<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jaga Kedaulatan Maritim, Ganjar Akan Inventaris Pulau Terluar dan Namai Pakai Bahasa Indonesia</title><description>Jaga Kedaulatan Maritim, Ganjar Akan Inventaris Pulau Terluar dan Namai Pakai Bahasa Indonesia</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916790/jaga-kedaulatan-maritim-ganjar-akan-inventaris-pulau-terluar-dan-namai-pakai-bahasa-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916790/jaga-kedaulatan-maritim-ganjar-akan-inventaris-pulau-terluar-dan-namai-pakai-bahasa-indonesia"/><item><title>Jaga Kedaulatan Maritim, Ganjar Akan Inventaris Pulau Terluar dan Namai Pakai Bahasa Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916790/jaga-kedaulatan-maritim-ganjar-akan-inventaris-pulau-terluar-dan-namai-pakai-bahasa-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/08/337/2916790/jaga-kedaulatan-maritim-ganjar-akan-inventaris-pulau-terluar-dan-namai-pakai-bahasa-indonesia</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Erha Aprili Ramadhoni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/337/2916790/jaga-kedaulatan-maritim-ganjar-akan-inventaris-pulau-terluar-dan-namai-pakai-bahasa-indonesia-SnEesvaTkr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/337/2916790/jaga-kedaulatan-maritim-ganjar-akan-inventaris-pulau-terluar-dan-namai-pakai-bahasa-indonesia-SnEesvaTkr.jpg</image><title>Ganjar Pranowo. (Ist)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNy8xLzE3MzMyMS81L3g4cGV2ZHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA - Bakal calon presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo menegaskan komitmennya terhadap kedaulatan maritim Indonesia dengan rencana untuk memberikan nama Indonesia kepada pulau-pulau terluar. Hal itu merupakan salah satu acara untuk melindungi pulau Indonesia agar tidak diakui negara lain.



Ganjar mengungkapkan hal itu saat menghadiri acara yang CSIS di Jakarta,  Selasa (7/11/2023).

&quot;Soal kedaulatan maritim, ada beberapa hal yang menjadi catatan penting menurut kami adalah penggunaan Bahasa Indonesia untuk nama pulau- pulau terluar. Melakukan inventarisasi pulau-pulau kecil rasanya penting,&quot; kata Ganjar dalam keterangannya, Rabu (8/11/2023).

Ganjar menyebut, adanya pulau Indonesia yang direbut negara lain. Pulau itu ialah Sipadan dan Ligitan yang terletak di timur laut Pulau Kalimantan, sekitar 150 kilometer dari Pulau Tarakan di Kalimantan Utara.

&quot;Kita pernah punya pengalaman Pulau Sipadan dan Ligitan. Kalau kita bicara dari sisi sejarahnya, wah perdebatannya panjang sekali,&quot; ujar Ganjar.







BACA JUGA:
Para Ketum Pendukung Ganjar-Mahfud MD Kembali Kumpul, Ini yang Akan Dibahas&amp;nbsp; &amp;nbsp;


















Ganjar menuturkan pentingnya memahami sejarah dan kultur yang berkembang di pulau-pulau terluar sebagai bagian dari identitas Indonesia yang beragam.

&quot;Bagaimana kita menamai pulau itu atau lambang uang yang berlaku di sana dan kultur apa yang berkembang di sana,&quot; ujarnya.






BACA JUGA:
Ganjar dan Mahfud MD, Pasangan Paling Tegas Sikapi Konflik Israel-Palestina




















Selain itu, Ganjar menekankan perlunya meningkatkan anggaran pertahanan untuk mengamankan wilayah Indonesia. Peningkatan anggaran pertahanan ini juga terjadi di negara di Asia.

Menurut Ganjar, pentingnya kerjasama dan perjanjian internasional untuk mengukuhkan posisi Indonesia dalam tata kelola wilayah maritimnya.



&quot;Maka kalau kita anggaran pertahanan negara-negara yang ada di Asia saja sudah meningkat cukup tinggi, dan tentu saja kita mesti mengoptimalkan kerjasama dan perjanjian internasional. Ini untuk penguatan posisi Indonesia,&quot; tutur Ganjar.






BACA JUGA:
Ikut Rapat TPN, Yenny Wahid Buktikan Tancap Gas Menangkan Ganjar-Mahfud























Ganjar menegaskan keinginanya untuk mengamankan wilayah maritim Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di sektor maritim.



&quot;Negara yang besar ini butuh perhatian besar pula, maka kalau kita ingin mengamankan kondisi wilayah maritim kita, itu salah satunya. Lalu Menggandakan anggaran untuk pertahanan laut,&quot; tutur Ganjar.





</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNy8xLzE3MzMyMS81L3g4cGV2ZHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;



JAKARTA - Bakal calon presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo menegaskan komitmennya terhadap kedaulatan maritim Indonesia dengan rencana untuk memberikan nama Indonesia kepada pulau-pulau terluar. Hal itu merupakan salah satu acara untuk melindungi pulau Indonesia agar tidak diakui negara lain.



Ganjar mengungkapkan hal itu saat menghadiri acara yang CSIS di Jakarta,  Selasa (7/11/2023).

&quot;Soal kedaulatan maritim, ada beberapa hal yang menjadi catatan penting menurut kami adalah penggunaan Bahasa Indonesia untuk nama pulau- pulau terluar. Melakukan inventarisasi pulau-pulau kecil rasanya penting,&quot; kata Ganjar dalam keterangannya, Rabu (8/11/2023).

Ganjar menyebut, adanya pulau Indonesia yang direbut negara lain. Pulau itu ialah Sipadan dan Ligitan yang terletak di timur laut Pulau Kalimantan, sekitar 150 kilometer dari Pulau Tarakan di Kalimantan Utara.

&quot;Kita pernah punya pengalaman Pulau Sipadan dan Ligitan. Kalau kita bicara dari sisi sejarahnya, wah perdebatannya panjang sekali,&quot; ujar Ganjar.







BACA JUGA:
Para Ketum Pendukung Ganjar-Mahfud MD Kembali Kumpul, Ini yang Akan Dibahas&amp;nbsp; &amp;nbsp;


















Ganjar menuturkan pentingnya memahami sejarah dan kultur yang berkembang di pulau-pulau terluar sebagai bagian dari identitas Indonesia yang beragam.

&quot;Bagaimana kita menamai pulau itu atau lambang uang yang berlaku di sana dan kultur apa yang berkembang di sana,&quot; ujarnya.






BACA JUGA:
Ganjar dan Mahfud MD, Pasangan Paling Tegas Sikapi Konflik Israel-Palestina




















Selain itu, Ganjar menekankan perlunya meningkatkan anggaran pertahanan untuk mengamankan wilayah Indonesia. Peningkatan anggaran pertahanan ini juga terjadi di negara di Asia.

Menurut Ganjar, pentingnya kerjasama dan perjanjian internasional untuk mengukuhkan posisi Indonesia dalam tata kelola wilayah maritimnya.



&quot;Maka kalau kita anggaran pertahanan negara-negara yang ada di Asia saja sudah meningkat cukup tinggi, dan tentu saja kita mesti mengoptimalkan kerjasama dan perjanjian internasional. Ini untuk penguatan posisi Indonesia,&quot; tutur Ganjar.






BACA JUGA:
Ikut Rapat TPN, Yenny Wahid Buktikan Tancap Gas Menangkan Ganjar-Mahfud























Ganjar menegaskan keinginanya untuk mengamankan wilayah maritim Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di sektor maritim.



&quot;Negara yang besar ini butuh perhatian besar pula, maka kalau kita ingin mengamankan kondisi wilayah maritim kita, itu salah satunya. Lalu Menggandakan anggaran untuk pertahanan laut,&quot; tutur Ganjar.





</content:encoded></item></channel></rss>
