<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bibit Siklon Tropis 17W Terdeteksi di Utara Papua, BMKG: Waspadai Dampak Cuacanya</title><description>BMKG mengatakan Bibit Siklon Tropis 17W terdeteksi di sekitar 1.3 derajat Lintang Utara (LU) dan 140.8 derajat Bujur Timur (BT).
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/13/337/2919590/bibit-siklon-tropis-17w-terdeteksi-di-utara-papua-bmkg-waspadai-dampak-cuacanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/13/337/2919590/bibit-siklon-tropis-17w-terdeteksi-di-utara-papua-bmkg-waspadai-dampak-cuacanya"/><item><title>Bibit Siklon Tropis 17W Terdeteksi di Utara Papua, BMKG: Waspadai Dampak Cuacanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/13/337/2919590/bibit-siklon-tropis-17w-terdeteksi-di-utara-papua-bmkg-waspadai-dampak-cuacanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/13/337/2919590/bibit-siklon-tropis-17w-terdeteksi-di-utara-papua-bmkg-waspadai-dampak-cuacanya</guid><pubDate>Senin 13 November 2023 16:55 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/337/2919590/bibit-siklon-tropis-17w-terdeteksi-di-utara-papua-bmkg-waspadai-dampak-cuacanya-7ke91tF87V.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/337/2919590/bibit-siklon-tropis-17w-terdeteksi-di-utara-papua-bmkg-waspadai-dampak-cuacanya-7ke91tF87V.jpg</image><title>Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi Bibit Siklon Tropis 17W di Samudra Pasifik Barat, sebelah utara Papua. BMKG mengingatkan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia.

BMKG mengatakan Bibit Siklon Tropis 17W terdeteksi di sekitar 1.3 derajat Lintang Utara (LU) dan 140.8 derajat Bujur Timur (BT).

&amp;ldquo;Kecepatan angin maksimum Bibit Siklon Tropis 17W yakni 30 knot dan tekanan udara minimum 1006.0 hPa bergerak ke arah barat, barat daya,&amp;rdquo; ungkap BMKG dalam keterangan resminya, Senin (13/11/2023).


BACA JUGA:
Kemarau Masih Mengintai, BMKG Imbau Petani Jangan Tabur Benih Dulu


Selain itu, BMKG mengatakan potensi Bibit Siklon Tropis 17W untuk tumbuh menjadi Siklon Tropis dalam 24 jam kedepan dalam kategori tinggi.
Oleh karena itu, BMKG mengingatkan agar waspada terhadap dampak cuaca tidak langsung yang bisa terjadi dalam 24 jam kedepan terutama potensi gelombang laut tinggi.



Dampak Bibit Siklon Tropis 17W yaitu gelombang laut tinggi 1.25 hingga 2.5 meter di Perairan Kepulauan Sangihe &amp;ndash; Talaud, di perairan utara Papua Barat &amp;ndash; Papua, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi Bibit Siklon Tropis 17W di Samudra Pasifik Barat, sebelah utara Papua. BMKG mengingatkan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia.

BMKG mengatakan Bibit Siklon Tropis 17W terdeteksi di sekitar 1.3 derajat Lintang Utara (LU) dan 140.8 derajat Bujur Timur (BT).

&amp;ldquo;Kecepatan angin maksimum Bibit Siklon Tropis 17W yakni 30 knot dan tekanan udara minimum 1006.0 hPa bergerak ke arah barat, barat daya,&amp;rdquo; ungkap BMKG dalam keterangan resminya, Senin (13/11/2023).


BACA JUGA:
Kemarau Masih Mengintai, BMKG Imbau Petani Jangan Tabur Benih Dulu


Selain itu, BMKG mengatakan potensi Bibit Siklon Tropis 17W untuk tumbuh menjadi Siklon Tropis dalam 24 jam kedepan dalam kategori tinggi.
Oleh karena itu, BMKG mengingatkan agar waspada terhadap dampak cuaca tidak langsung yang bisa terjadi dalam 24 jam kedepan terutama potensi gelombang laut tinggi.



Dampak Bibit Siklon Tropis 17W yaitu gelombang laut tinggi 1.25 hingga 2.5 meter di Perairan Kepulauan Sangihe &amp;ndash; Talaud, di perairan utara Papua Barat &amp;ndash; Papua, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.</content:encoded></item></channel></rss>
