<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Malaysia Ringankan Hukuman Mati dan Seumur Hidup 11 Napi Narkoba</title><description>Terdapat dua warga negara asing di antara 11 napi tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/14/18/2920432/malaysia-ringankan-hukuman-mati-dan-seumur-hidup-11-napi-narkoba</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/14/18/2920432/malaysia-ringankan-hukuman-mati-dan-seumur-hidup-11-napi-narkoba"/><item><title>Malaysia Ringankan Hukuman Mati dan Seumur Hidup 11 Napi Narkoba</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/14/18/2920432/malaysia-ringankan-hukuman-mati-dan-seumur-hidup-11-napi-narkoba</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/14/18/2920432/malaysia-ringankan-hukuman-mati-dan-seumur-hidup-11-napi-narkoba</guid><pubDate>Selasa 14 November 2023 21:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/14/18/2920432/malaysia-ringankan-hukuman-mati-dan-seumur-hidup-11-napi-narkoba-rCsDz4eWMB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/14/18/2920432/malaysia-ringankan-hukuman-mati-dan-seumur-hidup-11-napi-narkoba-rCsDz4eWMB.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Okezone)</title></images><description>KUALA LUMPUR - Pengadilan tinggi Malaysia pada Selasa, (14/11/2023) meringankan hukuman mati dan hukuman penjara seumur hidup terhadap 11 orang yang dihukum karena perdagangan narkoba, termasuk dua warga negara Thailand, menyusul reformasi hukuman mati yang disahkan awal tahun ini, kantor berita negara Bernama dilaporkan.

BACA JUGA:
Pembunuh Asal Malaysia Dibebaskan dari Tahanan Imigrasi Australia

Kesebelas orang tersebut, termasuk tujuh terpidana mati, mendapat pengurangan hukuman masing-masing menjadi penjara seumur hidup selama 30 tahun, dalam gelombang pertama kasus yang ditinjau oleh Pengadilan Federal setelah reformasi, Bernama melaporkan.
Anggota parlemen Malaysia pada April memutuskan untuk menghapuskan hukuman mati wajib untuk kejahatan termasuk perdagangan narkoba dan pembunuhan, sehingga hakim dapat menggunakan kebijaksanaan mereka untuk menentukan apakah akan menjatuhkan hukuman mati.
Amandemen tersebut juga menetapkan hukuman penjara seumur hidup bagi pelakunya, diganti dengan hukuman penjara antara 30 hingga 40 tahun, demikian dilansir Reuters.
Menteri Hukum Malaysia Azalina Othman Said mengatakan hampir 1.000 orang yang menghadapi hukuman mati atau hukuman seumur hidup telah mengajukan permohonan hukuman ulang, dan menambahkan bahwa proses tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk menegakkan hak asasi manusia.

BACA JUGA:
Pensiunan Guru Dijatuhi Hukuman Mati di Arab Saudi Usai Kritik Korupsi dan Pelanggaran HAM di Medsos

&amp;ldquo;Hari ini adalah hari bersejarah&amp;hellip; Ini membuktikan bahwa prinsip keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana Malaysia selalu dijunjung tinggi,&amp;rdquo; ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan sebelum sidang.

Sidang ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Sirul Azhar Umar, mantan polisi Malaysia yang meninggalkan negaranya untuk menghindari hukuman mati pada tahun 2015, dibebaskan dari tahanan imigrasi di Australia. Undang-undang Australia melarang deportasi orang ke tempat-tempat di mana mereka menghadapi hukuman mati.
Sirul, mantan pengawal mantan Perdana Menteri Najib Razak, dihukum bersama dengan petugas polisi lainnya atas pembunuhan Altantuya Shaariibuu, seorang model dan penerjemah Mongolia berusia 28 tahun pada 2006.
Sirul belum mengatakan apakah ia berencana untuk meminta peninjauan hukuman berdasarkan reformasi baru tersebut, namun Menteri Dalam Negeri Malaysia mengatakan kepada wartawan pada Selasa bahwa ia mempunyai hak untuk mengajukan peninjauan kembali.</description><content:encoded>KUALA LUMPUR - Pengadilan tinggi Malaysia pada Selasa, (14/11/2023) meringankan hukuman mati dan hukuman penjara seumur hidup terhadap 11 orang yang dihukum karena perdagangan narkoba, termasuk dua warga negara Thailand, menyusul reformasi hukuman mati yang disahkan awal tahun ini, kantor berita negara Bernama dilaporkan.

BACA JUGA:
Pembunuh Asal Malaysia Dibebaskan dari Tahanan Imigrasi Australia

Kesebelas orang tersebut, termasuk tujuh terpidana mati, mendapat pengurangan hukuman masing-masing menjadi penjara seumur hidup selama 30 tahun, dalam gelombang pertama kasus yang ditinjau oleh Pengadilan Federal setelah reformasi, Bernama melaporkan.
Anggota parlemen Malaysia pada April memutuskan untuk menghapuskan hukuman mati wajib untuk kejahatan termasuk perdagangan narkoba dan pembunuhan, sehingga hakim dapat menggunakan kebijaksanaan mereka untuk menentukan apakah akan menjatuhkan hukuman mati.
Amandemen tersebut juga menetapkan hukuman penjara seumur hidup bagi pelakunya, diganti dengan hukuman penjara antara 30 hingga 40 tahun, demikian dilansir Reuters.
Menteri Hukum Malaysia Azalina Othman Said mengatakan hampir 1.000 orang yang menghadapi hukuman mati atau hukuman seumur hidup telah mengajukan permohonan hukuman ulang, dan menambahkan bahwa proses tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk menegakkan hak asasi manusia.

BACA JUGA:
Pensiunan Guru Dijatuhi Hukuman Mati di Arab Saudi Usai Kritik Korupsi dan Pelanggaran HAM di Medsos

&amp;ldquo;Hari ini adalah hari bersejarah&amp;hellip; Ini membuktikan bahwa prinsip keadilan restoratif dalam sistem peradilan pidana Malaysia selalu dijunjung tinggi,&amp;rdquo; ujarnya dalam pernyataan yang dikeluarkan sebelum sidang.

Sidang ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Sirul Azhar Umar, mantan polisi Malaysia yang meninggalkan negaranya untuk menghindari hukuman mati pada tahun 2015, dibebaskan dari tahanan imigrasi di Australia. Undang-undang Australia melarang deportasi orang ke tempat-tempat di mana mereka menghadapi hukuman mati.
Sirul, mantan pengawal mantan Perdana Menteri Najib Razak, dihukum bersama dengan petugas polisi lainnya atas pembunuhan Altantuya Shaariibuu, seorang model dan penerjemah Mongolia berusia 28 tahun pada 2006.
Sirul belum mengatakan apakah ia berencana untuk meminta peninjauan hukuman berdasarkan reformasi baru tersebut, namun Menteri Dalam Negeri Malaysia mengatakan kepada wartawan pada Selasa bahwa ia mempunyai hak untuk mengajukan peninjauan kembali.</content:encoded></item></channel></rss>
