<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peristiwa Hari Ini: HUT ke-78 Tahun Brimob dan Sejarah Terbentuk Korps Walet Hitam</title><description>Sejumlah tugas utama dari Brimob adalah penanganan terorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/13/337/2919697/peristiwa-hari-ini-hut-ke-78-tahun-brimob-dan-sejarah-terbentuk-korps-walet-hitam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/13/337/2919697/peristiwa-hari-ini-hut-ke-78-tahun-brimob-dan-sejarah-terbentuk-korps-walet-hitam"/><item><title>Peristiwa Hari Ini: HUT ke-78 Tahun Brimob dan Sejarah Terbentuk Korps Walet Hitam</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/13/337/2919697/peristiwa-hari-ini-hut-ke-78-tahun-brimob-dan-sejarah-terbentuk-korps-walet-hitam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/13/337/2919697/peristiwa-hari-ini-hut-ke-78-tahun-brimob-dan-sejarah-terbentuk-korps-walet-hitam</guid><pubDate>Selasa 14 November 2023 04:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/337/2919697/peristiwa-hari-ini-hut-ke-78-tahun-brimob-dan-sejarah-terbentuk-korps-walet-hitam-jaDGaAsVkj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/337/2919697/peristiwa-hari-ini-hut-ke-78-tahun-brimob-dan-sejarah-terbentuk-korps-walet-hitam-jaDGaAsVkj.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMy82LzE3MzYzNC81L3g4cGxmcTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Korps Brigade Mobil Kepolisian Negara Republik Indonesia (Brimob Polri) akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-78 pada hari ini, Selasa (14/11/2023).
Brimob merupakan kesatuan operasi khusus yang bersifat paramiliter milik Koprs Bhayangkara.
Sejumlah tugas utama dari Brimob adalah penanganan terorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi.
Kemudian, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sandera, dan penjinakan bom (EOD). Brimob juga bersifat sebagai komponen besar di dalam Polri yang dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas anti-separatis dan anti-pemberontakan, sering kali bersamaan dengan operasi militer. Korps Brimob tergolong sebagai &quot;Unit Taktis Polisi&quot;.

BACA JUGA:
Megawati Ajak Kawal Pemilu dengan Nurani, Partai Perindo: Skandal MK Awal Kecurangan

Satuan Brimob dibentuk pada era Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno dan sudah memiliki sejumlah kemampuan khusus dari para polisi lainnya.
Kala itu, pemerintah militer Jepang membentuk tenaga cadangan yang dapat digerakkan dengan cepat dan memiliki mobilitas tinggi. Kemudian, lahirlah Tokubetsu Keisatsutai pada April 1944. Cikal bakal Brimob Polri.
Satuannya beranggotakan polisi muda yang didirikan di setiap Karesidenan seluruh Jawa, Madura, dan Sumatera. Persenjataan yang dimiliki Tokubetsu lebih lengkap dibanding polisi biasa.
Setiap calon anggotanya mendapatkan pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang, sehingga Tokubetsu Keisatsutai adalah pasukan polisi yang terlatih, disipin dan terorganisir.
Pada akhir 1944 dibentuk satuan Tokubetsu Keisatsutai dengan kekuatan satu Kompi yang beranggotakan antara 60-200 orang pada setiap Karesidenan. Hingga akhirnya, ketika Jepang menyerah kepada sekutu, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Masa penggemblengan Tokubetsu Keisatsutai pun berakhir. Namun, para Anggota Tokubetsi Keisatsutai bahu membahu mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia bersama dengan rakyat.
Seluruh satuan semimiliter dan militer di Indonesia dibubarkan. Tokubetsu Keisatsutai menjadi satu-satunya kesatuan yang masih boleh memegang senjata.

BACA JUGA:
Terapkan Sistem Baru, Harga Tiket LRT Jabodebek Bakal Turun Lagi?

Hal ini yang menempatkan anggota Tokubetsu Keisatsutai menjadi pioner dalam perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi I, Mohammad Jasin membacakan teks Proklamasi dari Pasukan Polisi Istimewa yang berbunyi,&amp;ldquo;Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia&amp;ldquo;.
Polisi Istimewa kemudian menyebarluaskan teks Proklamasi tersebut dengan cara ditempelkan di tempat-tempat yang ramai dan dapat dibaca orang. Selain menempelkan teks Proklamasi Kepolisian, mereka juga menempelkan teks Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia.Pimpinan Polisi Istimewa dari Jepang yaitu Sidookan Takata dan Fuko Sidookan Nishimoto digantikan oleh Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin. Pasukan Polisi Istimewa turut serta berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Mochammad Jasin.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

6 Artis yang Diduga Mendukung Israel, Gara-Gara Nge-Like Postingan Gal Gadot

Setahun lebih Polisi Istimewa berkiprah di garda depan dalam berbagai perebutan fasilitas militer dan tempat-tempat strategis di pulau Jawa dan Sumatera, pada tanggal 14 November 1946 seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau sekarang terkenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob).

Berdasarkan surat order Y. M. Menteri Kepala Kepolisian Negara No. Pol. 23 /61/ tanggal 12 Agustus 1961 ditetapkan bahwa tanggal 14 November 1961 merupakan hari Mobile Brigade ke-16.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sekretaris Partai Komunis China Temui Maruf Amin, Apa yang Dibahas?

Saat itu pula, Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno selaku Inspektur upacara menganugerahkan &amp;ldquo;Nugraha Cakanti Yana Utama&amp;ldquo; sebagai penghargaan pemerintah atas atas pengabdian dan kesetiaan Mobile Brigade.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMy82LzE3MzYzNC81L3g4cGxmcTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Korps Brigade Mobil Kepolisian Negara Republik Indonesia (Brimob Polri) akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-78 pada hari ini, Selasa (14/11/2023).
Brimob merupakan kesatuan operasi khusus yang bersifat paramiliter milik Koprs Bhayangkara.
Sejumlah tugas utama dari Brimob adalah penanganan terorisme domestik, penanganan kerusuhan, penegakan hukum berisiko tinggi.
Kemudian, pencarian dan penyelamatan (SAR), penyelamatan sandera, dan penjinakan bom (EOD). Brimob juga bersifat sebagai komponen besar di dalam Polri yang dilatih untuk melaksanakan tugas-tugas anti-separatis dan anti-pemberontakan, sering kali bersamaan dengan operasi militer. Korps Brimob tergolong sebagai &quot;Unit Taktis Polisi&quot;.

BACA JUGA:
Megawati Ajak Kawal Pemilu dengan Nurani, Partai Perindo: Skandal MK Awal Kecurangan

Satuan Brimob dibentuk pada era Presiden pertama RI, Soekarno atau Bung Karno dan sudah memiliki sejumlah kemampuan khusus dari para polisi lainnya.
Kala itu, pemerintah militer Jepang membentuk tenaga cadangan yang dapat digerakkan dengan cepat dan memiliki mobilitas tinggi. Kemudian, lahirlah Tokubetsu Keisatsutai pada April 1944. Cikal bakal Brimob Polri.
Satuannya beranggotakan polisi muda yang didirikan di setiap Karesidenan seluruh Jawa, Madura, dan Sumatera. Persenjataan yang dimiliki Tokubetsu lebih lengkap dibanding polisi biasa.
Setiap calon anggotanya mendapatkan pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang, sehingga Tokubetsu Keisatsutai adalah pasukan polisi yang terlatih, disipin dan terorganisir.
Pada akhir 1944 dibentuk satuan Tokubetsu Keisatsutai dengan kekuatan satu Kompi yang beranggotakan antara 60-200 orang pada setiap Karesidenan. Hingga akhirnya, ketika Jepang menyerah kepada sekutu, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Masa penggemblengan Tokubetsu Keisatsutai pun berakhir. Namun, para Anggota Tokubetsi Keisatsutai bahu membahu mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia bersama dengan rakyat.
Seluruh satuan semimiliter dan militer di Indonesia dibubarkan. Tokubetsu Keisatsutai menjadi satu-satunya kesatuan yang masih boleh memegang senjata.

BACA JUGA:
Terapkan Sistem Baru, Harga Tiket LRT Jabodebek Bakal Turun Lagi?

Hal ini yang menempatkan anggota Tokubetsu Keisatsutai menjadi pioner dalam perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi I, Mohammad Jasin membacakan teks Proklamasi dari Pasukan Polisi Istimewa yang berbunyi,&amp;ldquo;Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia&amp;ldquo;.
Polisi Istimewa kemudian menyebarluaskan teks Proklamasi tersebut dengan cara ditempelkan di tempat-tempat yang ramai dan dapat dibaca orang. Selain menempelkan teks Proklamasi Kepolisian, mereka juga menempelkan teks Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia.Pimpinan Polisi Istimewa dari Jepang yaitu Sidookan Takata dan Fuko Sidookan Nishimoto digantikan oleh Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin. Pasukan Polisi Istimewa turut serta berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Mochammad Jasin.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

6 Artis yang Diduga Mendukung Israel, Gara-Gara Nge-Like Postingan Gal Gadot

Setahun lebih Polisi Istimewa berkiprah di garda depan dalam berbagai perebutan fasilitas militer dan tempat-tempat strategis di pulau Jawa dan Sumatera, pada tanggal 14 November 1946 seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau sekarang terkenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob).

Berdasarkan surat order Y. M. Menteri Kepala Kepolisian Negara No. Pol. 23 /61/ tanggal 12 Agustus 1961 ditetapkan bahwa tanggal 14 November 1961 merupakan hari Mobile Brigade ke-16.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sekretaris Partai Komunis China Temui Maruf Amin, Apa yang Dibahas?

Saat itu pula, Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno selaku Inspektur upacara menganugerahkan &amp;ldquo;Nugraha Cakanti Yana Utama&amp;ldquo; sebagai penghargaan pemerintah atas atas pengabdian dan kesetiaan Mobile Brigade.



</content:encoded></item></channel></rss>
