<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Sosok Panglima TNI yang Lebih Memilih Tidur dengan Pistol Dekat Bantal Dibanding Dikawal Para Tentara</title><description>&amp;nbsp;
Lahir pada tanggal 23 Juni 1928 di Kajuara, Bone, Celebes, Hindia Belanda</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/09/337/2917445/ini-sosok-panglima-tni-yang-lebih-memilih-tidur-dengan-pistol-dekat-bantal-dibanding-dikawal-para-tentara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/09/337/2917445/ini-sosok-panglima-tni-yang-lebih-memilih-tidur-dengan-pistol-dekat-bantal-dibanding-dikawal-para-tentara"/><item><title>Ini Sosok Panglima TNI yang Lebih Memilih Tidur dengan Pistol Dekat Bantal Dibanding Dikawal Para Tentara</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/09/337/2917445/ini-sosok-panglima-tni-yang-lebih-memilih-tidur-dengan-pistol-dekat-bantal-dibanding-dikawal-para-tentara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/09/337/2917445/ini-sosok-panglima-tni-yang-lebih-memilih-tidur-dengan-pistol-dekat-bantal-dibanding-dikawal-para-tentara</guid><pubDate>Kamis 09 November 2023 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Alya Shafa Maryam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/09/337/2917445/ini-sosok-panglima-tni-yang-lebih-memilih-tidur-dengan-pistol-dekat-bantal-dibanding-dikawal-para-tentara-REylyRLyGH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI Andi Muhammad Jusuf Amir/Foto: Wikipedia </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/09/337/2917445/ini-sosok-panglima-tni-yang-lebih-memilih-tidur-dengan-pistol-dekat-bantal-dibanding-dikawal-para-tentara-REylyRLyGH.jpg</image><title>Panglima TNI Andi Muhammad Jusuf Amir/Foto: Wikipedia </title></images><description>


JAKARTA - Jenderal TNI (Purn.) Andi Muhammad Jusuf Amir atau yang lebih dikenal dengan nama M. Jusuf adalah salah satu Panglima TNI yang dikenal sebagai sosok yang dekat dengan para prajurit serta kesederhanaannya yang menolak penjagaan tentara pada rumahnya.
Lahir pada tanggal 23 Juni 1928 di Kajuara, Bone, Celebes, Hindia Belanda, Jenderal Jusuf merupakan keturunan bangsawan Bugis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Jenderal TNI Mengemasi Bendera Merah Putih yang Berkibar Terakhir Kali di Timor Timur&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Jenderal Jusuf dikenal karena keberanian dan dedikasinya terhadap pergerakan kemerdekaan Indonesia, sebagaimana dibuktikan dengan partisipasinya dalam berbagai operasi militer, termasuk melawan pemerintah Belanda, yang bersiap untuk merebut kembali Indonesia.
Ia juga merupakan saksi mata dari peristiwa Supersemar, sebuah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Meskipun memiliki pangkat yang tinggi, dia juga terlibat dalam perlawanan terhadap pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kesiapan Jenderal Agus Subiyanto Jelang Fit and Proper Test Calon Panglima TNI

Pada tahun 1964, beliau lolos dari penyergapan pasukan Andi Selle di Pinrang. Jenderal Jusuf memilih untuk tidur dengan pistol di bawah bantalnya dan sebuah sten gun yang berada dekat dengan tempat tidurnya daripada dilindungi oleh anak buahnya.
Keputusan ini mungkin dipengaruhi oleh karakternya yang kuat dan integritasnya yang tinggi dalam menjalankan tugasnya, serta kepeduliannya terhadap kehormatan dan martabat militer Indonesia.
Karena tidak adanya pos penjagaan di rumah Jenderal Jusuf maka para tentara yang ditugaskan untuk berjaga hanya memantau dari garasi rumah. Mayor Jenderal Benny Moerdani secara diam-diam menunjuk beberapa prajurit pilihan dari Korps Baret Merah yang ditugaskan untuk mengawal ke mana pun Jendral Jusuf pergi. Dengan pakaian yang tidak mencolok sehingga kehadiran pengawal tersebut tidak diketahui.</description><content:encoded>


JAKARTA - Jenderal TNI (Purn.) Andi Muhammad Jusuf Amir atau yang lebih dikenal dengan nama M. Jusuf adalah salah satu Panglima TNI yang dikenal sebagai sosok yang dekat dengan para prajurit serta kesederhanaannya yang menolak penjagaan tentara pada rumahnya.
Lahir pada tanggal 23 Juni 1928 di Kajuara, Bone, Celebes, Hindia Belanda, Jenderal Jusuf merupakan keturunan bangsawan Bugis.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Jenderal TNI Mengemasi Bendera Merah Putih yang Berkibar Terakhir Kali di Timor Timur&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Jenderal Jusuf dikenal karena keberanian dan dedikasinya terhadap pergerakan kemerdekaan Indonesia, sebagaimana dibuktikan dengan partisipasinya dalam berbagai operasi militer, termasuk melawan pemerintah Belanda, yang bersiap untuk merebut kembali Indonesia.
Ia juga merupakan saksi mata dari peristiwa Supersemar, sebuah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Meskipun memiliki pangkat yang tinggi, dia juga terlibat dalam perlawanan terhadap pemberontakan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kesiapan Jenderal Agus Subiyanto Jelang Fit and Proper Test Calon Panglima TNI

Pada tahun 1964, beliau lolos dari penyergapan pasukan Andi Selle di Pinrang. Jenderal Jusuf memilih untuk tidur dengan pistol di bawah bantalnya dan sebuah sten gun yang berada dekat dengan tempat tidurnya daripada dilindungi oleh anak buahnya.
Keputusan ini mungkin dipengaruhi oleh karakternya yang kuat dan integritasnya yang tinggi dalam menjalankan tugasnya, serta kepeduliannya terhadap kehormatan dan martabat militer Indonesia.
Karena tidak adanya pos penjagaan di rumah Jenderal Jusuf maka para tentara yang ditugaskan untuk berjaga hanya memantau dari garasi rumah. Mayor Jenderal Benny Moerdani secara diam-diam menunjuk beberapa prajurit pilihan dari Korps Baret Merah yang ditugaskan untuk mengawal ke mana pun Jendral Jusuf pergi. Dengan pakaian yang tidak mencolok sehingga kehadiran pengawal tersebut tidak diketahui.</content:encoded></item></channel></rss>
