<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Perkuat Sinergi Pembinaan Napiter, Dirjenpas dan Kepala BNPT Tinjau Lapas Nusakambangan</title><description>Keduanya&amp;nbsp;terus bersinergi dalam penanganan dan pembinaan narapidana terorisme (napiter).</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/12/512/2918880/perkuat-sinergi-pembinaan-napiter-dirjenpas-dan-kepala-bnpt-tinjau-lapas-nusakambangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/12/512/2918880/perkuat-sinergi-pembinaan-napiter-dirjenpas-dan-kepala-bnpt-tinjau-lapas-nusakambangan"/><item><title>   Perkuat Sinergi Pembinaan Napiter, Dirjenpas dan Kepala BNPT Tinjau Lapas Nusakambangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/12/512/2918880/perkuat-sinergi-pembinaan-napiter-dirjenpas-dan-kepala-bnpt-tinjau-lapas-nusakambangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/12/512/2918880/perkuat-sinergi-pembinaan-napiter-dirjenpas-dan-kepala-bnpt-tinjau-lapas-nusakambangan</guid><pubDate>Minggu 12 November 2023 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/12/512/2918880/perkuat-sinergi-pembinaan-napiter-dirjenpas-dan-kepala-bnpt-tinjau-lapas-nusakambangan-R9shG3lAuN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPT dan Dirjenpas tinjau Lapas Nusakambangan (Foto: istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/12/512/2918880/perkuat-sinergi-pembinaan-napiter-dirjenpas-dan-kepala-bnpt-tinjau-lapas-nusakambangan-R9shG3lAuN.jpg</image><title>Kepala BNPT dan Dirjenpas tinjau Lapas Nusakambangan (Foto: istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMi83LzE3MzU3My81L3g4cGs1NWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus bersinergi dalam penanganan dan pembinaan narapidana terorisme (napiter).
Salah satu penguatan dilakukan dengan peninjauan bersama antara Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Reynhard Silitonga, dan Kepala BNPT Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berada di Pulau Nusakambangan, Sabtu 11 November 2023.
&quot;Tugas kami melakukan pembinaan kepada Warga Binaan, yaitu pembinaan kepribadian dan kemandirian. Tujuannya agar mereka tidak mengulangi tindak pidananya lagi ketika kembali ke masyarakat,&quot; kata Dirjenpas Reynhard Silitonga di Lapas Kelas IIA Karanganyar, Nusakambangan.

BACA JUGA:
KTT OKI di Riyadh, Jokowi Minta Negara Islam Bersatu Selesaikan Situasi di Gaza

Lebih lanjut, Dirjenpas menjelaskan mengenai risiko-risiko yang dihadapi oleh petugas pemasyarakatan dalam melaksanakan tugas pembinaan. Seperti mayoritas narapidana risiko tinggi, ancaman keluarga dari luar Lapas, hingga risiko alam seperti cuaca buruk.
&quot;Dibutuhkan peningkatan kerja sama yang baik dan dukungan dari Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya BNPT, untuk mendukung proses pembinaan dan deradikalisasi napiter di wilayah Nusakambangan,&quot; kata Reynhard.

BACA JUGA:
Begini Tampang Komplotan Pembunuh Karyawan MRT di Jaktim
Adapun peningkatan dukungan yang diharapkan dapat diberikan oleh BNPT antara lain dalam bentuk program konseling psikologi, kerja sama antarlembaga/kementerian dalam pembinaan napiter, pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara, peningkatan sumber daya manusia wali/pamong napiter melalui pelatihan yang disesuaikan dengan perkembangan penyebaran paham radikalisme, peningkatan intensitas pembinaan kepribadian (kajian agama), dan pengembangan kewirausahaan.

Menanggapi hal itu, Kepala BNPT mengatakan bahwa pembinaan untuk napiter bukan hanya sekadar pembinaan biasa, tetapi bagaimana APH dapat mengubah perilaku dan mindset mereka ke arah yang lebih baik.

&quot;Ditjenpas dan BNPT perlu memiliki satu sistem bersama untuk mengontrol narapidana, khususnya teroris, dan itu butuh diskusi bersama, duduk bersama untuk mengevaluasi dan memberikan inovasi baru agar tercipta sistem yang lebih baik,&quot; jelasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMi83LzE3MzU3My81L3g4cGs1NWg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus bersinergi dalam penanganan dan pembinaan narapidana terorisme (napiter).
Salah satu penguatan dilakukan dengan peninjauan bersama antara Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Reynhard Silitonga, dan Kepala BNPT Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berada di Pulau Nusakambangan, Sabtu 11 November 2023.
&quot;Tugas kami melakukan pembinaan kepada Warga Binaan, yaitu pembinaan kepribadian dan kemandirian. Tujuannya agar mereka tidak mengulangi tindak pidananya lagi ketika kembali ke masyarakat,&quot; kata Dirjenpas Reynhard Silitonga di Lapas Kelas IIA Karanganyar, Nusakambangan.

BACA JUGA:
KTT OKI di Riyadh, Jokowi Minta Negara Islam Bersatu Selesaikan Situasi di Gaza

Lebih lanjut, Dirjenpas menjelaskan mengenai risiko-risiko yang dihadapi oleh petugas pemasyarakatan dalam melaksanakan tugas pembinaan. Seperti mayoritas narapidana risiko tinggi, ancaman keluarga dari luar Lapas, hingga risiko alam seperti cuaca buruk.
&quot;Dibutuhkan peningkatan kerja sama yang baik dan dukungan dari Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya BNPT, untuk mendukung proses pembinaan dan deradikalisasi napiter di wilayah Nusakambangan,&quot; kata Reynhard.

BACA JUGA:
Begini Tampang Komplotan Pembunuh Karyawan MRT di Jaktim
Adapun peningkatan dukungan yang diharapkan dapat diberikan oleh BNPT antara lain dalam bentuk program konseling psikologi, kerja sama antarlembaga/kementerian dalam pembinaan napiter, pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara, peningkatan sumber daya manusia wali/pamong napiter melalui pelatihan yang disesuaikan dengan perkembangan penyebaran paham radikalisme, peningkatan intensitas pembinaan kepribadian (kajian agama), dan pengembangan kewirausahaan.

Menanggapi hal itu, Kepala BNPT mengatakan bahwa pembinaan untuk napiter bukan hanya sekadar pembinaan biasa, tetapi bagaimana APH dapat mengubah perilaku dan mindset mereka ke arah yang lebih baik.

&quot;Ditjenpas dan BNPT perlu memiliki satu sistem bersama untuk mengontrol narapidana, khususnya teroris, dan itu butuh diskusi bersama, duduk bersama untuk mengevaluasi dan memberikan inovasi baru agar tercipta sistem yang lebih baik,&quot; jelasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
