<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Megawati Ajak Kawal Pemilu dengan Nurani, Partai Perindo: Skandal MK Awal Kecurangan</title><description>Kecurangan Pemilu itu bukan lagi akan terjadi tapi sudah terjadi, skandal MK adalah awal dari kecurangan yang terencana.
</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/13/1/2919688/megawati-ajak-kawal-pemilu-dengan-nurani-partai-perindo-skandal-mk-awal-kecurangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/13/1/2919688/megawati-ajak-kawal-pemilu-dengan-nurani-partai-perindo-skandal-mk-awal-kecurangan"/><item><title>Megawati Ajak Kawal Pemilu dengan Nurani, Partai Perindo: Skandal MK Awal Kecurangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/13/1/2919688/megawati-ajak-kawal-pemilu-dengan-nurani-partai-perindo-skandal-mk-awal-kecurangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/13/1/2919688/megawati-ajak-kawal-pemilu-dengan-nurani-partai-perindo-skandal-mk-awal-kecurangan</guid><pubDate>Senin 13 November 2023 19:21 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/1/2919688/megawati-ajak-kawal-pemilu-dengan-nurani-partai-perindo-skandal-mk-awal-kecurangan-lMkuLcQRjz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yusuf Lakaseng (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/1/2919688/megawati-ajak-kawal-pemilu-dengan-nurani-partai-perindo-skandal-mk-awal-kecurangan-lMkuLcQRjz.jpg</image><title>Yusuf Lakaseng (Foto : MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMi8xLzE3MzU4OS81L3g4cGtuMXI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Ketua Bidang Politik Partai Perindo, Yusuf Lakaseng angkat bicara soal pernyataan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang mencium adanya indikasi kecurangan jelang Pemilu 2024. Menurut Yusuf, hal tersebut bukan hanya sekadar indikasi, melainkan sudah terjadi.

&quot;Kecurangan Pemilu itu bukan lagi akan terjadi tapi sudah terjadi, skandal Mahkamah Konstitusi (MK) adalah awal dari kecurangan yang terencana dan sistematis,&quot; kata Yusuf kepada wartawan, Senin (13/11/2023).


BACA JUGA:
Jimly Dilaporkan ke Dewan Etik Usai Pecat Anwar Usman, Partai Perindo: Siapa yang Mau Meriksa?


Yusuf mengatakan, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) telah membongkarnya dengan memberhentikan Anwar Usman sebagai Ketua MK. Anwar terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim dalam putusan perkara nomor 90/PPU-XXI/2023 tentang syarat batas usia Capres-Cawapres.

Karena itu, Yusuf menilai situasi politik terkini sudah sangat memprihatinkan, bahkan para tokoh bangsa yang sudah sepuh turun gunung menyatakan keprihatinannya dan menyerukan penyelamatan demokrasi.


BACA JUGA:
Viral Mahasiswa UNY Lecehkan Maba Ternyata Hoaks, Polda DIY Tangkap Pelaku


&quot;Politik Machiavelli dipraktikkan secara vulgar, saya ingat betul kata Niccolo Machiavelli, filsuf ini berkata bahwa 'politik tidak ada hubungannya dengan moralitas',&quot; ujar Yusuf --- yang juga merupakan Caleg DPR RI Dapil Sulawesi Tengah itu.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkapkan bahwa kecurangan Pemilu akhir-akhir ini mulai terlihat. Karena itu, dia mengingatkan semua pihak jangan sampai kecurangan terjadi di Pemilu 2024.
Megawati mengajak masyarakat untuk mengawal Pemilu 2024 dengan nurani dan sepenuh hati.

Di samping itu, Megawati juga mengatakan hukum harus menjadi alat yang menghadirkan kebenaran. Hukum harus menjadi alat mewujudkan keadilan dan mengayomi seluruh bangsa dan negara Indonesia.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMi8xLzE3MzU4OS81L3g4cGtuMXI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Ketua Bidang Politik Partai Perindo, Yusuf Lakaseng angkat bicara soal pernyataan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang mencium adanya indikasi kecurangan jelang Pemilu 2024. Menurut Yusuf, hal tersebut bukan hanya sekadar indikasi, melainkan sudah terjadi.

&quot;Kecurangan Pemilu itu bukan lagi akan terjadi tapi sudah terjadi, skandal Mahkamah Konstitusi (MK) adalah awal dari kecurangan yang terencana dan sistematis,&quot; kata Yusuf kepada wartawan, Senin (13/11/2023).


BACA JUGA:
Jimly Dilaporkan ke Dewan Etik Usai Pecat Anwar Usman, Partai Perindo: Siapa yang Mau Meriksa?


Yusuf mengatakan, Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) telah membongkarnya dengan memberhentikan Anwar Usman sebagai Ketua MK. Anwar terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim dalam putusan perkara nomor 90/PPU-XXI/2023 tentang syarat batas usia Capres-Cawapres.

Karena itu, Yusuf menilai situasi politik terkini sudah sangat memprihatinkan, bahkan para tokoh bangsa yang sudah sepuh turun gunung menyatakan keprihatinannya dan menyerukan penyelamatan demokrasi.


BACA JUGA:
Viral Mahasiswa UNY Lecehkan Maba Ternyata Hoaks, Polda DIY Tangkap Pelaku


&quot;Politik Machiavelli dipraktikkan secara vulgar, saya ingat betul kata Niccolo Machiavelli, filsuf ini berkata bahwa 'politik tidak ada hubungannya dengan moralitas',&quot; ujar Yusuf --- yang juga merupakan Caleg DPR RI Dapil Sulawesi Tengah itu.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkapkan bahwa kecurangan Pemilu akhir-akhir ini mulai terlihat. Karena itu, dia mengingatkan semua pihak jangan sampai kecurangan terjadi di Pemilu 2024.
Megawati mengajak masyarakat untuk mengawal Pemilu 2024 dengan nurani dan sepenuh hati.

Di samping itu, Megawati juga mengatakan hukum harus menjadi alat yang menghadirkan kebenaran. Hukum harus menjadi alat mewujudkan keadilan dan mengayomi seluruh bangsa dan negara Indonesia.
</content:encoded></item></channel></rss>
