<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sekjen PBB: Warga Sipil di Gaza Menghadapi Mimpi Buruk Kemanusiaan Tiada Akhir</title><description>Ia juga mengatakan bahwa jumlah bantuan yang mengalir hanya &amp;ldquo;setetes air di lautan&amp;rdquo;.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/10/18/2918256/sekjen-pbb-warga-sipil-di-gaza-menghadapi-mimpi-buruk-kemanusiaan-tiada-akhir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/10/18/2918256/sekjen-pbb-warga-sipil-di-gaza-menghadapi-mimpi-buruk-kemanusiaan-tiada-akhir"/><item><title>Sekjen PBB: Warga Sipil di Gaza Menghadapi Mimpi Buruk Kemanusiaan Tiada Akhir</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/10/18/2918256/sekjen-pbb-warga-sipil-di-gaza-menghadapi-mimpi-buruk-kemanusiaan-tiada-akhir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/10/18/2918256/sekjen-pbb-warga-sipil-di-gaza-menghadapi-mimpi-buruk-kemanusiaan-tiada-akhir</guid><pubDate>Jum'at 10 November 2023 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/10/18/2918256/sekjen-pbb-warga-sipil-di-gaza-menghadapi-mimpi-buruk-kemanusiaan-tiada-akhir-nlS7wmytUq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sekjen PBB sebut warga sipil di Gaza menghadapi mimpi buruk kemanusiaan tiada akhir (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/10/18/2918256/sekjen-pbb-warga-sipil-di-gaza-menghadapi-mimpi-buruk-kemanusiaan-tiada-akhir-nlS7wmytUq.jpg</image><title>Sekjen PBB sebut warga sipil di Gaza menghadapi mimpi buruk kemanusiaan tiada akhir (Foto: Reuters)</title></images><description>GAZA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menggambarkan situasi di Gaza sebagai mimpi buruk kemanusiaan yang tidak pernah berakhir bagi warga sipil. Dia sekali lagi menegaskan seruan untuk segera melakukan gencatan senjata.

&quot;Lingkungan mereka musnah. Orang-orang yang mereka cintai terbunuh. Bom berjatuhan, sementara hal-hal mendasar dalam hidup tidak terpenuhi seperti makanan, air, obat-obatan, listrik,&quot; terangnya  dalam pesan video yang disiarkan pada Konferensi Kemanusiaan Internasional untuk Populasi Sipil di Gaza yang digelar di Paris pada Kamis (9/11/2023), dikutip CNN.


BACA JUGA:
Iran Bantah Punya Peran Langsung dalam Serangan Hamas di Israel dan Melawan Pasukan AS

Ia juga mengatakan bahwa jumlah bantuan yang mengalir hanya &amp;ldquo;setetes air di lautan&amp;rdquo; dan mengatakan komunitas internasional harus mengambil tindakan untuk melindungi warga sipil, dan mendesak negara-negara untuk berinvestasi dalam bantuan kemanusiaan PBB senilai USD1,2 miliar.

BACA JUGA:
Dukung Perang Israel, Joe Biden Secara Pribadi Telah Diperingatkan oleh Diplomat AS Soal Kemarahan Negara Arab


&amp;ldquo;Kami bisa membantu warga sipil di Gaza untuk melihat, dan setidaknya, secercah harapan &amp;ndash; sebuah tanda solidaritas &amp;ndash; dan sebuah sinyal bahwa dunia melihat penderitaan mereka dan cukup peduli untuk mengambil tindakan,&amp;rdquo; katanya.

Turut hadir dalam konferensi bantuan Gaza adalah Martin Griffiths, pejabat tinggi bantuan kemanusiaan PBB, yang menekankan kekhawatirannya mengenai usulan untuk mendorong ribuan orang ke &amp;ldquo;zona aman.&amp;rdquo;
Dia mengatakan bahwa PBB tidak bisa menjadi bagian dari proposal sepihak untuk mendorong ratusan ribu warga sipil yang putus asa di Gaza ke dalam apa yang disebut sebagai zona aman.

&amp;ldquo;Mereka tidak terlibat dalam persiapan kedatangan pengungsi ke &amp;ldquo;zona aman di Gaza,&amp;rdquo; terangnya.

Griffiths juga menyuarakan kekhawatirannya mengenai kondisi zona aman. Dia mengatakan bahwa kondisi yang memuaskan tidak ada di mana pun di Gaza untuk memastikan tempat tinggal, makanan, air, sanitasi dan kesehatan yang memadai.

</description><content:encoded>GAZA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menggambarkan situasi di Gaza sebagai mimpi buruk kemanusiaan yang tidak pernah berakhir bagi warga sipil. Dia sekali lagi menegaskan seruan untuk segera melakukan gencatan senjata.

&quot;Lingkungan mereka musnah. Orang-orang yang mereka cintai terbunuh. Bom berjatuhan, sementara hal-hal mendasar dalam hidup tidak terpenuhi seperti makanan, air, obat-obatan, listrik,&quot; terangnya  dalam pesan video yang disiarkan pada Konferensi Kemanusiaan Internasional untuk Populasi Sipil di Gaza yang digelar di Paris pada Kamis (9/11/2023), dikutip CNN.


BACA JUGA:
Iran Bantah Punya Peran Langsung dalam Serangan Hamas di Israel dan Melawan Pasukan AS

Ia juga mengatakan bahwa jumlah bantuan yang mengalir hanya &amp;ldquo;setetes air di lautan&amp;rdquo; dan mengatakan komunitas internasional harus mengambil tindakan untuk melindungi warga sipil, dan mendesak negara-negara untuk berinvestasi dalam bantuan kemanusiaan PBB senilai USD1,2 miliar.

BACA JUGA:
Dukung Perang Israel, Joe Biden Secara Pribadi Telah Diperingatkan oleh Diplomat AS Soal Kemarahan Negara Arab


&amp;ldquo;Kami bisa membantu warga sipil di Gaza untuk melihat, dan setidaknya, secercah harapan &amp;ndash; sebuah tanda solidaritas &amp;ndash; dan sebuah sinyal bahwa dunia melihat penderitaan mereka dan cukup peduli untuk mengambil tindakan,&amp;rdquo; katanya.

Turut hadir dalam konferensi bantuan Gaza adalah Martin Griffiths, pejabat tinggi bantuan kemanusiaan PBB, yang menekankan kekhawatirannya mengenai usulan untuk mendorong ribuan orang ke &amp;ldquo;zona aman.&amp;rdquo;
Dia mengatakan bahwa PBB tidak bisa menjadi bagian dari proposal sepihak untuk mendorong ratusan ribu warga sipil yang putus asa di Gaza ke dalam apa yang disebut sebagai zona aman.

&amp;ldquo;Mereka tidak terlibat dalam persiapan kedatangan pengungsi ke &amp;ldquo;zona aman di Gaza,&amp;rdquo; terangnya.

Griffiths juga menyuarakan kekhawatirannya mengenai kondisi zona aman. Dia mengatakan bahwa kondisi yang memuaskan tidak ada di mana pun di Gaza untuk memastikan tempat tinggal, makanan, air, sanitasi dan kesehatan yang memadai.

</content:encoded></item></channel></rss>
