<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dapat Kritik Pedas dari Bung Tomo, Soekarno: Siapa Gurumu!</title><description>Watak revolusioner Bung Tomo tumbuh dari lingkungan masa kecilnya&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/10/337/2917566/dapat-kritik-pedas-dari-bung-tomo-soekarno-siapa-gurumu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/10/337/2917566/dapat-kritik-pedas-dari-bung-tomo-soekarno-siapa-gurumu"/><item><title>Dapat Kritik Pedas dari Bung Tomo, Soekarno: Siapa Gurumu!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/10/337/2917566/dapat-kritik-pedas-dari-bung-tomo-soekarno-siapa-gurumu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/10/337/2917566/dapat-kritik-pedas-dari-bung-tomo-soekarno-siapa-gurumu</guid><pubDate>Jum'at 10 November 2023 06:12 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/09/337/2917566/dapat-kritik-pedas-dari-bung-tomo-soekarno-siapa-gurumu-gHu5ylT0DS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bung Karno dan Bung Tomo/Foto: Perpusnas </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/09/337/2917566/dapat-kritik-pedas-dari-bung-tomo-soekarno-siapa-gurumu-gHu5ylT0DS.jpg</image><title>Bung Karno dan Bung Tomo/Foto: Perpusnas </title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNy8xLzE3MzM0Mi81L3g4cGY2eXo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Watak revolusioner Bung Tomo tumbuh dari lingkungan masa kecilnya. Ia melihat bagaimana penjajahan yang dilakukan kolonialisme Belanda dan Jepang telah menyengsarakan rakyat.

Tumbuh dari suasana dan lingkungan sosial yang masih terjajah, Bung Tomo kecil justru tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang penuh semangat. Bung Tomo diketahui memiliki konsistensi tinggi yang kelak menjadi modal sebagai pejuang yang benar-benar ingin membebaskan bangsanya dari belenggu penjajahan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menikah Kala Revolusi, Bung Tomo Menyesal bak Jilat Ludah Sendiri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kemiskinan yang dirasakan orang-orang di sekelilingnya bukan membuatnya sulit tumbuh, tetapi membuatnya menjadi sosok yang berhasrat memberantas kemiskinan itu sendiri.

Pada buku &quot;Bung Tomo : Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempur 10 November&quot; dikisahkan Bung Tomo dewasa memiliki karakter tanpa tedeng aling-aling, tanpa sungkan, dan tanpa ewuh pakewuh, tanpa rasa takut sedikit pun mengkritik kebijakan Bung Karno, termasuk juga kebijakan presiden Soekarno.

Tidak hanya itu, Bung Tomo juga kerap mengkritik para politisi termasuk militer pada zamannya yang dianggap tidak sesuai dengan cita-cita kebangsaan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Alasan Bung Tomo Tidak Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kritiknya lugas, tanpa tendensi, kritik yang sesuai dengan fakta dan kenyataan di lapangan, serta diiringi dengan solusi konkret. Salah satu contohnya adalah ketika ia melancarkan kritik terhadap kebijaksanaan pembangunan ekonomi Soekarno.

Dalam pandangan Bung Tomo, pembangunan ekonomi Soekarno dianggap tidak banyak menguntungkan orang-orang pribumi.


Presiden Soekarno sangat geram mendengar kritikan Bung Tomo yang kiprahnya pada saat itu belum banyak diperhitungkan. Bahkan, Bung Karno mengatakan, &amp;ldquo;Masih ingusan mau berdebat dengan saya. Siapa sih gurumu?&quot; Bung Tomo hanya diam saja mendengar kegeraman Soekarno.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNy8xLzE3MzM0Mi81L3g4cGY2eXo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Watak revolusioner Bung Tomo tumbuh dari lingkungan masa kecilnya. Ia melihat bagaimana penjajahan yang dilakukan kolonialisme Belanda dan Jepang telah menyengsarakan rakyat.

Tumbuh dari suasana dan lingkungan sosial yang masih terjajah, Bung Tomo kecil justru tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang penuh semangat. Bung Tomo diketahui memiliki konsistensi tinggi yang kelak menjadi modal sebagai pejuang yang benar-benar ingin membebaskan bangsanya dari belenggu penjajahan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menikah Kala Revolusi, Bung Tomo Menyesal bak Jilat Ludah Sendiri&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kemiskinan yang dirasakan orang-orang di sekelilingnya bukan membuatnya sulit tumbuh, tetapi membuatnya menjadi sosok yang berhasrat memberantas kemiskinan itu sendiri.

Pada buku &quot;Bung Tomo : Hidup dan Mati Pengobar Semangat Tempur 10 November&quot; dikisahkan Bung Tomo dewasa memiliki karakter tanpa tedeng aling-aling, tanpa sungkan, dan tanpa ewuh pakewuh, tanpa rasa takut sedikit pun mengkritik kebijakan Bung Karno, termasuk juga kebijakan presiden Soekarno.

Tidak hanya itu, Bung Tomo juga kerap mengkritik para politisi termasuk militer pada zamannya yang dianggap tidak sesuai dengan cita-cita kebangsaan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Alasan Bung Tomo Tidak Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Kritiknya lugas, tanpa tendensi, kritik yang sesuai dengan fakta dan kenyataan di lapangan, serta diiringi dengan solusi konkret. Salah satu contohnya adalah ketika ia melancarkan kritik terhadap kebijaksanaan pembangunan ekonomi Soekarno.

Dalam pandangan Bung Tomo, pembangunan ekonomi Soekarno dianggap tidak banyak menguntungkan orang-orang pribumi.


Presiden Soekarno sangat geram mendengar kritikan Bung Tomo yang kiprahnya pada saat itu belum banyak diperhitungkan. Bahkan, Bung Karno mengatakan, &amp;ldquo;Masih ingusan mau berdebat dengan saya. Siapa sih gurumu?&quot; Bung Tomo hanya diam saja mendengar kegeraman Soekarno.



</content:encoded></item></channel></rss>
