<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemarau Masih Mengintai, BMKG Imbau Petani Jangan Tabur Benih Dulu</title><description>Sehingga mereka meminta petani agar tidak menebar benih terlebih dahulu
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/09/510/2917212/kemarau-masih-mengintai-bmkg-imbau-petani-jangan-tabur-benih-dulu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/09/510/2917212/kemarau-masih-mengintai-bmkg-imbau-petani-jangan-tabur-benih-dulu"/><item><title>Kemarau Masih Mengintai, BMKG Imbau Petani Jangan Tabur Benih Dulu</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/09/510/2917212/kemarau-masih-mengintai-bmkg-imbau-petani-jangan-tabur-benih-dulu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/09/510/2917212/kemarau-masih-mengintai-bmkg-imbau-petani-jangan-tabur-benih-dulu</guid><pubDate>Kamis 09 November 2023 12:02 WIB</pubDate><dc:creator>Erfan Erlin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/09/510/2917212/kemarau-masih-mengintai-bmkg-imbau-petani-jangan-tabur-benih-dulu-trQ165HvQS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BMKG imbau petani tunda pembenihan/Foto: Istimewa </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/09/510/2917212/kemarau-masih-mengintai-bmkg-imbau-petani-jangan-tabur-benih-dulu-trQ165HvQS.jpg</image><title>BMKG imbau petani tunda pembenihan/Foto: Istimewa </title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNS80LzE3MzIzNC81L3g4cGN4ODM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Meski hujan sudah sering terjadi di DIY, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY menandaskan wilayah ini belum memasuki musim penghujan. Sehingga mereka meminta petani agar tidak menebar benih terlebih dahulu.

Kepala BMKG DIY, Reni Karningtyas mengajak kepada para petani agar memperhatikan imbauan yang mereka keluarkan jika ingin memulai masa tanam. Hal ini bertujuan agar petani tidak mengalami kerugian yang lebih besar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemarau Berkepanjangan, Warga Purwosari Gelar Sholat Minta Hujan

&quot;Kan sering toh, petani menebar benih karena sudah hujan. Tapi habis itu tidak hujan lagi, benihnya tidak tumbuh dan harus menebar lagi,&quot; tutur dia.

Oleh karenanya, Reni menghimbau kepada petani ketika hendak memulai masa tanam sebaiknya menabur benih dilakukan jika awal musim hujan sudah  masuk di suatu wilayah. Dan untuk DIY bukan saat ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Peralihan dari Kemarau ke Hujan, Masyarakat Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi

Pasalnya untuk wilayah DIY awal musim hujannya bervariasi. Di mana musim hujan di DIY dimulai dari November dasarian 1 sampai dengan Desember dasarian 1. Sehingga sebagian besar wilayah DIY masih mengalami musim kemarau.

Dia menyebut jika saat ini baru awal November atau November dasarian 1. Di mana yang disarankan sudah  bisa menabur benih baru di Kabupaten kulonprogo bagian Utara. Sementara di wilayah lain diminta untuk menundanya terlebih dahulu.

Berdasarkan pantauan dari BMKG, prakiraan Awal Musim Hujan 2023/2024 D.I Yogyakarta terjadi pada November dasarian 1 (1-10 November) yaitu meliputi Kabupaten Kulon Progo bagian utara. Kemudian November dasarian II yaitu (11-20 November) meliputi Kabupaten Sleman bagian utara.

&quot;Di dasarian II november yang mulai masuk musim penghujan adalah Kabupaten Gunungkidul bagian tengah dan selatan,&quot; tambahnya.

Sementara untuk November dasarian III (21-30 November) meliputi Kabupaten Kulon Progo bagian tengah dan selatan, sebagian Kabupaten Bantul bagian barat, Kabupaten Bantul bagian tengah dan selatan, Kabupaten Gunungkidul bagian utara.



Dan di Desember dasarian I meliputi Kabupaten Sleman bagian selatan, Kabupaten Bantul bagian utara, sebagian Kabupaten Gunungkidul bagian barat. Sehingga mulai dasarian I Desember, seluruh wilayah DIY sudah memasuki musim penghujan.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

4.036 Personel Gabungan Siap Amankan Piala Dunia U-17 2023 di Solo


Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo menambahkan kendati musim hujan belum menentu, namun sebagian besar petani di Gunungkidul sudah melakukan tradisi 'ngawu-awu' yaitu tradisi mengolah tanah menjelang musim penghujan. Bahkan sudah ada yang mulai menebar benih meskipun saat ini hujan kembali menghilang.



&quot;Petani sudah bersiap menyambut musim tanam I. Mereka sudah mengolah tanahnya agar langsung bisa ditaburi benih,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNS80LzE3MzIzNC81L3g4cGN4ODM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
YOGYAKARTA - Meski hujan sudah sering terjadi di DIY, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY menandaskan wilayah ini belum memasuki musim penghujan. Sehingga mereka meminta petani agar tidak menebar benih terlebih dahulu.

Kepala BMKG DIY, Reni Karningtyas mengajak kepada para petani agar memperhatikan imbauan yang mereka keluarkan jika ingin memulai masa tanam. Hal ini bertujuan agar petani tidak mengalami kerugian yang lebih besar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kemarau Berkepanjangan, Warga Purwosari Gelar Sholat Minta Hujan

&quot;Kan sering toh, petani menebar benih karena sudah hujan. Tapi habis itu tidak hujan lagi, benihnya tidak tumbuh dan harus menebar lagi,&quot; tutur dia.

Oleh karenanya, Reni menghimbau kepada petani ketika hendak memulai masa tanam sebaiknya menabur benih dilakukan jika awal musim hujan sudah  masuk di suatu wilayah. Dan untuk DIY bukan saat ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Peralihan dari Kemarau ke Hujan, Masyarakat Diminta Waspada Bencana Hidrometeorologi

Pasalnya untuk wilayah DIY awal musim hujannya bervariasi. Di mana musim hujan di DIY dimulai dari November dasarian 1 sampai dengan Desember dasarian 1. Sehingga sebagian besar wilayah DIY masih mengalami musim kemarau.

Dia menyebut jika saat ini baru awal November atau November dasarian 1. Di mana yang disarankan sudah  bisa menabur benih baru di Kabupaten kulonprogo bagian Utara. Sementara di wilayah lain diminta untuk menundanya terlebih dahulu.

Berdasarkan pantauan dari BMKG, prakiraan Awal Musim Hujan 2023/2024 D.I Yogyakarta terjadi pada November dasarian 1 (1-10 November) yaitu meliputi Kabupaten Kulon Progo bagian utara. Kemudian November dasarian II yaitu (11-20 November) meliputi Kabupaten Sleman bagian utara.

&quot;Di dasarian II november yang mulai masuk musim penghujan adalah Kabupaten Gunungkidul bagian tengah dan selatan,&quot; tambahnya.

Sementara untuk November dasarian III (21-30 November) meliputi Kabupaten Kulon Progo bagian tengah dan selatan, sebagian Kabupaten Bantul bagian barat, Kabupaten Bantul bagian tengah dan selatan, Kabupaten Gunungkidul bagian utara.



Dan di Desember dasarian I meliputi Kabupaten Sleman bagian selatan, Kabupaten Bantul bagian utara, sebagian Kabupaten Gunungkidul bagian barat. Sehingga mulai dasarian I Desember, seluruh wilayah DIY sudah memasuki musim penghujan.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

4.036 Personel Gabungan Siap Amankan Piala Dunia U-17 2023 di Solo


Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo menambahkan kendati musim hujan belum menentu, namun sebagian besar petani di Gunungkidul sudah melakukan tradisi 'ngawu-awu' yaitu tradisi mengolah tanah menjelang musim penghujan. Bahkan sudah ada yang mulai menebar benih meskipun saat ini hujan kembali menghilang.



&quot;Petani sudah bersiap menyambut musim tanam I. Mereka sudah mengolah tanahnya agar langsung bisa ditaburi benih,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
