<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anwar Usman: Saya Sadar Putusan Batas Usia Capres-Cawapres Kuat Muatan Politiknya   </title><description>Anwar Usman mengatakan dirinya menyadari soal perkara 90/PUU-XXI/2023 sangat kuat dengan muatan politiknya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916781/anwar-usman-saya-sadar-putusan-batas-usia-capres-cawapres-kuat-muatan-politiknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916781/anwar-usman-saya-sadar-putusan-batas-usia-capres-cawapres-kuat-muatan-politiknya"/><item><title>Anwar Usman: Saya Sadar Putusan Batas Usia Capres-Cawapres Kuat Muatan Politiknya   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916781/anwar-usman-saya-sadar-putusan-batas-usia-capres-cawapres-kuat-muatan-politiknya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916781/anwar-usman-saya-sadar-putusan-batas-usia-capres-cawapres-kuat-muatan-politiknya</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 17:19 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/337/2916781/anwar-usman-saya-sadar-putusan-batas-usia-capres-cawapres-kuat-muatan-politiknya-w3Yekgc8hh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Anwar Usman. (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/337/2916781/anwar-usman-saya-sadar-putusan-batas-usia-capres-cawapres-kuat-muatan-politiknya-w3Yekgc8hh.jpg</image><title>Anwar Usman. (Foto: Antara)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wOC8xLzE3MzM5Ni81L3g4cGdjc2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengatakan jika dirinya menyadari soal perkara 90/PUU-XXI/2023 soal batas usia Capres dan Cawapres sangat kuat dengan muatan politiknya.

&quot;Saya menyadari dengan sepenuh hati, ketika menangani perkara PUU Pemilu, khususnya terkait dengan batas usia Capres dan Cawapres, perkara tersebut sangat kuat muatan politiknya,&quot; kata Anwar saat konferensi pers di Gedung MK, Rabu (8/11/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sayangkan Peradilan Etik MKMK Digelar Terbuka, Anwar Usman : Melanggar Ketentuan

Namun, kata Anwar, sebagai hakim konstitusi dirinya tetap patuh terhadap asas-asas dan ketentuan hukum yang berlaku. Sedari awal, dirinya adalah seorang hakim yang memutuskan sesuatu berdasarkan hati nurani.

&quot;Oleh karena itu, saya tidak pernah takut dengan tekanan dalam bentuk apapun, dan oleh siapapun dalam memutus sebuah perkara, sesuai dengan keyakinan saya sebagai Hakim yang akan saya pertanggungjawabkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,&quot; kata Anwar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Anwar Usman: Ada yang Tega Mengatakan MK sebagai Mahkamah Keluarga!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sebelum itu, Anwar Usman mengungkapkan jika dirinya terkena fitnah yang keji setelah memutuskan perkara 90/PUU-XXI/2023 soal batas usia Capres dan Cawapres banyak yang mengatakan MK menjadi Mahkamah Keluarga.

&quot;Saya tidak pernah berkecil hati sedikitpun, terhadap fitnah yang menerpa saya, namun fitnah keji yang menerpa saya, bahwa saya memutus perkara tertentu berdasarkan kepentingan pribadi dan keluarga, bahkan ada yang tega mengatakan MK sebagai Mahkamah Keluarga,&quot; kata Anwar saat konferensi pers di Gedung MK, Rabu (8/11/2023).Anwar melanjutkan, jika dirinya sebagai seorang negarawan harus berani mengambil keputusan demi generasi muda yang akan datang.



&quot;Berbeda halnya denga politisi yang mengambil keputusan berdasarkan kepentingan pemilu. putusan MK sekali lagi tidak berlaku untuk saat ini saja tetapi berlaku untuk seterusnya,&quot; ujar Usman.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wOC8xLzE3MzM5Ni81L3g4cGdjc2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengatakan jika dirinya menyadari soal perkara 90/PUU-XXI/2023 soal batas usia Capres dan Cawapres sangat kuat dengan muatan politiknya.

&quot;Saya menyadari dengan sepenuh hati, ketika menangani perkara PUU Pemilu, khususnya terkait dengan batas usia Capres dan Cawapres, perkara tersebut sangat kuat muatan politiknya,&quot; kata Anwar saat konferensi pers di Gedung MK, Rabu (8/11/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sayangkan Peradilan Etik MKMK Digelar Terbuka, Anwar Usman : Melanggar Ketentuan

Namun, kata Anwar, sebagai hakim konstitusi dirinya tetap patuh terhadap asas-asas dan ketentuan hukum yang berlaku. Sedari awal, dirinya adalah seorang hakim yang memutuskan sesuatu berdasarkan hati nurani.

&quot;Oleh karena itu, saya tidak pernah takut dengan tekanan dalam bentuk apapun, dan oleh siapapun dalam memutus sebuah perkara, sesuai dengan keyakinan saya sebagai Hakim yang akan saya pertanggungjawabkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,&quot; kata Anwar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Anwar Usman: Ada yang Tega Mengatakan MK sebagai Mahkamah Keluarga!&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Sebelum itu, Anwar Usman mengungkapkan jika dirinya terkena fitnah yang keji setelah memutuskan perkara 90/PUU-XXI/2023 soal batas usia Capres dan Cawapres banyak yang mengatakan MK menjadi Mahkamah Keluarga.

&quot;Saya tidak pernah berkecil hati sedikitpun, terhadap fitnah yang menerpa saya, namun fitnah keji yang menerpa saya, bahwa saya memutus perkara tertentu berdasarkan kepentingan pribadi dan keluarga, bahkan ada yang tega mengatakan MK sebagai Mahkamah Keluarga,&quot; kata Anwar saat konferensi pers di Gedung MK, Rabu (8/11/2023).Anwar melanjutkan, jika dirinya sebagai seorang negarawan harus berani mengambil keputusan demi generasi muda yang akan datang.



&quot;Berbeda halnya denga politisi yang mengambil keputusan berdasarkan kepentingan pemilu. putusan MK sekali lagi tidak berlaku untuk saat ini saja tetapi berlaku untuk seterusnya,&quot; ujar Usman.

</content:encoded></item></channel></rss>
