<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Tewas di Gaza Capai 11.078 Orang Akibat Perang Israel, 1,5 Juta Jadi Pengungsi</title><description>Jumlah ini tercatat setelah sebulan pemboman Israel dan hampir dua minggu Israel melancarkan serangan darat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/11/18/2918512/korban-tewas-di-gaza-capai-11-078-orang-akibat-perang-israel-1-5-juta-jadi-pengungsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/11/18/2918512/korban-tewas-di-gaza-capai-11-078-orang-akibat-perang-israel-1-5-juta-jadi-pengungsi"/><item><title>Korban Tewas di Gaza Capai 11.078 Orang Akibat Perang Israel, 1,5 Juta Jadi Pengungsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/11/18/2918512/korban-tewas-di-gaza-capai-11-078-orang-akibat-perang-israel-1-5-juta-jadi-pengungsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/11/18/2918512/korban-tewas-di-gaza-capai-11-078-orang-akibat-perang-israel-1-5-juta-jadi-pengungsi</guid><pubDate>Sabtu 11 November 2023 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/11/18/2918512/korban-tewas-di-gaza-capai-11-078-orang-akibat-perang-israel-1-5-juta-jadi-pengungsi-hIiRjN9Shg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah korban tewas di Gaza capai 11.078 orang (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/11/18/2918512/korban-tewas-di-gaza-capai-11-078-orang-akibat-perang-israel-1-5-juta-jadi-pengungsi-hIiRjN9Shg.jpg</image><title>Jumlah korban tewas di Gaza capai 11.078 orang (Foto: AFP)</title></images><description>
GAZA &amp;ndash; Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan pada Jumat (10/11/2023) bahwa 11.078 orang telah terbunuh. Sebanyak 1,5 juta orang meninggalkan rumah mereka.
Jumlah ini tercatat setelah sebulan pemboman Israel dan hampir dua minggu Israel melancarkan serangan darat besar-besaran ke wilayah tersebut,

Israel mengatakan akan memulai jeda militer selama empat jam setiap hari di bagian utara Gaza saat mereka melanjutkan serangannya. Namun menteri pertahanannya menekankan bahwa jeda tersebut akan &amp;ldquo;dilokalisasi&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;tidak akan mengurangi konflik dalam perang&amp;rdquo;.


BACA JUGA:
Presiden Prancis Tegaskan Israel Harus Stop Bunuh Anak-Anak dan Perempuan di Gaza

Sebelumnya Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Israel harus berhenti membunuh anak-anak dan perempuan di Gaza.

BACA JUGA:
Sampaikan Kecaman Langsung, Menlu AS Sebut Terlalu Banyak Warga Palestina yang Tewas di Gaza

Hal ini diungkapkan Macron dalam sebuah wawancara eksklusif di Istana &amp;Eacute;lys&amp;eacute;e kepada BBC. Dia mengatakan tidak ada pembenaran atas pemboman tersebut, dan mengatakan bahwa gencatan senjata akan menguntungkan Israel.

Meskipun mengakui hak Israel untuk melindungi diri mereka sendiri, namun pihaknya mendesak Israel untuk menghentikan pemboman di Gaza.
Namun dia juga menekankan bahwa Prancis &amp;ldquo;dengan jelas mengutuk&amp;rdquo; tindakan Hamas.Berbicara sehari setelah konferensi bantuan kemanusiaan di Paris mengenai perang di Gaza, Macron mengatakan kesimpulan yang jelas dari semua pemerintah dan lembaga yang hadir pada pertemuan puncak itu adalah bahwa tidak ada solusi lain selain jeda kemanusiaan, lalu gencatan senjata, yang akan memungkinkan untuk melindungi semua warga sipil.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dengan cepat menanggapi komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengatakan bahwa Israel harus berhenti membunuh anak-anak dan perempuan di Gaza.

Netanyahu menegaskan negara-negara internasional harus mengutuk Hamas, bukan Israel.



&amp;ldquo;Kejahatan yang dilakukan Hamas hari ini di Gaza akan dilakukan besok di Paris, New York, dan di mana pun di dunia,&amp;rdquo; bunyi pernyataan dari kantor Netanyahu, dikutip BBC.

</description><content:encoded>
GAZA &amp;ndash; Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan pada Jumat (10/11/2023) bahwa 11.078 orang telah terbunuh. Sebanyak 1,5 juta orang meninggalkan rumah mereka.
Jumlah ini tercatat setelah sebulan pemboman Israel dan hampir dua minggu Israel melancarkan serangan darat besar-besaran ke wilayah tersebut,

Israel mengatakan akan memulai jeda militer selama empat jam setiap hari di bagian utara Gaza saat mereka melanjutkan serangannya. Namun menteri pertahanannya menekankan bahwa jeda tersebut akan &amp;ldquo;dilokalisasi&amp;rdquo; dan &amp;ldquo;tidak akan mengurangi konflik dalam perang&amp;rdquo;.


BACA JUGA:
Presiden Prancis Tegaskan Israel Harus Stop Bunuh Anak-Anak dan Perempuan di Gaza

Sebelumnya Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Israel harus berhenti membunuh anak-anak dan perempuan di Gaza.

BACA JUGA:
Sampaikan Kecaman Langsung, Menlu AS Sebut Terlalu Banyak Warga Palestina yang Tewas di Gaza

Hal ini diungkapkan Macron dalam sebuah wawancara eksklusif di Istana &amp;Eacute;lys&amp;eacute;e kepada BBC. Dia mengatakan tidak ada pembenaran atas pemboman tersebut, dan mengatakan bahwa gencatan senjata akan menguntungkan Israel.

Meskipun mengakui hak Israel untuk melindungi diri mereka sendiri, namun pihaknya mendesak Israel untuk menghentikan pemboman di Gaza.
Namun dia juga menekankan bahwa Prancis &amp;ldquo;dengan jelas mengutuk&amp;rdquo; tindakan Hamas.Berbicara sehari setelah konferensi bantuan kemanusiaan di Paris mengenai perang di Gaza, Macron mengatakan kesimpulan yang jelas dari semua pemerintah dan lembaga yang hadir pada pertemuan puncak itu adalah bahwa tidak ada solusi lain selain jeda kemanusiaan, lalu gencatan senjata, yang akan memungkinkan untuk melindungi semua warga sipil.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dengan cepat menanggapi komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengatakan bahwa Israel harus berhenti membunuh anak-anak dan perempuan di Gaza.

Netanyahu menegaskan negara-negara internasional harus mengutuk Hamas, bukan Israel.



&amp;ldquo;Kejahatan yang dilakukan Hamas hari ini di Gaza akan dilakukan besok di Paris, New York, dan di mana pun di dunia,&amp;rdquo; bunyi pernyataan dari kantor Netanyahu, dikutip BBC.

</content:encoded></item></channel></rss>
