<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Update Perang Ukraina, Kyiv Dilanda Serangan Udara Rusia Pertama Kali dalam 52 Hari</title><description>Warga telah diperintahkan untuk berlindung di tempat perlindungan serangan udara.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/12/18/2918977/update-perang-ukraina-kyiv-dilanda-serangan-udara-rusia-pertama-kali-dalam-52-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/12/18/2918977/update-perang-ukraina-kyiv-dilanda-serangan-udara-rusia-pertama-kali-dalam-52-hari"/><item><title>Update Perang Ukraina, Kyiv Dilanda Serangan Udara Rusia Pertama Kali dalam 52 Hari</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/12/18/2918977/update-perang-ukraina-kyiv-dilanda-serangan-udara-rusia-pertama-kali-dalam-52-hari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/12/18/2918977/update-perang-ukraina-kyiv-dilanda-serangan-udara-rusia-pertama-kali-dalam-52-hari</guid><pubDate>Minggu 12 November 2023 18:04 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/12/18/2918977/update-perang-ukraina-kyiv-dilanda-serangan-udara-rusia-pertama-kali-dalam-52-hari-e0FbITofxv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kyiv diserang pertama kali dalam 52 hari oleh serangan udara Rusia (Foto: The Star)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/12/18/2918977/update-perang-ukraina-kyiv-dilanda-serangan-udara-rusia-pertama-kali-dalam-52-hari-e0FbITofxv.jpg</image><title>Kyiv diserang pertama kali dalam 52 hari oleh serangan udara Rusia (Foto: The Star)</title></images><description>KYIV - Ibu kota Ukraina, Kyiv, dilanda serangan udara Rusia pertama dalam 52 hari.

Menulis di aplikasi pesan Telegram, Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan &amp;ldquo;ledakan kuat terdengar&amp;rdquo; pada Sabtu (11/11/2023) dini hari.

Klitschko mengatakan informasi awal menunjukkan sistem pertahanan udara mampu mencegat rudal tersebut.

BACA JUGA:
Kerahkan Drone Laut, Ukraina Klaim Serang 2 Kapal Pendarat Rusia di Krimea

Warga telah diperintahkan untuk berlindung di tempat perlindungan serangan udara.
Menurut kantor berita Reuters, belum ada laporan awal mengenai korban jiwa setelah serangan udara tersebut.

BACA JUGA:
Presiden Prancis: Jika Rusia Dibiarkan Menang di Perang Ukraina, Kekaisaran Baru di Eropa Akan Muncul dan Ancam Seluruh Benua

Serangan itu terjadi ketika Presiden Volodomyr Zelensky memperingati satu tahun pembebasan Kherson dari Rusia.

Berbicara kepada warga kota, ia memuji mereka karena &quot;menginspirasi dunia dengan perlawanan mereka&quot;.

Di Odesa, distrik pesisir sekitar 275 mil (442 km) dari Kyiv, ada laporan setidaknya dua serangan rudal.
Menurut kepala pemerintahan wilayah tersebut, Oleg Kiper, tiga orang terluka dan seorang wanita berusia 96 tahun dirawat di rumah sakit. Kondisinya diketahui stabil.



Pada Rabu (8/11/2023), para pejabat Ukraina mengatakan setidaknya satu orang tewas setelah sebuah rudal Rusia menghantam sebuah kapal sipil yang memasuki Odessa.



Seorang pilot pelabuhan berusia 43 tahun tewas, sedangkan tiga awak kapal asal Filipina dan seorang pekerja pelabuhan terluka.



Pada pertemuan G7 di Jepang minggu ini, para menteri luar negeri dari Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Kanada dan Amerika &amp;ndash; serta perwakilan Uni Eropa, mengatakan mereka mengakui bahwa Rusia siap menghadapi perang jangka panjang di Ukraina.



Mereka juga mengatakan perang Israel-Gaza tidak boleh mengalihkan perhatian dari dukungan terhadap Ukraina dan menegaskan kembali bahwa mereka akan terus mendukung Kyiv secara ekonomi dan militer.



Kyiv semakin khawatir tentang &amp;ldquo;kelelahan Ukraina&amp;rdquo; di antara negara-negara Barat yang mengikis kemampuannya untuk menahan pasukan Rusia.



Berbicara secara eksklusif kepada Editor BBC Eropa, Katya Adler, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan adalah &quot;tugas&quot; negaranya untuk membantu Ukraina.



Dia mengatakan jika Rusia dibiarkan memenangkan perangnya, &amp;ldquo;Anda akan memiliki kekuatan kekaisaran baru&amp;rdquo; di Eropa, yang dapat mengancam negara-negara bekas Soviet lainnya seperti Georgia dan Kazakhstan, serta seluruh benua.



&amp;ldquo;Karena, yang pasti, imperialisme dan kolonialismelah yang dilakukan Rusia [di Ukraina],&amp;rdquo; katanya.



Namun, Macron menyatakan mungkin akan tiba waktunya untuk melakukan &amp;ldquo;negosiasi yang adil dan baik&amp;rdquo; dengan Moskow.

</description><content:encoded>KYIV - Ibu kota Ukraina, Kyiv, dilanda serangan udara Rusia pertama dalam 52 hari.

Menulis di aplikasi pesan Telegram, Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan &amp;ldquo;ledakan kuat terdengar&amp;rdquo; pada Sabtu (11/11/2023) dini hari.

Klitschko mengatakan informasi awal menunjukkan sistem pertahanan udara mampu mencegat rudal tersebut.

BACA JUGA:
Kerahkan Drone Laut, Ukraina Klaim Serang 2 Kapal Pendarat Rusia di Krimea

Warga telah diperintahkan untuk berlindung di tempat perlindungan serangan udara.
Menurut kantor berita Reuters, belum ada laporan awal mengenai korban jiwa setelah serangan udara tersebut.

BACA JUGA:
Presiden Prancis: Jika Rusia Dibiarkan Menang di Perang Ukraina, Kekaisaran Baru di Eropa Akan Muncul dan Ancam Seluruh Benua

Serangan itu terjadi ketika Presiden Volodomyr Zelensky memperingati satu tahun pembebasan Kherson dari Rusia.

Berbicara kepada warga kota, ia memuji mereka karena &quot;menginspirasi dunia dengan perlawanan mereka&quot;.

Di Odesa, distrik pesisir sekitar 275 mil (442 km) dari Kyiv, ada laporan setidaknya dua serangan rudal.
Menurut kepala pemerintahan wilayah tersebut, Oleg Kiper, tiga orang terluka dan seorang wanita berusia 96 tahun dirawat di rumah sakit. Kondisinya diketahui stabil.



Pada Rabu (8/11/2023), para pejabat Ukraina mengatakan setidaknya satu orang tewas setelah sebuah rudal Rusia menghantam sebuah kapal sipil yang memasuki Odessa.



Seorang pilot pelabuhan berusia 43 tahun tewas, sedangkan tiga awak kapal asal Filipina dan seorang pekerja pelabuhan terluka.



Pada pertemuan G7 di Jepang minggu ini, para menteri luar negeri dari Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Kanada dan Amerika &amp;ndash; serta perwakilan Uni Eropa, mengatakan mereka mengakui bahwa Rusia siap menghadapi perang jangka panjang di Ukraina.



Mereka juga mengatakan perang Israel-Gaza tidak boleh mengalihkan perhatian dari dukungan terhadap Ukraina dan menegaskan kembali bahwa mereka akan terus mendukung Kyiv secara ekonomi dan militer.



Kyiv semakin khawatir tentang &amp;ldquo;kelelahan Ukraina&amp;rdquo; di antara negara-negara Barat yang mengikis kemampuannya untuk menahan pasukan Rusia.



Berbicara secara eksklusif kepada Editor BBC Eropa, Katya Adler, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan adalah &quot;tugas&quot; negaranya untuk membantu Ukraina.



Dia mengatakan jika Rusia dibiarkan memenangkan perangnya, &amp;ldquo;Anda akan memiliki kekuatan kekaisaran baru&amp;rdquo; di Eropa, yang dapat mengancam negara-negara bekas Soviet lainnya seperti Georgia dan Kazakhstan, serta seluruh benua.



&amp;ldquo;Karena, yang pasti, imperialisme dan kolonialismelah yang dilakukan Rusia [di Ukraina],&amp;rdquo; katanya.



Namun, Macron menyatakan mungkin akan tiba waktunya untuk melakukan &amp;ldquo;negosiasi yang adil dan baik&amp;rdquo; dengan Moskow.

</content:encoded></item></channel></rss>
