<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Cekcok Petugas-Keluarga Pasien, RSUD Leuwiliang dan Dinkes Bogor Bakal Dievaluasi   </title><description>Pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan akan dipanggil untuk mencari tahu permasalahan yang sebenarnya terjadi.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/12/338/2919146/viral-cekcok-petugas-keluarga-pasien-rsud-leuwiliang-dan-dinkes-bogor-bakal-dievaluasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/12/338/2919146/viral-cekcok-petugas-keluarga-pasien-rsud-leuwiliang-dan-dinkes-bogor-bakal-dievaluasi"/><item><title>Viral Cekcok Petugas-Keluarga Pasien, RSUD Leuwiliang dan Dinkes Bogor Bakal Dievaluasi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/12/338/2919146/viral-cekcok-petugas-keluarga-pasien-rsud-leuwiliang-dan-dinkes-bogor-bakal-dievaluasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/12/338/2919146/viral-cekcok-petugas-keluarga-pasien-rsud-leuwiliang-dan-dinkes-bogor-bakal-dievaluasi</guid><pubDate>Minggu 12 November 2023 23:57 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/12/338/2919146/viral-cekcok-petugas-keluarga-pasien-rsud-leuwiliang-dan-dinkes-bogor-bakal-dievaluasi-EIZYozSSm2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Viral cekcok petugas dan keluarga pasien di RSUD Leuwiliang (Foto: Tangkapan layar media sosial) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/12/338/2919146/viral-cekcok-petugas-keluarga-pasien-rsud-leuwiliang-dan-dinkes-bogor-bakal-dievaluasi-EIZYozSSm2.jpg</image><title>Viral cekcok petugas dan keluarga pasien di RSUD Leuwiliang (Foto: Tangkapan layar media sosial) </title></images><description>BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bakal menindak lanjuti video viral cekcok keluarga pasien dengan pihak RSUD Leuwiliang. Pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan akan dipanggil untuk mencari tahu permasalahan yang sebenarnya terjadi.

&quot;Persisnya saya belum itu (cek), nanti Senin saya mau evaluasi. Evaluasi (pemanggilan), Dinkes, RS nanti (ditanya), sebetulnya masalahnya di mana,&quot; kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanuddin, Minggu (12/11/2023).

&quot;Pokoknya gini, sekecil apapun kalau itu untuk kebaikan akan kita evaluasi,&quot; tambah Burhanuddin.

BACA JUGA:
Viral! Cekcok di RSUD Leuwiliang Bogor Diduga Soal Mobil Ambulans&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sebelumnya, beredar viral di media sosial Twitter adanya cekcok dinarasikan antara keluarga pasien dengan pihak RSUD Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Diduga, cekcok tersebut perihal mobil ambulans.

Video itu diunggah akun Twitter @bogorfess_. Dalam video tersebut tampak sejumlah orang yang yang berteriak-teriak di area RSUD Leuwiliang.

BACA JUGA:
 Viral Cekcok Pasien dan Petugas RS, Begini Penjelasan RSUD Leuwiliang Bogor&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Terlihat, beberapa pria terus memaki petugas rumah sakit hingga harus ditahan oleh orang di sekitarnya.

&quot;Menurut keterangan ada pasien koma butuh ambulans, tapi ambulansnya disembunyiin akhirnya ketahuan ambulansnya ada di Gudang RSUD Leuwiliang Bogor,&quot; tulis keterangan dalam video beredar dikutip, Sabtu 11 November 2023.

Pihak rumah sakit pun sempat angkat bicara terkait viralnya video tersebut. Secara garis besar, cekcok terjadi ketika kedatangan pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas pada Kamis 9 November 2023.
Yang mana, ketika keluarga ingin merujuk pasien dan dokter menjelaskan prosedur rujukan antar rumah sakit harus melalui SPGDT (Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu). Sehingga rumah sakit tempat rujukan mengetahui kondisi dan kebutuhan pasien.
&quot;Setelah rumah sakit yang dituju siap menerima pasien, maka pasien akan diantar menggunakan ambulans rumah sakit didampingi oleh tenaga kesehatan RSUD Leuwiliang. Tetapi setelah dijelaskan, keluarga pasien tetap akan membawa pasien memakai kendaraan sendiri,&quot; kata Direktur RSUD Leuwiliang dr. Vitrie Winastri.

BACA JUGA:
Gempa M4,9 Guncang Pegunungan Bintang Papua

Dokter, lanjut Vitrie, melakukan edukasi ulang terkait prosedur SPGDT beberapa kali untuk menjaga agar kondisi pasien tetap stabil. Suami dan keluarga tetap menolak menggunakan sistem Rujukan SPGDT dan tetap akan menggunakan kendaraan sendiri.
&quot;Ternyata petugas rumah sakit melihat telah ada kendaraan yang menjemput pasien,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bakal menindak lanjuti video viral cekcok keluarga pasien dengan pihak RSUD Leuwiliang. Pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan akan dipanggil untuk mencari tahu permasalahan yang sebenarnya terjadi.

&quot;Persisnya saya belum itu (cek), nanti Senin saya mau evaluasi. Evaluasi (pemanggilan), Dinkes, RS nanti (ditanya), sebetulnya masalahnya di mana,&quot; kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanuddin, Minggu (12/11/2023).

&quot;Pokoknya gini, sekecil apapun kalau itu untuk kebaikan akan kita evaluasi,&quot; tambah Burhanuddin.

BACA JUGA:
Viral! Cekcok di RSUD Leuwiliang Bogor Diduga Soal Mobil Ambulans&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Sebelumnya, beredar viral di media sosial Twitter adanya cekcok dinarasikan antara keluarga pasien dengan pihak RSUD Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Diduga, cekcok tersebut perihal mobil ambulans.

Video itu diunggah akun Twitter @bogorfess_. Dalam video tersebut tampak sejumlah orang yang yang berteriak-teriak di area RSUD Leuwiliang.

BACA JUGA:
 Viral Cekcok Pasien dan Petugas RS, Begini Penjelasan RSUD Leuwiliang Bogor&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Terlihat, beberapa pria terus memaki petugas rumah sakit hingga harus ditahan oleh orang di sekitarnya.

&quot;Menurut keterangan ada pasien koma butuh ambulans, tapi ambulansnya disembunyiin akhirnya ketahuan ambulansnya ada di Gudang RSUD Leuwiliang Bogor,&quot; tulis keterangan dalam video beredar dikutip, Sabtu 11 November 2023.

Pihak rumah sakit pun sempat angkat bicara terkait viralnya video tersebut. Secara garis besar, cekcok terjadi ketika kedatangan pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas pada Kamis 9 November 2023.
Yang mana, ketika keluarga ingin merujuk pasien dan dokter menjelaskan prosedur rujukan antar rumah sakit harus melalui SPGDT (Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu). Sehingga rumah sakit tempat rujukan mengetahui kondisi dan kebutuhan pasien.
&quot;Setelah rumah sakit yang dituju siap menerima pasien, maka pasien akan diantar menggunakan ambulans rumah sakit didampingi oleh tenaga kesehatan RSUD Leuwiliang. Tetapi setelah dijelaskan, keluarga pasien tetap akan membawa pasien memakai kendaraan sendiri,&quot; kata Direktur RSUD Leuwiliang dr. Vitrie Winastri.

BACA JUGA:
Gempa M4,9 Guncang Pegunungan Bintang Papua

Dokter, lanjut Vitrie, melakukan edukasi ulang terkait prosedur SPGDT beberapa kali untuk menjaga agar kondisi pasien tetap stabil. Suami dan keluarga tetap menolak menggunakan sistem Rujukan SPGDT dan tetap akan menggunakan kendaraan sendiri.
&quot;Ternyata petugas rumah sakit melihat telah ada kendaraan yang menjemput pasien,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
