<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Balas Komentar Macron, Netanyahu: Dunia Internasional Harus Mengutuk Hamas Bukan Israel</title><description>Netanyahu menegaskan negara-negara internasional harus mengutuk Hamas, bukan Israel.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/11/18/2918507/balas-komentar-macron-netanyahu-dunia-internasional-harus-mengutuk-hamas-bukan-israel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/11/18/2918507/balas-komentar-macron-netanyahu-dunia-internasional-harus-mengutuk-hamas-bukan-israel"/><item><title>Balas Komentar Macron, Netanyahu: Dunia Internasional Harus Mengutuk Hamas Bukan Israel</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/11/18/2918507/balas-komentar-macron-netanyahu-dunia-internasional-harus-mengutuk-hamas-bukan-israel</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/11/18/2918507/balas-komentar-macron-netanyahu-dunia-internasional-harus-mengutuk-hamas-bukan-israel</guid><pubDate>Sabtu 11 November 2023 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/11/18/2918507/balas-komentar-macron-netanyahu-dunia-internasional-harus-mengutuk-hamas-bukan-israel-xunvpINstC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PM Israel Benjamin Netanyahu sebut dunia internasional harus kecam Hamas, bukan Israel (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/11/18/2918507/balas-komentar-macron-netanyahu-dunia-internasional-harus-mengutuk-hamas-bukan-israel-xunvpINstC.jpg</image><title>PM Israel Benjamin Netanyahu sebut dunia internasional harus kecam Hamas, bukan Israel (Foto: AFP)</title></images><description>GAZA &amp;ndash; Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dengan cepat menanggapi komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengatakan bahwa Israel harus berhenti membunuh anak-anak dan perempuan di Gaza.
Netanyahu menegaskan negara-negara internasional harus mengutuk Hamas, bukan Israel.

&amp;ldquo;Kejahatan yang dilakukan Hamas hari ini di Gaza akan dilakukan besok di Paris, New York, dan di mana pun di dunia,&amp;rdquo; bunyi pernyataan dari kantor Netanyahu, dikutip BBC.


BACA JUGA:
Presiden Prancis Tegaskan Israel Harus Stop Bunuh Anak-Anak dan Perempuan di Gaza

Seperti diketahui, meskipun mengakui hak Israel untuk melindungi diri mereka sendiri, namun pihaknya mendesak Israel untuk menghentikan pemboman di Gaza.
Namun dia juga menekankan bahwa Prancis &amp;ldquo;dengan jelas mengutuk&amp;rdquo; tindakan Hamas.

BACA JUGA:
Sampaikan Kecaman Langsung, Menlu AS Sebut Terlalu Banyak Warga Palestina yang Tewas di Gaza

Berbicara sehari setelah konferensi bantuan kemanusiaan di Paris mengenai perang di Gaza, Macron mengatakan kesimpulan yang jelas dari semua pemerintah dan lembaga yang hadir pada pertemuan puncak itu adalah bahwa tidak ada solusi lain selain jeda kemanusiaan, lalu gencatan senjata, yang akan memungkinkan untuk melindungi semua warga sipil.
&quot;De facto - saat ini, warga sipil dibom - secara de facto. Bayi-bayi, anak-anak ini, para wanita ini, orang-orang tua ini dibom dan dibunuh. Jadi tidak ada alasan untuk itu dan tidak ada legitimasi. Jadi kami mendesak Israel untuk berhenti,&amp;rdquo; terangnya.

Dia mengatakan bukan perannya untuk menilai apakah hukum internasional telah dilanggar.


Dalam wawancara luas di akhir hari pertama Forum Perdamaian Paris tahunan, Presiden Macron juga membahas beberapa hal. Yakni kekhawatiran akan terjadinya kekerasan yang meluas dari Timur Tengah ke Perancis, mendesak warga dari semua agama untuk &amp;ldquo;bersatu melawan antisemitisme. Lalu invasi Rusia ke Ukraina, dengan mengatakan bahwa adalah &amp;ldquo;kewajiban&amp;rdquo; Prancis untuk membantu Ukraina &amp;ndash; namun menyarankan mungkin akan tiba waktunya untuk &amp;ldquo;negosiasi yang adil dan baik&amp;rdquo; dengan Moskow.

Kemudian masalah ekstremisme online. Macron mengatakan perusahaan induk Facebook, Meta dan Google, tidak memberikan hasil&quot; secara moderat.

Selain itu, pertemuan itu juga membahas bahaya perubahan iklim.

</description><content:encoded>GAZA &amp;ndash; Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dengan cepat menanggapi komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengatakan bahwa Israel harus berhenti membunuh anak-anak dan perempuan di Gaza.
Netanyahu menegaskan negara-negara internasional harus mengutuk Hamas, bukan Israel.

&amp;ldquo;Kejahatan yang dilakukan Hamas hari ini di Gaza akan dilakukan besok di Paris, New York, dan di mana pun di dunia,&amp;rdquo; bunyi pernyataan dari kantor Netanyahu, dikutip BBC.


BACA JUGA:
Presiden Prancis Tegaskan Israel Harus Stop Bunuh Anak-Anak dan Perempuan di Gaza

Seperti diketahui, meskipun mengakui hak Israel untuk melindungi diri mereka sendiri, namun pihaknya mendesak Israel untuk menghentikan pemboman di Gaza.
Namun dia juga menekankan bahwa Prancis &amp;ldquo;dengan jelas mengutuk&amp;rdquo; tindakan Hamas.

BACA JUGA:
Sampaikan Kecaman Langsung, Menlu AS Sebut Terlalu Banyak Warga Palestina yang Tewas di Gaza

Berbicara sehari setelah konferensi bantuan kemanusiaan di Paris mengenai perang di Gaza, Macron mengatakan kesimpulan yang jelas dari semua pemerintah dan lembaga yang hadir pada pertemuan puncak itu adalah bahwa tidak ada solusi lain selain jeda kemanusiaan, lalu gencatan senjata, yang akan memungkinkan untuk melindungi semua warga sipil.
&quot;De facto - saat ini, warga sipil dibom - secara de facto. Bayi-bayi, anak-anak ini, para wanita ini, orang-orang tua ini dibom dan dibunuh. Jadi tidak ada alasan untuk itu dan tidak ada legitimasi. Jadi kami mendesak Israel untuk berhenti,&amp;rdquo; terangnya.

Dia mengatakan bukan perannya untuk menilai apakah hukum internasional telah dilanggar.


Dalam wawancara luas di akhir hari pertama Forum Perdamaian Paris tahunan, Presiden Macron juga membahas beberapa hal. Yakni kekhawatiran akan terjadinya kekerasan yang meluas dari Timur Tengah ke Perancis, mendesak warga dari semua agama untuk &amp;ldquo;bersatu melawan antisemitisme. Lalu invasi Rusia ke Ukraina, dengan mengatakan bahwa adalah &amp;ldquo;kewajiban&amp;rdquo; Prancis untuk membantu Ukraina &amp;ndash; namun menyarankan mungkin akan tiba waktunya untuk &amp;ldquo;negosiasi yang adil dan baik&amp;rdquo; dengan Moskow.

Kemudian masalah ekstremisme online. Macron mengatakan perusahaan induk Facebook, Meta dan Google, tidak memberikan hasil&quot; secara moderat.

Selain itu, pertemuan itu juga membahas bahaya perubahan iklim.

</content:encoded></item></channel></rss>
