<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sampaikan Pidato Raja Pertamanya Sejak Naik Takhta, Charles Sampaikan Dukungan Bagi Israel</title><description>Ini merupakan Pidato Raja pertama di Inggris dalam 70 tahun.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/18/2916668/sampaikan-pidato-raja-pertamanya-sejak-naik-takhta-charles-sampaikan-dukungan-bagi-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/08/18/2916668/sampaikan-pidato-raja-pertamanya-sejak-naik-takhta-charles-sampaikan-dukungan-bagi-israel"/><item><title>Sampaikan Pidato Raja Pertamanya Sejak Naik Takhta, Charles Sampaikan Dukungan Bagi Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/18/2916668/sampaikan-pidato-raja-pertamanya-sejak-naik-takhta-charles-sampaikan-dukungan-bagi-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/08/18/2916668/sampaikan-pidato-raja-pertamanya-sejak-naik-takhta-charles-sampaikan-dukungan-bagi-israel</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/18/2916668/sampaikan-pidato-raja-pertamanya-sejak-naik-takhta-charles-sampaikan-dukungan-bagi-israel-ekhNoC4U2v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raja Inggris Charles III. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/18/2916668/sampaikan-pidato-raja-pertamanya-sejak-naik-takhta-charles-sampaikan-dukungan-bagi-israel-ekhNoC4U2v.jpg</image><title>Raja Inggris Charles III. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNC81LzE1NDI1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LONDON - Raja Charles III dari Inggris telah menyampaikan pidato pembukaan parlemen pertamanya sejak naik takhta. Dalam pidatonya, Charles memaparkan prioritas kebijakan pemerintah di berbagai bidang yang mencakup perekonomian, kebijakan luar negeri, dan peradilan pidana.

BACA JUGA:
1 Tahun Kematian Ratu Elizabeth II, Raja Charles III Rekam Pesan Kenang Pengabdian Setia Mendiang Ibunda Tercinta

Pidato tahunan &amp;ndash; yang dikenal sebagai Pidato Raja atau Ratu &amp;ndash; adalah tradisi berusia berabad-abad yang menandai sidang parlemen baru. Pidato tersebut disiapkan oleh pemerintah dan dibacakan oleh raja.
Charles menjadi raja ketika ibunya meninggal pada September 2022 setelah memerintah selama 70 tahun.
&amp;ldquo;Dengan mengingat warisan pengabdian dan pengabdian kepada negara ini yang diberikan oleh ibu tercinta saya, mendiang ratu, maka saya menyampaikan ini, Pidato Raja pertama dalam lebih dari 70 tahun,&amp;rdquo; kata Charles saat mengawali pidatonya pada Selasa, (7/11/2023).

BACA JUGA:
5 Fakta Menarik soal Raja Charles III, Bisa Terbangkan Pesawat Jet

Upacara tersebut bisa menjadi yang pertama dan terakhir kalinya bagi Perdana Menteri Rishi Sunak untuk menyampaikan tuntutan legislatifnya kepada rakyat. Partai Konservatif yang dipimpinnya akan menghadapi ujian berat dalam pemilihan umum yang diharapkan tahun depan dari saingannya, Partai Buruh, yang unggul dalam jajak pendapat dan bisa saja menggesernya.

Charles berbicara tentang inisiatif pemerintah untuk mengendalikan inflasi, meningkatkan keamanan energi dan melindungi konsumen dari harga-harga tersembunyi, dan menguraikan apa yang Sunak harapkan akan menjadi reformasi yang memenangkan suara bagi Partai Konservatif.
Sang Raja juga menyuarakan dukungan kuat bagi sekutunya, Ukraina dan Israel, dalam perang yang sedang berlangsung. Dia mengecam &amp;ldquo;tindakan terorisme biadab terhadap rakyat Israel&amp;rdquo; namun mengatakan Inggris akan berupaya memfasilitasi bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

BACA JUGA:
Benarkah Raja Charles III Belajar Membaca Alquran? Cek Faktanya

Pidato berdurasi 10 menit tersebut membahas berbagai isu penting &amp;ndash; mulai dari perlindungan data hingga pedoman hukuman pidana dan peraturan tembakau.
Beberapa usulan yang disebut-sebut sebagai &amp;ldquo;kebebasan Brexit&amp;rdquo; yang dimungkinkan oleh keluarnya Inggris dari Uni Eropa, misalnya peraturan perlindungan data yang tidak terlalu ketat.
Pidato tersebut menyinggung rencana untuk menjatuhkan hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat kepada para pembunuh yang kejam serta hukuman yang lebih berat bagi para pelaku kejahatan seksual yang serius.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMC8wNC81LzE1NDI1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
LONDON - Raja Charles III dari Inggris telah menyampaikan pidato pembukaan parlemen pertamanya sejak naik takhta. Dalam pidatonya, Charles memaparkan prioritas kebijakan pemerintah di berbagai bidang yang mencakup perekonomian, kebijakan luar negeri, dan peradilan pidana.

BACA JUGA:
1 Tahun Kematian Ratu Elizabeth II, Raja Charles III Rekam Pesan Kenang Pengabdian Setia Mendiang Ibunda Tercinta

Pidato tahunan &amp;ndash; yang dikenal sebagai Pidato Raja atau Ratu &amp;ndash; adalah tradisi berusia berabad-abad yang menandai sidang parlemen baru. Pidato tersebut disiapkan oleh pemerintah dan dibacakan oleh raja.
Charles menjadi raja ketika ibunya meninggal pada September 2022 setelah memerintah selama 70 tahun.
&amp;ldquo;Dengan mengingat warisan pengabdian dan pengabdian kepada negara ini yang diberikan oleh ibu tercinta saya, mendiang ratu, maka saya menyampaikan ini, Pidato Raja pertama dalam lebih dari 70 tahun,&amp;rdquo; kata Charles saat mengawali pidatonya pada Selasa, (7/11/2023).

BACA JUGA:
5 Fakta Menarik soal Raja Charles III, Bisa Terbangkan Pesawat Jet

Upacara tersebut bisa menjadi yang pertama dan terakhir kalinya bagi Perdana Menteri Rishi Sunak untuk menyampaikan tuntutan legislatifnya kepada rakyat. Partai Konservatif yang dipimpinnya akan menghadapi ujian berat dalam pemilihan umum yang diharapkan tahun depan dari saingannya, Partai Buruh, yang unggul dalam jajak pendapat dan bisa saja menggesernya.

Charles berbicara tentang inisiatif pemerintah untuk mengendalikan inflasi, meningkatkan keamanan energi dan melindungi konsumen dari harga-harga tersembunyi, dan menguraikan apa yang Sunak harapkan akan menjadi reformasi yang memenangkan suara bagi Partai Konservatif.
Sang Raja juga menyuarakan dukungan kuat bagi sekutunya, Ukraina dan Israel, dalam perang yang sedang berlangsung. Dia mengecam &amp;ldquo;tindakan terorisme biadab terhadap rakyat Israel&amp;rdquo; namun mengatakan Inggris akan berupaya memfasilitasi bantuan kemanusiaan untuk Gaza.

BACA JUGA:
Benarkah Raja Charles III Belajar Membaca Alquran? Cek Faktanya

Pidato berdurasi 10 menit tersebut membahas berbagai isu penting &amp;ndash; mulai dari perlindungan data hingga pedoman hukuman pidana dan peraturan tembakau.
Beberapa usulan yang disebut-sebut sebagai &amp;ldquo;kebebasan Brexit&amp;rdquo; yang dimungkinkan oleh keluarnya Inggris dari Uni Eropa, misalnya peraturan perlindungan data yang tidak terlalu ketat.
Pidato tersebut menyinggung rencana untuk menjatuhkan hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat kepada para pembunuh yang kejam serta hukuman yang lebih berat bagi para pelaku kejahatan seksual yang serius.</content:encoded></item></channel></rss>
