<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kritisi Putusan Batas Usia Capres-Cawapres, Ketua BEM UI Mengaku Diintimidasi Aparat</title><description>Kritisi Putusan MK soal Batas Usia Capres-Cawapres, Ketua BEM UI Mengaku Diintimidasi Aparat</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916555/kritisi-putusan-batas-usia-capres-cawapres-ketua-bem-ui-mengaku-diintimidasi-aparat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916555/kritisi-putusan-batas-usia-capres-cawapres-ketua-bem-ui-mengaku-diintimidasi-aparat"/><item><title>Kritisi Putusan Batas Usia Capres-Cawapres, Ketua BEM UI Mengaku Diintimidasi Aparat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916555/kritisi-putusan-batas-usia-capres-cawapres-ketua-bem-ui-mengaku-diintimidasi-aparat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916555/kritisi-putusan-batas-usia-capres-cawapres-ketua-bem-ui-mengaku-diintimidasi-aparat</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/337/2916555/kritisi-putusan-batas-usia-capres-cawapres-ketua-bem-ui-mengaku-diintimidasi-aparat-P5pUJ07Vwv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kritisi putusan MK soal batas usia capres-cawapres, Ketua BEM UI mengaku diintimidasi aparat. (MPI/Refi Sandi) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/337/2916555/kritisi-putusan-batas-usia-capres-cawapres-ketua-bem-ui-mengaku-diintimidasi-aparat-P5pUJ07Vwv.jpg</image><title>Kritisi putusan MK soal batas usia capres-cawapres, Ketua BEM UI mengaku diintimidasi aparat. (MPI/Refi Sandi) </title></images><description>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMC8xLzE3MjQ5OS81L3g4b3owamQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

DEPOK - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Melki Sedek Huang, mengaku mendapat sejumlah ancaman mengarah ke intimidasi hingga ke orang tua maupun guru semasa SMA di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia merasa intimidasi lantaran dirinya mengkritisi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia capres-cawapres.

&quot;Ibu saya di rumah didatangi aparat keamanan ada dari TNI-Polri menanyakan ke ibu saya, Melki biasa balik ke rumah kapan? Melki kegiatan dulu di rumah ngapain saja? Ibu komunikasi dengan Melki gimana? Beberapa kali ditanyakan termasuk guru di sekolah saya. HP saya pun sudah beberapa kali ditelfon oleh aparat keamanan,&quot; kata Melki saat ditemui di Lapangan Rotunda Kampus UI Depok, Jawa Barat, Selasa (7/11/2023).

Melki tak gentar dengan intimidasi yang diterimanya. Ia menilai, semakin banyak ancaman, ia berarti berada di jalan yang benar.







BACA JUGA:
Ketua MKMK Minta Hakim Kostitusi Tak Berpolitik!












&quot;Tapi tidak satupun ancaman itu buat kita gentar artinya kalau kita semakin banyak diancam kita sudah di jalan yang benar,&quot; ujarnya.

Melki menyebut sebenarnya ancaman telah diterimanya sejak awal tahun menjadi Ketua BEM UI. Namun, menjelang dan setelah aksi menolak putusan MK, intimidasi semakin banyak.





BACA JUGA:
Denny Indrayana: Gibran Menjadi Cawapres Hasil Putusan yang Tak Beretika, Sewajarnya MK Membatalkannya&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;




















&quot;Ancaman dari awal tahun menjadi Ketua BEM UI, tapi habis aksi dan menjelang aksi putusan MK semakin banyak,&quot; ucapnya.

Melki menyoroti kualitas demokrasi di Indonesia ketika berpendapat mendapat intimidasi dan direpresi. Ia meminta masyarakat serta teman seperjuangannya untuk menjaga diri.







BACA JUGA:
Putusan MKMK Dinilai Membuktikan Pencalonan Gibran Jadi Cawapres Cacat Hukum











&quot;Ini bukan soal Melki, tapi banyak juga teman-teman BEM, teman-teman gerakan mahasiswa, teman-teman gerakan rakyat juga mengalami hal sama. Ini bukan saya saja, tapi artinya ada yang salah konsepsi demokrasi sampai semua orang yang kritis, semua orang yang kritik, semua orang yang menyampaikan pendapat harus diintimidasi dan direpresi sampai sebegininya. Ini imbauan buat teman-teman yang hari ini kritis, hari ini melawan jaga diri masing-masing kondisi kekuasaan sedang mengkhawatirkan,&quot; tutur Melki.



</description><content:encoded>

&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMC8xLzE3MjQ5OS81L3g4b3owamQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

DEPOK - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Melki Sedek Huang, mengaku mendapat sejumlah ancaman mengarah ke intimidasi hingga ke orang tua maupun guru semasa SMA di Pontianak, Kalimantan Barat. Ia merasa intimidasi lantaran dirinya mengkritisi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batas usia capres-cawapres.

&quot;Ibu saya di rumah didatangi aparat keamanan ada dari TNI-Polri menanyakan ke ibu saya, Melki biasa balik ke rumah kapan? Melki kegiatan dulu di rumah ngapain saja? Ibu komunikasi dengan Melki gimana? Beberapa kali ditanyakan termasuk guru di sekolah saya. HP saya pun sudah beberapa kali ditelfon oleh aparat keamanan,&quot; kata Melki saat ditemui di Lapangan Rotunda Kampus UI Depok, Jawa Barat, Selasa (7/11/2023).

Melki tak gentar dengan intimidasi yang diterimanya. Ia menilai, semakin banyak ancaman, ia berarti berada di jalan yang benar.







BACA JUGA:
Ketua MKMK Minta Hakim Kostitusi Tak Berpolitik!












&quot;Tapi tidak satupun ancaman itu buat kita gentar artinya kalau kita semakin banyak diancam kita sudah di jalan yang benar,&quot; ujarnya.

Melki menyebut sebenarnya ancaman telah diterimanya sejak awal tahun menjadi Ketua BEM UI. Namun, menjelang dan setelah aksi menolak putusan MK, intimidasi semakin banyak.





BACA JUGA:
Denny Indrayana: Gibran Menjadi Cawapres Hasil Putusan yang Tak Beretika, Sewajarnya MK Membatalkannya&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;




















&quot;Ancaman dari awal tahun menjadi Ketua BEM UI, tapi habis aksi dan menjelang aksi putusan MK semakin banyak,&quot; ucapnya.

Melki menyoroti kualitas demokrasi di Indonesia ketika berpendapat mendapat intimidasi dan direpresi. Ia meminta masyarakat serta teman seperjuangannya untuk menjaga diri.







BACA JUGA:
Putusan MKMK Dinilai Membuktikan Pencalonan Gibran Jadi Cawapres Cacat Hukum











&quot;Ini bukan soal Melki, tapi banyak juga teman-teman BEM, teman-teman gerakan mahasiswa, teman-teman gerakan rakyat juga mengalami hal sama. Ini bukan saya saja, tapi artinya ada yang salah konsepsi demokrasi sampai semua orang yang kritis, semua orang yang kritik, semua orang yang menyampaikan pendapat harus diintimidasi dan direpresi sampai sebegininya. Ini imbauan buat teman-teman yang hari ini kritis, hari ini melawan jaga diri masing-masing kondisi kekuasaan sedang mengkhawatirkan,&quot; tutur Melki.



</content:encoded></item></channel></rss>
