<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Anwar Usman: Ada yang Tega Mengatakan MK sebagai Mahkamah Keluarga!   </title><description>Anwar Usman mengungkapkan jika dirinya terkena fitnah yang keji setelah memutuskan perkara batas usia Capres dan Cawapres&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916738/anwar-usman-ada-yang-tega-mengatakan-mk-sebagai-mahkamah-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916738/anwar-usman-ada-yang-tega-mengatakan-mk-sebagai-mahkamah-keluarga"/><item><title> Anwar Usman: Ada yang Tega Mengatakan MK sebagai Mahkamah Keluarga!   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916738/anwar-usman-ada-yang-tega-mengatakan-mk-sebagai-mahkamah-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916738/anwar-usman-ada-yang-tega-mengatakan-mk-sebagai-mahkamah-keluarga</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/337/2916738/anwar-usman-ada-yang-tega-mengatakan-mk-sebagai-mahkamah-keluarga-ea3pPlxPwQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anwar Usman (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/337/2916738/anwar-usman-ada-yang-tega-mengatakan-mk-sebagai-mahkamah-keluarga-ea3pPlxPwQ.jpg</image><title>Anwar Usman (foto: dok MPI)</title></images><description>

JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman mengungkapkan jika dirinya terkena fitnah yang keji setelah memutuskan perkara 90/PUU-XXI/2023 soal batas usia Capres dan Cawapres banyak yang mengatakan MK menjadi Mahkamah Keluarga.

&quot;Saya tidak pernah berkecil hati sedikitpun, terhadap fitnah yang menerpa saya, namun fitnah keji yang menerpa saya, bahwa saya memutus perkara tertentu berdasarkan kepentingan pribadi dan keluarga, bahkan ada yang tega mengatakan MK sebagai Mahkamah Keluarga,&quot; kata Anwar saat konferensi pers di Gedung MK, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:
Anwar Usman Dicopot, Pencalonan Gibran Disorot! Selengkapnya Malam ini di The Prime Show, Eksklusif di iNews

Anwar melanjutkan, jika dirinya sebagai seorang negarawan harus berani mengambil keputusan demi generasi muda yang akan datang.

&quot;Berbeda halnya denga politisi yang mengambil keputusan berdasarkan kepentingan pemilu. putusan MK sekali lagi tidak berlaku untuk saat ini saja tetapi berlaku untuk seterusnya,&quot; ujar Usman.

Sebelumnya, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman menanggapi soal dirinya yang dicopot secara tidak hormat oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) karena diduga melakukan pelanggaran etik berat soal putusan perkara 90/PUU-XXI/2023.

BACA JUGA:
Dipecat MKMK, Anwar Usman Mendengar Ada Skenario Membunuh Karakternya

Saat menanggapi soal pencopotan dirinya, Anwar membacakan 17 poin yang menyikapi putusan MKMK, Selasa (8/11/2023) kemarin. Kata Anwar, dirinya sudah mengetahui dan telah mendapatkan kabar upaya untuk politisasi dan menjadikannya sebagai objek dalam berbagai putusan MK.

&quot;Namun, meski saya sudah mendengar ada skenario yang berupaya untuk membunuh karakter saya, tetapi saya tetap berbaik sangka, berhusnuzon, karena memang sudah seharusnya begitulah cara dan karakter seorang muslim berpikir,&quot; kata Anwar saat melakukan konferensi pers di Gedung MK, Rabu (8/11/2023).</description><content:encoded>

JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman mengungkapkan jika dirinya terkena fitnah yang keji setelah memutuskan perkara 90/PUU-XXI/2023 soal batas usia Capres dan Cawapres banyak yang mengatakan MK menjadi Mahkamah Keluarga.

&quot;Saya tidak pernah berkecil hati sedikitpun, terhadap fitnah yang menerpa saya, namun fitnah keji yang menerpa saya, bahwa saya memutus perkara tertentu berdasarkan kepentingan pribadi dan keluarga, bahkan ada yang tega mengatakan MK sebagai Mahkamah Keluarga,&quot; kata Anwar saat konferensi pers di Gedung MK, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:
Anwar Usman Dicopot, Pencalonan Gibran Disorot! Selengkapnya Malam ini di The Prime Show, Eksklusif di iNews

Anwar melanjutkan, jika dirinya sebagai seorang negarawan harus berani mengambil keputusan demi generasi muda yang akan datang.

&quot;Berbeda halnya denga politisi yang mengambil keputusan berdasarkan kepentingan pemilu. putusan MK sekali lagi tidak berlaku untuk saat ini saja tetapi berlaku untuk seterusnya,&quot; ujar Usman.

Sebelumnya, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman menanggapi soal dirinya yang dicopot secara tidak hormat oleh Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) karena diduga melakukan pelanggaran etik berat soal putusan perkara 90/PUU-XXI/2023.

BACA JUGA:
Dipecat MKMK, Anwar Usman Mendengar Ada Skenario Membunuh Karakternya

Saat menanggapi soal pencopotan dirinya, Anwar membacakan 17 poin yang menyikapi putusan MKMK, Selasa (8/11/2023) kemarin. Kata Anwar, dirinya sudah mengetahui dan telah mendapatkan kabar upaya untuk politisasi dan menjadikannya sebagai objek dalam berbagai putusan MK.

&quot;Namun, meski saya sudah mendengar ada skenario yang berupaya untuk membunuh karakter saya, tetapi saya tetap berbaik sangka, berhusnuzon, karena memang sudah seharusnya begitulah cara dan karakter seorang muslim berpikir,&quot; kata Anwar saat melakukan konferensi pers di Gedung MK, Rabu (8/11/2023).</content:encoded></item></channel></rss>
