<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: OKI Harus Bersatu Jadi Garda Terdepan Selesaikan Krisis di Palestina</title><description>Hal itu disampaikan Jokowi saat berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/12/337/2918818/jokowi-oki-harus-bersatu-jadi-garda-terdepan-selesaikan-krisis-di-palestina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/12/337/2918818/jokowi-oki-harus-bersatu-jadi-garda-terdepan-selesaikan-krisis-di-palestina"/><item><title>Jokowi: OKI Harus Bersatu Jadi Garda Terdepan Selesaikan Krisis di Palestina</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/12/337/2918818/jokowi-oki-harus-bersatu-jadi-garda-terdepan-selesaikan-krisis-di-palestina</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/12/337/2918818/jokowi-oki-harus-bersatu-jadi-garda-terdepan-selesaikan-krisis-di-palestina</guid><pubDate>Minggu 12 November 2023 07:49 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/12/337/2918818/jokowi-oki-harus-bersatu-jadi-garda-terdepan-selesaikan-krisis-di-palestina-Jc8dWxsYJj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi serukan negara OKI selesaikan krisis Palestina/Foto: Istimewa</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/12/337/2918818/jokowi-oki-harus-bersatu-jadi-garda-terdepan-selesaikan-krisis-di-palestina-Jc8dWxsYJj.jpg</image><title>Jokowi serukan negara OKI selesaikan krisis Palestina/Foto: Istimewa</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMS82LzE3MzU1Ni81L3g4cGpsMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersatu dan berada di garda terdepan dalam penyelesaian krisis di Gaza, Palestina.



Hal itu disampaikan Jokowi saat berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di King Abdulaziz International Convention Center (KAICC), Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (11/11).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Momen Warga Asahan Rela Menunggu Berjam-jam di Pinggir Jalan demi Bertemu Ganjar



&amp;ldquo;OKI harus bersatu, harus berada di garis depan menggunakan semua cara damai, semua pengaruh, dan semua upaya diplomasi untuk bela keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina,&amp;rdquo; ujar Jokowi dalam keterangan resminya, Minggu (12/11/2023).



Jokowi juga mendukung penyelenggaraan KTT OKI yang dinilai sangat tepat untuk dilakukan. Presiden menegaskan bahwa OKI harus mampu menghasilkan hal konkret agar kekejaman Israel di Gaza dapat segera dihentikan.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banjir di Kapuas Hulu, BNPB: 1.120 Jiwa Terdampak

&amp;ldquo;Satu bulan telah terjadi kekejaman ini dunia seolah benar-benar tidak berdaya. Lebih dari 7,9 miliar penduduk dunia, lebih dari 190 pimpinan negara, tapi sampai saat ini tak satu pun mampu hentikan kekejaman ini,&amp;rdquo; ungkapnya.



Untuk itu, Jokowi menyampaikan empat saran konkret saat berbicara di hadapan para pemimpin negara Islam. Pertama, Jokowi mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan.



&amp;ldquo;Tanpa gencatan senjata, situasi tak akan membaik. Israel telah gunakan narasi 'self defense' dan terus lakukan pembunuhan rakyat sipil. Ini tak lain sebuah collective punishment. Kita semua harus cari jalan agar Israel segera lakukan gencatan senjata,&amp;rdquo; tegasnya.





Kedua, Jokowi mendorong agar bantuan kemanusiaan dipercepat dan diperluas jangkauannya. OKI harus mengusulkan mekanisme bantuan yang lebih bisa diprediksi dan berkelanjutan mengingat situasi kemanusiaan di Gaza sangat memprihatikan.







&amp;ldquo;Situasi kemanusiaan sangat memprihatinkan. Contoh, RS Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel, sejak kemarin sudah kehabisan bahan bakar. Indonesia meminta semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional,&amp;rdquo; jelasnya.



&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pascagempa M7,2, BMKG: 161 Gempa Susulan Guncang Tanimbar




Ketiga, Jokowi menyerukan agar OKI menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukan. Misalnya, mendesak diberikannya akses pada Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory yang dibentuk Dewan HAM PBB untuk melaksanakan mandatnya.







&amp;ldquo;Dan terus mendukung proses advisory opinion di Mahkamah Internasional,&amp;rdquo; imbuhnya.




&amp;nbsp;BACA JUGA:

DPR Dorong Peningkatan Mutu Guru dan Honorer Jadi ASN PPPK



Keempat, OKI harus mendesak agar perundingan damai segera dimulai kembali demi terwujudnya solusi dua negara dan menolak pemikiran solusi satu negara. Menurutnya, solusi satu negara hanya akan membuat Palestina dikorbankan.







&amp;ldquo;Jika memang mekanisme quartet sudah tidak dapat diandalkan, maka OKI harus mendorong proses negosiasi damai dengan format baru, dan Indonesia siap berkontribusi dalam negosiasi damai tersebut,&amp;rdquo; ucapnya.







Di penutup pernyataannya, Jokowi meminta dukungan dari para pemimpin OKI untuk menyampaikan hasil dari KTT Luar Biasa OKI kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden.







&amp;ldquo;Dari Riyadh saya sudah terjadwal melakukan kunjungan bilateral ke Amerika Serikat. Dengan izin para pemimpin, saya akan sampaikan hasil keputusan OKI hari ini kepada Presiden Biden,&amp;rdquo; tandasnya.
</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMS82LzE3MzU1Ni81L3g4cGpsMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersatu dan berada di garda terdepan dalam penyelesaian krisis di Gaza, Palestina.



Hal itu disampaikan Jokowi saat berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di King Abdulaziz International Convention Center (KAICC), Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (11/11).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Momen Warga Asahan Rela Menunggu Berjam-jam di Pinggir Jalan demi Bertemu Ganjar



&amp;ldquo;OKI harus bersatu, harus berada di garis depan menggunakan semua cara damai, semua pengaruh, dan semua upaya diplomasi untuk bela keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina,&amp;rdquo; ujar Jokowi dalam keterangan resminya, Minggu (12/11/2023).



Jokowi juga mendukung penyelenggaraan KTT OKI yang dinilai sangat tepat untuk dilakukan. Presiden menegaskan bahwa OKI harus mampu menghasilkan hal konkret agar kekejaman Israel di Gaza dapat segera dihentikan.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Banjir di Kapuas Hulu, BNPB: 1.120 Jiwa Terdampak

&amp;ldquo;Satu bulan telah terjadi kekejaman ini dunia seolah benar-benar tidak berdaya. Lebih dari 7,9 miliar penduduk dunia, lebih dari 190 pimpinan negara, tapi sampai saat ini tak satu pun mampu hentikan kekejaman ini,&amp;rdquo; ungkapnya.



Untuk itu, Jokowi menyampaikan empat saran konkret saat berbicara di hadapan para pemimpin negara Islam. Pertama, Jokowi mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan.



&amp;ldquo;Tanpa gencatan senjata, situasi tak akan membaik. Israel telah gunakan narasi 'self defense' dan terus lakukan pembunuhan rakyat sipil. Ini tak lain sebuah collective punishment. Kita semua harus cari jalan agar Israel segera lakukan gencatan senjata,&amp;rdquo; tegasnya.





Kedua, Jokowi mendorong agar bantuan kemanusiaan dipercepat dan diperluas jangkauannya. OKI harus mengusulkan mekanisme bantuan yang lebih bisa diprediksi dan berkelanjutan mengingat situasi kemanusiaan di Gaza sangat memprihatikan.







&amp;ldquo;Situasi kemanusiaan sangat memprihatinkan. Contoh, RS Indonesia di Gaza Utara terus menjadi sasaran serangan Israel, sejak kemarin sudah kehabisan bahan bakar. Indonesia meminta semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional,&amp;rdquo; jelasnya.



&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pascagempa M7,2, BMKG: 161 Gempa Susulan Guncang Tanimbar




Ketiga, Jokowi menyerukan agar OKI menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukan. Misalnya, mendesak diberikannya akses pada Independent International Commission of Inquiry on the Occupied Palestinian Territory yang dibentuk Dewan HAM PBB untuk melaksanakan mandatnya.







&amp;ldquo;Dan terus mendukung proses advisory opinion di Mahkamah Internasional,&amp;rdquo; imbuhnya.




&amp;nbsp;BACA JUGA:

DPR Dorong Peningkatan Mutu Guru dan Honorer Jadi ASN PPPK



Keempat, OKI harus mendesak agar perundingan damai segera dimulai kembali demi terwujudnya solusi dua negara dan menolak pemikiran solusi satu negara. Menurutnya, solusi satu negara hanya akan membuat Palestina dikorbankan.







&amp;ldquo;Jika memang mekanisme quartet sudah tidak dapat diandalkan, maka OKI harus mendorong proses negosiasi damai dengan format baru, dan Indonesia siap berkontribusi dalam negosiasi damai tersebut,&amp;rdquo; ucapnya.







Di penutup pernyataannya, Jokowi meminta dukungan dari para pemimpin OKI untuk menyampaikan hasil dari KTT Luar Biasa OKI kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden.







&amp;ldquo;Dari Riyadh saya sudah terjadwal melakukan kunjungan bilateral ke Amerika Serikat. Dengan izin para pemimpin, saya akan sampaikan hasil keputusan OKI hari ini kepada Presiden Biden,&amp;rdquo; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
