang dilakukan Menteri (Antony) Blinken di wilayah tersebut adalah seperti apa Gaza pasca-konflik? Seperti apa pemerintahan di Gaza? Karena apapun itu, tidak mungkin seperti yang terjadi pada 6 Oktober. Tidak mungkin Hamas,&amp;rdquo; tambahnya.
Kirby menegaskan meskipun ada kesenjangan yang jelas antara pemerintahannya dan pemerintah Israel, Biden menegaskan kembali dukungannya terhadap Israel selama panggilan telepon dengan Netanyahu pada Senin (6/11/2023).</content:encoded></item></channel></rss>
