<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>AS Setujui Vaksin Chikungunya Pertama di Dunia</title><description>Persetujuan FDA diharapkan dapat mempercepat peluncuran vaksin secara global.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/11/18/2918605/as-setujui-vaksin-chikungunya-pertama-di-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/11/18/2918605/as-setujui-vaksin-chikungunya-pertama-di-dunia"/><item><title>AS Setujui Vaksin Chikungunya Pertama di Dunia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/11/18/2918605/as-setujui-vaksin-chikungunya-pertama-di-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/11/18/2918605/as-setujui-vaksin-chikungunya-pertama-di-dunia</guid><pubDate>Sabtu 11 November 2023 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/11/18/2918605/as-setujui-vaksin-chikungunya-pertama-di-dunia-klRvqQGErZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AS setujui vaksin chikungunya pertama di dunia (Foto: Zee News)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/11/18/2918605/as-setujui-vaksin-chikungunya-pertama-di-dunia-klRvqQGErZ.jpg</image><title>AS setujui vaksin chikungunya pertama di dunia (Foto: Zee News)</title></images><description>NEW YORK - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) atau FDA telah menyetujui vaksin chikungunya yang pertama di dunia, yang dianggap sebagai ancaman kesehatan global yang sedang berkembang.

Penyakit yang ditularkan nyamuk ini menyebabkan demam dan nyeri sendi serta bisa berakibat fatal bagi bayi baru lahir.

Persetujuan FDA diharapkan dapat mempercepat peluncuran vaksin secara global.


BACA JUGA:
Mirip DBD-Chikungunya, Ini Gejala Flu Tomat dan Perawatannya&amp;nbsp;

FDA pada Jumat (10/11/2023) mengatakan vaksin bernama Ixchiq telah disetujui untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas dan berisiko tinggi tertular penyakit tersebut. Vaksin ini dikembangkan oleh Valneva Eropa dan akan diberikan dalam satu kesempatan.


BACA JUGA:
Chikungunya Mewabah di Kota Mojokerto, Belasan Warga Lumpuh Mendadak

&amp;ldquo;Infeksi virus chikungunya dapat menyebabkan penyakit parah dan masalah kesehatan berkepanjangan, terutama bagi orang lanjut usia dan individu dengan kondisi medis yang mendasarinya,&amp;rdquo; kata pejabat senior FDA Peter Marks, dikutip BBC.
Pada tahun ini, sekitar 440.000 kasus chikungunya, termasuk 350 kematian, telah dilaporkan pada September lalu.

Saat ini belum ada obat khusus untuk mengatasi chikungunya. Amerika Selatan dan Asia Selatan menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak tahun ini.
FDA mengatakan setidaknya lima juta kasus chikungunya telah dilaporkan sejak 2008. Gejala lainnya termasuk ruam, sakit kepala, dan nyeri otot. Nyeri sendi bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Masyarakat di wilayah tropis dan subtropis di Afrika, Asia Tenggara, dan sebagian wilayah Amerika mempunyai risiko tertinggi tertular penyakit ini karena nyamuk pembawa virus chikungunya merupakan endemik di wilayah tersebut.



&amp;ldquo;Namun, virus chikungunya telah menyebar ke wilayah geografis baru yang menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit ini secara global,&amp;rdquo; terang FDA.



Data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa menunjukkan bahwa Brasil memiliki jumlah kasus tertinggi sepanjang tahun ini dengan 218.613 kasus.



Lebih dari 93.000 kasus juga telah dilaporkan di India, dimana ibu kota Delhi mengalami wabah besar pada 2016.

</description><content:encoded>NEW YORK - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) atau FDA telah menyetujui vaksin chikungunya yang pertama di dunia, yang dianggap sebagai ancaman kesehatan global yang sedang berkembang.

Penyakit yang ditularkan nyamuk ini menyebabkan demam dan nyeri sendi serta bisa berakibat fatal bagi bayi baru lahir.

Persetujuan FDA diharapkan dapat mempercepat peluncuran vaksin secara global.


BACA JUGA:
Mirip DBD-Chikungunya, Ini Gejala Flu Tomat dan Perawatannya&amp;nbsp;

FDA pada Jumat (10/11/2023) mengatakan vaksin bernama Ixchiq telah disetujui untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas dan berisiko tinggi tertular penyakit tersebut. Vaksin ini dikembangkan oleh Valneva Eropa dan akan diberikan dalam satu kesempatan.


BACA JUGA:
Chikungunya Mewabah di Kota Mojokerto, Belasan Warga Lumpuh Mendadak

&amp;ldquo;Infeksi virus chikungunya dapat menyebabkan penyakit parah dan masalah kesehatan berkepanjangan, terutama bagi orang lanjut usia dan individu dengan kondisi medis yang mendasarinya,&amp;rdquo; kata pejabat senior FDA Peter Marks, dikutip BBC.
Pada tahun ini, sekitar 440.000 kasus chikungunya, termasuk 350 kematian, telah dilaporkan pada September lalu.

Saat ini belum ada obat khusus untuk mengatasi chikungunya. Amerika Selatan dan Asia Selatan menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak tahun ini.
FDA mengatakan setidaknya lima juta kasus chikungunya telah dilaporkan sejak 2008. Gejala lainnya termasuk ruam, sakit kepala, dan nyeri otot. Nyeri sendi bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Masyarakat di wilayah tropis dan subtropis di Afrika, Asia Tenggara, dan sebagian wilayah Amerika mempunyai risiko tertinggi tertular penyakit ini karena nyamuk pembawa virus chikungunya merupakan endemik di wilayah tersebut.



&amp;ldquo;Namun, virus chikungunya telah menyebar ke wilayah geografis baru yang menyebabkan peningkatan prevalensi penyakit ini secara global,&amp;rdquo; terang FDA.



Data dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa menunjukkan bahwa Brasil memiliki jumlah kasus tertinggi sepanjang tahun ini dengan 218.613 kasus.



Lebih dari 93.000 kasus juga telah dilaporkan di India, dimana ibu kota Delhi mengalami wabah besar pada 2016.

</content:encoded></item></channel></rss>
