<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswa Perokok Aniaya Guru di Bima, Partai Perindo: Sanksi Tegas sebagai Efek Jera</title><description>Siswa tersebut melakukan pemukulan terhadap gurunya hingga babak belur lantaran ditegur karena merokok.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/10/1/2918263/siswa-perokok-aniaya-guru-di-bima-partai-perindo-sanksi-tegas-sebagai-efek-jera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/10/1/2918263/siswa-perokok-aniaya-guru-di-bima-partai-perindo-sanksi-tegas-sebagai-efek-jera"/><item><title>Siswa Perokok Aniaya Guru di Bima, Partai Perindo: Sanksi Tegas sebagai Efek Jera</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/10/1/2918263/siswa-perokok-aniaya-guru-di-bima-partai-perindo-sanksi-tegas-sebagai-efek-jera</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/10/1/2918263/siswa-perokok-aniaya-guru-di-bima-partai-perindo-sanksi-tegas-sebagai-efek-jera</guid><pubDate>Jum'at 10 November 2023 18:55 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/10/1/2918263/siswa-perokok-aniaya-guru-di-bima-partai-perindo-sanksi-tegas-sebagai-efek-jera-N2oumZSmh9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/10/1/2918263/siswa-perokok-aniaya-guru-di-bima-partai-perindo-sanksi-tegas-sebagai-efek-jera-N2oumZSmh9.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMC8xLzE3MzUyMS81L3g4cGltbnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Partai Perindo mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh siswa salah satu SMK di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap gurunya.
Siswa tersebut melakukan pemukulan terhadap gurunya hingga babak belur lantaran ditegur karena merokok.
Juru Bicara Nasional DPP Partai Perindo Ike Julies Tiati atau Ike Suharjo mengatakan, tindakan yang dilakukan siswa tersebut sangat tercela dan perlu disanksi tegas.
&quot;Sekolah mempunyai peraturan yang harus dilaksanakan oleh seluruh siswa. Sehingga saya harap sekolah dapat memberikan sanksi yang tegas terhadap siswa tersebut agar memberikan efek jera terhadap pelaku,&quot; kata Ike kepada wartawan, Jumat (10/11/2023).

BACA JUGA:
 Wujudkan Pemilu Damai, Polres Malang Perkuat Sinergitas ke KPU dan Bawaslu&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ike -- yang merupakan Caleg DPR RI Dapil Sumatera Selatan II ini berharap, guru yang menjadi korban pemukulan tersebut untuk menolak jika ada tawaran damai.

BACA JUGA:
KPU Siap Datangi Persidangan Gugatan Pendaftaran Gibran di PN Pusat

Menurutnya, pelaku harus mendapat sanksi tegas dari sekolah dan proses hukum harus berjalan. Karena, pemukulan yang dilakukan oleh siswa kepada guru tersebut sudah termasuk penganiayaan.
&quot;Sehingga, pelaku harus mendapat sanksi dan hukuman atas perbuatannya tersebut,&quot; tegas mantan news anchor ini.Lebih lanjut, Partai Perindo berharap pemerintah melalui Kementerian Pendidikan untuk memprioritaskan pendidikan karakter dan moral pada kurikulum pendidikan dari mulai PAUD, TK, SD hingga SMA. Karena, pendidikan karakter dan moral ini penting untuk ditanamkan sejak dini.

&quot;Selain itu, banyaknya kasus kekerasan dan bullying yang dilakukan oleh pelajar terhadap temannya sendiri dan bahkan terhadap guru membuat kita semua prihatin,&quot; tukasnya.

Sebelumnya, seorang guru SMK Negeri 1 Woha di Kabupaten Bima, NTB menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh muridnya sendiri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Parkir Sembarangan di Dekat Mabes Polri, Enam Kendaraan Diangkut&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Penganiayaan yang dilakukan oleh siswa tersebut dilatarbelakangi karena siswa tersebut tidak terima ditegur saat ketahuan merokok oleh gurunya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

10 Kota di Palestina yang Sudah Direbut Israel

Lalu, terjadilah pemukulan dan video penganiayaan terhadap guru tersebut viral di sosial media.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMC8xLzE3MzUyMS81L3g4cGltbnM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Partai Perindo mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh siswa salah satu SMK di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap gurunya.
Siswa tersebut melakukan pemukulan terhadap gurunya hingga babak belur lantaran ditegur karena merokok.
Juru Bicara Nasional DPP Partai Perindo Ike Julies Tiati atau Ike Suharjo mengatakan, tindakan yang dilakukan siswa tersebut sangat tercela dan perlu disanksi tegas.
&quot;Sekolah mempunyai peraturan yang harus dilaksanakan oleh seluruh siswa. Sehingga saya harap sekolah dapat memberikan sanksi yang tegas terhadap siswa tersebut agar memberikan efek jera terhadap pelaku,&quot; kata Ike kepada wartawan, Jumat (10/11/2023).

BACA JUGA:
 Wujudkan Pemilu Damai, Polres Malang Perkuat Sinergitas ke KPU dan Bawaslu&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Ike -- yang merupakan Caleg DPR RI Dapil Sumatera Selatan II ini berharap, guru yang menjadi korban pemukulan tersebut untuk menolak jika ada tawaran damai.

BACA JUGA:
KPU Siap Datangi Persidangan Gugatan Pendaftaran Gibran di PN Pusat

Menurutnya, pelaku harus mendapat sanksi tegas dari sekolah dan proses hukum harus berjalan. Karena, pemukulan yang dilakukan oleh siswa kepada guru tersebut sudah termasuk penganiayaan.
&quot;Sehingga, pelaku harus mendapat sanksi dan hukuman atas perbuatannya tersebut,&quot; tegas mantan news anchor ini.Lebih lanjut, Partai Perindo berharap pemerintah melalui Kementerian Pendidikan untuk memprioritaskan pendidikan karakter dan moral pada kurikulum pendidikan dari mulai PAUD, TK, SD hingga SMA. Karena, pendidikan karakter dan moral ini penting untuk ditanamkan sejak dini.

&quot;Selain itu, banyaknya kasus kekerasan dan bullying yang dilakukan oleh pelajar terhadap temannya sendiri dan bahkan terhadap guru membuat kita semua prihatin,&quot; tukasnya.

Sebelumnya, seorang guru SMK Negeri 1 Woha di Kabupaten Bima, NTB menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh muridnya sendiri.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Parkir Sembarangan di Dekat Mabes Polri, Enam Kendaraan Diangkut&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Penganiayaan yang dilakukan oleh siswa tersebut dilatarbelakangi karena siswa tersebut tidak terima ditegur saat ketahuan merokok oleh gurunya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

10 Kota di Palestina yang Sudah Direbut Israel

Lalu, terjadilah pemukulan dan video penganiayaan terhadap guru tersebut viral di sosial media.



</content:encoded></item></channel></rss>
