<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berantas Kemiskinan Ekstrem, Pemkot Tangsel Gelontorkan Ratusan Miliar Rupiah</title><description>&quot;Total Rp653 miliar akan dikucurkan ke dalam 96 sub kegiatan di 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD),&quot; katanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/09/338/2917206/berantas-kemiskinan-ekstrem-pemkot-tangsel-gelontorkan-ratusan-miliar-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/09/338/2917206/berantas-kemiskinan-ekstrem-pemkot-tangsel-gelontorkan-ratusan-miliar-rupiah"/><item><title>Berantas Kemiskinan Ekstrem, Pemkot Tangsel Gelontorkan Ratusan Miliar Rupiah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/09/338/2917206/berantas-kemiskinan-ekstrem-pemkot-tangsel-gelontorkan-ratusan-miliar-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/09/338/2917206/berantas-kemiskinan-ekstrem-pemkot-tangsel-gelontorkan-ratusan-miliar-rupiah</guid><pubDate>Kamis 09 November 2023 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/09/338/2917206/berantas-kemiskinan-ekstrem-pemkot-tangsel-gelontorkan-ratusan-miliar-rupiah-BppM6He85k.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (Foto: Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/09/338/2917206/berantas-kemiskinan-ekstrem-pemkot-tangsel-gelontorkan-ratusan-miliar-rupiah-BppM6He85k.jpg</image><title>Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie (Foto: Ist)</title></images><description>JAKARTA - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menargetkan angka kemiskinan ekstrem nol persen pada 2024 di Tangsel. Itu bisa terwujud dengan berbagai program yang diluncurkan.

&amp;ldquo;Saya optimis target tercapai. Kita kan dalam merumuskan kebijakan basisnya data, karena program-program APBD sudah banyak intervensi mengarah ke sana,&amp;rdquo; kata Benyamin dalam keterangannya, Kamis (9/11/2023).

BACA JUGA:
4.036 Personel Gabungan Siap Amankan Piala Dunia U-17 2023 di Solo


Untuk penanganan kemiskinan ekstrem, intervensi yang dilakukan Pemkot Tangsel dengan menggelontorkan ratusan miliar rupiah. Kebijakan tersebut menjadi bukti konkret Pemkot Tangsel pro rakyat di bawah kepemimpinan Benyamin Davnie Pilar Saga Ichsan.

&quot;Total Rp653 miliar akan dikucurkan ke dalam 96 sub kegiatan di 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD),&quot; katanya.

BACA JUGA:
 Pedagang Mainan di Bogor Ditemukan Tewas Tergantung, Tinggalkan Nomor Telepon&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Ditambah lagi dengan alokasi anggaran program percepatan penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem mencapai 14,57 persen atau sebesar Rp653.558.181.622. Program tersebut ditujukan untuk mengurangi tingkat kemiskinan menjadi 1,75 persen dan menurunkan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen.

Kemudian, meningkatkan kualitas pembangunan SDM melalui peningkatan IPM menjadi 82,4 persen. Mnurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,67 persen.

BACA JUGA:
Sederet Program Ganjar Pranowo yang Berhasil Mengurangi Angka Kemiskinan


Lalu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah menjadi 6,90 persen. Diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menurunkan kesenjangan menjadi 0,34 persen.

&amp;ldquo;Selain itu, program dan kegiatan juga diarahkan untuk mencapai kinerja tematik yang selaras dengan prioritas nasional, antara lain penurunan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen dan menurunkan angka stunting menjadi di bawah delapan persen,&amp;rdquo; katanya.
Terdapat juga belanja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam komponen belanja operasional. Di antaranya, belanja terkait penanganan kemiskinan, bantuan sosial, hibah, belanja UHC.
Penanganan stunting, pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan publik, serta belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat.
&amp;ldquo;Kami sepakat agar belanja Pemerintah Daerah digunakan untuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mampu menggerakan roda perekonomian sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&amp;rdquo; tuturnya.

BACA JUGA:
Selesaikan Masalah Kemiskinan: Ganjar Lewat Pendidikan, Prabowo Salurkan BLT

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tangsel, Eki Herdiana mengaku telah melakukan kategorisasi orang miskin. Yakni, masyarakat yang konsumsi per bulannya Rp700 ribu. Kemudian, untuk masyarakat miskin ekstrem, konsumsinya per bulan Rp500 ribu.
Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI, sebanyak 40 ribuan orang di Tangsel masuk dalam kategori miskin. Sedangkan yang masuk kategori miskin ekstrem ada 7 ribuan. Angka tersebut yang akan dilakukan verifikasi agar mendapat data yang riil dan faktual.
&amp;ldquo;Makanya mau kita sandingkan, mau kita siapkan formatnya tinggal disosialisasikan, sebetulnya verifikasi ini juga sudah kita lakukan,&amp;rdquo; pungkas Eki.

</description><content:encoded>JAKARTA - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menargetkan angka kemiskinan ekstrem nol persen pada 2024 di Tangsel. Itu bisa terwujud dengan berbagai program yang diluncurkan.

&amp;ldquo;Saya optimis target tercapai. Kita kan dalam merumuskan kebijakan basisnya data, karena program-program APBD sudah banyak intervensi mengarah ke sana,&amp;rdquo; kata Benyamin dalam keterangannya, Kamis (9/11/2023).

BACA JUGA:
4.036 Personel Gabungan Siap Amankan Piala Dunia U-17 2023 di Solo


Untuk penanganan kemiskinan ekstrem, intervensi yang dilakukan Pemkot Tangsel dengan menggelontorkan ratusan miliar rupiah. Kebijakan tersebut menjadi bukti konkret Pemkot Tangsel pro rakyat di bawah kepemimpinan Benyamin Davnie Pilar Saga Ichsan.

&quot;Total Rp653 miliar akan dikucurkan ke dalam 96 sub kegiatan di 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD),&quot; katanya.

BACA JUGA:
 Pedagang Mainan di Bogor Ditemukan Tewas Tergantung, Tinggalkan Nomor Telepon&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Ditambah lagi dengan alokasi anggaran program percepatan penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem mencapai 14,57 persen atau sebesar Rp653.558.181.622. Program tersebut ditujukan untuk mengurangi tingkat kemiskinan menjadi 1,75 persen dan menurunkan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen.

Kemudian, meningkatkan kualitas pembangunan SDM melalui peningkatan IPM menjadi 82,4 persen. Mnurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,67 persen.

BACA JUGA:
Sederet Program Ganjar Pranowo yang Berhasil Mengurangi Angka Kemiskinan


Lalu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah menjadi 6,90 persen. Diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menurunkan kesenjangan menjadi 0,34 persen.

&amp;ldquo;Selain itu, program dan kegiatan juga diarahkan untuk mencapai kinerja tematik yang selaras dengan prioritas nasional, antara lain penurunan kemiskinan ekstrem menjadi nol persen dan menurunkan angka stunting menjadi di bawah delapan persen,&amp;rdquo; katanya.
Terdapat juga belanja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam komponen belanja operasional. Di antaranya, belanja terkait penanganan kemiskinan, bantuan sosial, hibah, belanja UHC.
Penanganan stunting, pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan publik, serta belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat.
&amp;ldquo;Kami sepakat agar belanja Pemerintah Daerah digunakan untuk kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mampu menggerakan roda perekonomian sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,&amp;rdquo; tuturnya.

BACA JUGA:
Selesaikan Masalah Kemiskinan: Ganjar Lewat Pendidikan, Prabowo Salurkan BLT

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tangsel, Eki Herdiana mengaku telah melakukan kategorisasi orang miskin. Yakni, masyarakat yang konsumsi per bulannya Rp700 ribu. Kemudian, untuk masyarakat miskin ekstrem, konsumsinya per bulan Rp500 ribu.
Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI, sebanyak 40 ribuan orang di Tangsel masuk dalam kategori miskin. Sedangkan yang masuk kategori miskin ekstrem ada 7 ribuan. Angka tersebut yang akan dilakukan verifikasi agar mendapat data yang riil dan faktual.
&amp;ldquo;Makanya mau kita sandingkan, mau kita siapkan formatnya tinggal disosialisasikan, sebetulnya verifikasi ini juga sudah kita lakukan,&amp;rdquo; pungkas Eki.

</content:encoded></item></channel></rss>
