<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi KKB Teroris, Jenderal Agus: Diplomasi Militer Mutlak Dilakukan!</title><description>Sedangkan diplomasi militer untuk pertukaran personel TNI dengan negara-negara di kawasan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/13/337/2919360/atasi-kkb-teroris-jenderal-agus-diplomasi-militer-mutlak-dilakukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/13/337/2919360/atasi-kkb-teroris-jenderal-agus-diplomasi-militer-mutlak-dilakukan"/><item><title>Atasi KKB Teroris, Jenderal Agus: Diplomasi Militer Mutlak Dilakukan!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/13/337/2919360/atasi-kkb-teroris-jenderal-agus-diplomasi-militer-mutlak-dilakukan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/13/337/2919360/atasi-kkb-teroris-jenderal-agus-diplomasi-militer-mutlak-dilakukan</guid><pubDate>Senin 13 November 2023 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/337/2919360/atasi-kkb-teroris-jenderal-agus-diplomasi-militer-mutlak-dilakukan-u0s8eIPpe2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KSAD Jenderal Agus Subiyanto/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/337/2919360/atasi-kkb-teroris-jenderal-agus-diplomasi-militer-mutlak-dilakukan-u0s8eIPpe2.jpg</image><title>KSAD Jenderal Agus Subiyanto/ist</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMy8xLzE3MzYwOS81L3g4cGwxN2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agus Subiyanto mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Panglima TNI bersama Komisi I DPR, Senin (13/11/2023).
Dalam kesempatan itu, Jenderal Kopassus bintang empat ini mengungkapkan jurus untuk mengatasi konflik yang ada di Papua yang dilakukan KKB teroris.

BACA JUGA:
Baku Tembak dengan KKB Teroris, Pasukan Elite Raider TNI AD Sita Sejumlah Peralatan

&quot;Untuk mengatasi konflik vertikal seperti masalah di Papua, pendekatan Smart power, yang dengan kombinasi hard power soft power dan diplomasi militer mutlak dilakukan,&quot; kata Agus saat uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi I DPR RI.

BACA JUGA:
9 Bulan Disandera KKB Egianus Kogoya, Begini Kondisi Terakhir Pilot Susi Air

Agus menjelaskan, hard power dilakukan dalam rangka menegakan hukum. Soft power, kata Agus, dilakukan untuk mendukung pelaksanaan percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua.
Sedangkan diplomasi militer untuk pertukaran personel TNI dengan negara-negara di kawasan.
&quot;Diplomasi militer ini bertujuan untuk membangun hubungan interpersonal antar prajurit serta menciptakan persamaan berpandangan tentang pendekatan dalam penyelesaian masalah di Papua,&quot; kata Jenderal Agus.

Selain atasi konflik di Papua, Agus juga menaruh perhatian tinggi terhadap potensi konflik di Laut Cina Selatan.
Menurutnya, Laut Cina Selatan perlu mendapat peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan melalui pengembangan kapabilitas satuan TNI terintegrasi di wilayah Natuna.

&quot;Karena satuan tersebut memiliki peran vital untuk menciptakan return effect sekaligus sebagai mata dan telinga bagi sistem peringatan dini kita atau early warning sistem,&quot; tutup Agus.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMy8xLzE3MzYwOS81L3g4cGwxN2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agus Subiyanto mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Panglima TNI bersama Komisi I DPR, Senin (13/11/2023).
Dalam kesempatan itu, Jenderal Kopassus bintang empat ini mengungkapkan jurus untuk mengatasi konflik yang ada di Papua yang dilakukan KKB teroris.

BACA JUGA:
Baku Tembak dengan KKB Teroris, Pasukan Elite Raider TNI AD Sita Sejumlah Peralatan

&quot;Untuk mengatasi konflik vertikal seperti masalah di Papua, pendekatan Smart power, yang dengan kombinasi hard power soft power dan diplomasi militer mutlak dilakukan,&quot; kata Agus saat uji kelayakan dan kepatutan bersama Komisi I DPR RI.

BACA JUGA:
9 Bulan Disandera KKB Egianus Kogoya, Begini Kondisi Terakhir Pilot Susi Air

Agus menjelaskan, hard power dilakukan dalam rangka menegakan hukum. Soft power, kata Agus, dilakukan untuk mendukung pelaksanaan percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua.
Sedangkan diplomasi militer untuk pertukaran personel TNI dengan negara-negara di kawasan.
&quot;Diplomasi militer ini bertujuan untuk membangun hubungan interpersonal antar prajurit serta menciptakan persamaan berpandangan tentang pendekatan dalam penyelesaian masalah di Papua,&quot; kata Jenderal Agus.

Selain atasi konflik di Papua, Agus juga menaruh perhatian tinggi terhadap potensi konflik di Laut Cina Selatan.
Menurutnya, Laut Cina Selatan perlu mendapat peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan melalui pengembangan kapabilitas satuan TNI terintegrasi di wilayah Natuna.

&quot;Karena satuan tersebut memiliki peran vital untuk menciptakan return effect sekaligus sebagai mata dan telinga bagi sistem peringatan dini kita atau early warning sistem,&quot; tutup Agus.</content:encoded></item></channel></rss>
