<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Musim Pancaroba, Ratusan Warga Bandung Barat Terjangkit Demam Berdarah   </title><description>Memasuki musim peralihan musim atau disebut pancaroba, masyarakat di Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus ekstra lebih waspada&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/15/525/2920708/musim-pancaroba-ratusan-warga-bandung-barat-terjangkit-demam-berdarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/15/525/2920708/musim-pancaroba-ratusan-warga-bandung-barat-terjangkit-demam-berdarah"/><item><title> Musim Pancaroba, Ratusan Warga Bandung Barat Terjangkit Demam Berdarah   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/15/525/2920708/musim-pancaroba-ratusan-warga-bandung-barat-terjangkit-demam-berdarah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/15/525/2920708/musim-pancaroba-ratusan-warga-bandung-barat-terjangkit-demam-berdarah</guid><pubDate>Rabu 15 November 2023 11:42 WIB</pubDate><dc:creator>Ferry Bangkit Rizki</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/15/525/2920708/musim-pancaroba-ratusan-warga-bandung-barat-terjangkit-demam-berdarah-jt4RikLWHQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/15/525/2920708/musim-pancaroba-ratusan-warga-bandung-barat-terjangkit-demam-berdarah-jt4RikLWHQ.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok freepik)</title></images><description>

BANDUNG BARAT - Memasuki musim peralihan musim atau disebut pancaroba, masyarakat di Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus ekstra lebih waspada terhadap Demam Berdarah Dangue (DBD). Sebab, tren penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti itu biasanya meningkat saat musim pancaroba.

&quot;Yang mesti diwaspadai dari peralihan musim adalah penyebaran penyakit DBD,&quot; ujar Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjajanto saat dihubungi, Rabu (15/11/2023).

Dinas Kesehatan KBB sendiri mencatat dari Januari hingga November tahun ini sudah ada 447 warga Bandung Barat yang terkena DBD. Dua di antaranya meninggal dunia.

BACA JUGA:
Gawat! 292 Warga Jakpus Terjangkit DBD, Terbanyak di Cempaka Putih&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hernawan mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan memberantas tempat-tempat yang berpotensi dijadikan tumbuhnya jentik nyamuk aedes aegypti.

&quot;Kami mengimbau masyarakat untuk menguras genangan-genangan air yang menjadi tempat sarang nyamuk, menutup tempat air, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menimbulkan genangan air,&quot; imbuh dia.


Kepala Bidang  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan KBB, Nurul Rasihan menambahkan, kasus DBD terbanyak di Kecamatan Cikalongwetan dan Kecamatan Cililin.

BACA JUGA:
Cegah Kasus DBD, Caleg Perindo Fogging 350 Rumah Warga Pancoran Jaksel&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

&quot;Di Cikalongwetan ada 80 kasus dan Cililin. 61 kasus DBD,&quot; ucap Nurul.

Ia tak memungkiri,  perubahan cuaca dari  kemarau ke musim hujan membuat populasi nyamuk meningkat. Sehingga kerap terjadi peningkatan kasus DBD. Menurutnya, pencegahan DBD paling efektif dengan 3 M yaitu Menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti.

&quot;Kalau fogging (pengasapan) tidak efektif mencegah DBD. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tak bisa membunuh jentik,&quot; kata dia.
</description><content:encoded>

BANDUNG BARAT - Memasuki musim peralihan musim atau disebut pancaroba, masyarakat di Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus ekstra lebih waspada terhadap Demam Berdarah Dangue (DBD). Sebab, tren penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti itu biasanya meningkat saat musim pancaroba.

&quot;Yang mesti diwaspadai dari peralihan musim adalah penyebaran penyakit DBD,&quot; ujar Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan Widjajanto saat dihubungi, Rabu (15/11/2023).

Dinas Kesehatan KBB sendiri mencatat dari Januari hingga November tahun ini sudah ada 447 warga Bandung Barat yang terkena DBD. Dua di antaranya meninggal dunia.

BACA JUGA:
Gawat! 292 Warga Jakpus Terjangkit DBD, Terbanyak di Cempaka Putih&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hernawan mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan memberantas tempat-tempat yang berpotensi dijadikan tumbuhnya jentik nyamuk aedes aegypti.

&quot;Kami mengimbau masyarakat untuk menguras genangan-genangan air yang menjadi tempat sarang nyamuk, menutup tempat air, dan mengubur barang-barang yang berpotensi menimbulkan genangan air,&quot; imbuh dia.


Kepala Bidang  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan KBB, Nurul Rasihan menambahkan, kasus DBD terbanyak di Kecamatan Cikalongwetan dan Kecamatan Cililin.

BACA JUGA:
Cegah Kasus DBD, Caleg Perindo Fogging 350 Rumah Warga Pancoran Jaksel&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

&quot;Di Cikalongwetan ada 80 kasus dan Cililin. 61 kasus DBD,&quot; ucap Nurul.

Ia tak memungkiri,  perubahan cuaca dari  kemarau ke musim hujan membuat populasi nyamuk meningkat. Sehingga kerap terjadi peningkatan kasus DBD. Menurutnya, pencegahan DBD paling efektif dengan 3 M yaitu Menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti.

&quot;Kalau fogging (pengasapan) tidak efektif mencegah DBD. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tak bisa membunuh jentik,&quot; kata dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
