<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gawat! 292 Warga Jakpus Terjangkit DBD, Terbanyak di Cempaka Putih   </title><description>Kecamatan Cempaka Putih menjadi penyumbang tertinggi dengan 77 kasus.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/10/338/2918030/gawat-292-warga-jakpus-terjangkit-dbd-terbanyak-di-cempaka-putih</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/10/338/2918030/gawat-292-warga-jakpus-terjangkit-dbd-terbanyak-di-cempaka-putih"/><item><title>Gawat! 292 Warga Jakpus Terjangkit DBD, Terbanyak di Cempaka Putih   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/10/338/2918030/gawat-292-warga-jakpus-terjangkit-dbd-terbanyak-di-cempaka-putih</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/10/338/2918030/gawat-292-warga-jakpus-terjangkit-dbd-terbanyak-di-cempaka-putih</guid><pubDate>Jum'at 10 November 2023 14:24 WIB</pubDate><dc:creator>Bachtiar Rojab</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/10/338/2918030/gawat-292-warga-jakpus-terjangkit-dbd-terbanyak-di-cempaka-putih-hyNlXSrJnJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah kasus DBD meningkat di Jakpus. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/10/338/2918030/gawat-292-warga-jakpus-terjangkit-dbd-terbanyak-di-cempaka-putih-hyNlXSrJnJ.jpg</image><title>Jumlah kasus DBD meningkat di Jakpus. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)</title></images><description>


JAKARTA - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat mencatat, sebanyak 292 warga di Jakarta Pusat terjangkit demam berdarah denque (DBD) periode Januari hingga akhir Oktober 2023.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Rismasari mengatakan, dalam jumlah tersebut, Kecamatan Cempaka Putih menjadi penyumbang tertinggi dengan 77 kasus.
&quot;Data 292 warga menderita sakit DBD dengan Incidence Rate (IR) 26.5 per 100.000 penduduk,&quot; ujar Rismasari kepada wartawan, Jumat (10/11/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cegah Kasus DBD, Caleg Perindo Fogging 350 Rumah Warga Pancoran Jaksel&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Rismasari menambahkan jumlah kasus DBD di setiap kecamatan di Jakarta Pusat berbeda-beda. Kasus paling tinggi berada di Kecamatan Cempaka Putih sebanyak 77 kasus, Kemayoran 57, Johar Baru 41, Senen 35, Sawah Besar 33, dan Tanah Abang 24.
Sedangkan Kecamatan Menteng 16 kasus dan Kecamatan Gambir paling terendah hanya 9 kasus.  &quot;Sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam kasus DBD di Jakarta Pusat,&quot; singkatnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cegah Penularan DBD, Kemenkes Lakukan Pencegahan dengan Tebar Nyamuk Wolbachia di Kupang

Adapun, lanjut Rismasari, langkah dari Sudin Kesehatan Jakarta Pusat adalah melaksanakan kegiatan peningkatan wawasan petugas petugas di Kecamatan dan Kelurahan. Melakukan monitoring evaluasi (Monev) pencegahan dan penanggulangan DBD.&quot;Langkah lainnya itu melaksanakan pengolahan, analisa dan umpan balik data pencegahan dan penanggulangan kasus DBD ke puskemas. Melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara Menguras, Menutup. Mengubur (3M),&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat mencatat, sebanyak 292 warga di Jakarta Pusat terjangkit demam berdarah denque (DBD) periode Januari hingga akhir Oktober 2023.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Rismasari mengatakan, dalam jumlah tersebut, Kecamatan Cempaka Putih menjadi penyumbang tertinggi dengan 77 kasus.
&quot;Data 292 warga menderita sakit DBD dengan Incidence Rate (IR) 26.5 per 100.000 penduduk,&quot; ujar Rismasari kepada wartawan, Jumat (10/11/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cegah Kasus DBD, Caleg Perindo Fogging 350 Rumah Warga Pancoran Jaksel&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Rismasari menambahkan jumlah kasus DBD di setiap kecamatan di Jakarta Pusat berbeda-beda. Kasus paling tinggi berada di Kecamatan Cempaka Putih sebanyak 77 kasus, Kemayoran 57, Johar Baru 41, Senen 35, Sawah Besar 33, dan Tanah Abang 24.
Sedangkan Kecamatan Menteng 16 kasus dan Kecamatan Gambir paling terendah hanya 9 kasus.  &quot;Sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam kasus DBD di Jakarta Pusat,&quot; singkatnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cegah Penularan DBD, Kemenkes Lakukan Pencegahan dengan Tebar Nyamuk Wolbachia di Kupang

Adapun, lanjut Rismasari, langkah dari Sudin Kesehatan Jakarta Pusat adalah melaksanakan kegiatan peningkatan wawasan petugas petugas di Kecamatan dan Kelurahan. Melakukan monitoring evaluasi (Monev) pencegahan dan penanggulangan DBD.&quot;Langkah lainnya itu melaksanakan pengolahan, analisa dan umpan balik data pencegahan dan penanggulangan kasus DBD ke puskemas. Melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara Menguras, Menutup. Mengubur (3M),&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
