<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Ada Madu Palsu Dicampur Bahan Berbahaya</title><description>Selain untung besar, pelaku penipuan dengan modus menjual madu palsu juga mencampur bahan berbahaya berhasil ditangkap.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/15/610/2921079/waspada-ada-madu-palsu-dicampur-bahan-berbahaya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/15/610/2921079/waspada-ada-madu-palsu-dicampur-bahan-berbahaya"/><item><title>Waspada! Ada Madu Palsu Dicampur Bahan Berbahaya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/15/610/2921079/waspada-ada-madu-palsu-dicampur-bahan-berbahaya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/15/610/2921079/waspada-ada-madu-palsu-dicampur-bahan-berbahaya</guid><pubDate>Rabu 15 November 2023 19:20 WIB</pubDate><dc:creator>Widori Agustino</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/15/610/2921079/waspada-ada-madu-palsu-dicampur-bahan-berbahaya-LOmWIVm8VD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi menangkap pengedar madu palsu (Foto: Widori) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/15/610/2921079/waspada-ada-madu-palsu-dicampur-bahan-berbahaya-LOmWIVm8VD.jpg</image><title>Polisi menangkap pengedar madu palsu (Foto: Widori) </title></images><description>BATURAJA - Selain untung besar, pelaku penipuan dengan modus menjual madu palsu juga mencampur bahan berbahaya berhasil ditangkap.
Hal itu terungkap saat pelaku Samiri, (48) warga Kabupaten Muara Enim yang di tangkap unit Reskrim Polsek Baturaja Timur Polres OKU mengakui jika madu yang dijualnya kepada Yuriza Cahya Dayanti (32) ternyata palsu.

BACA JUGA:
Soal Nasib Gibran di PDIP, Hasto: Sudah Tutup Buku

Dikatakan Samiri sebetulnya cairan yang ada di dalam jeriken berukuran 10 liter itu adalah air gula yang di tambah dengan semacam zat cydron. Kemudian, dirinya bersama tersangka (R) (DPO) mencari calon korban yang merupakan usaha (warung) di Kota Baturaja.
&quot;Itu air pula pak, di campur cairan cydron DNA sedikit madu. Saya bikin nya di Gelumbang Kabupaten Muara Enim,&quot; ucapnya tertunduk lesu.

BACA JUGA:
Pidato Ganjar di KPU, Hasto: Kedaulatan Rakyat di Atas Segalanya

Samiri mengatakan, dirinya dan R baru satu bulan melakukan aksi penipuan dengan menjual madu palsu tersebut. Untuk di Kabupaten OKU, dirinya mengaku baru kali ini beraksi.
&quot;Baru sekali ini pak di Baturaja, untung yang dihasilkan cukup menjanjikan&quot; katanya.
Di wawancara bagaimana Samiri membuat madu palsu itu, dirinya mengaku dengan cara memasak gula dengan menggunakan panci DNA di beri air, Sesudah itu gula akan mencair menyerupai warna madu. Agar gula tak membeku, dirinya mencampur zar Cydron sebagai penegasan cairan.
&quot;Satu panci itu bisa dapat 1 jeriken berukuran 10 liter itu pak. Kalau 2 panci bisa 2 jeriken. Dan kalau dikemas ke dalam botol bisa dapat 90 botol lebih,&quot; beber Samiri.Setelah semuanya siap, Samiri lalu mencari korban untuk dititipi madu. Kemudian, tersangka R akan datang sebagian pembeli untuk meyakinkan korban dan meminta madu dalam jumlah banyak.
Setelah korban terbuai dan menghubungi Samiri untuk meminta dikirim madu dalam jumlah banyak, disitulah Samiri memainkan perannya dengan datang dan membawa madu dengan jumlah banyak dan meminta uang korban sebagai pembayaran jual beli madu palsu.

BACA JUGA:
Beredar Kabar Lukas Enembe Meninggal Dunia, Kuasa Hukum: Tidak Benar!

Polisi sendiri meminta masyarakat untuk mewaspadai peredaran madu palsu. &quot;Kita imbau masyarakat untuk berhati-hati, jangan sampai kita beli untuk kesehatan malah menjadi penyakit,&quot; kata Kapolsek Baturaja Timur.</description><content:encoded>BATURAJA - Selain untung besar, pelaku penipuan dengan modus menjual madu palsu juga mencampur bahan berbahaya berhasil ditangkap.
Hal itu terungkap saat pelaku Samiri, (48) warga Kabupaten Muara Enim yang di tangkap unit Reskrim Polsek Baturaja Timur Polres OKU mengakui jika madu yang dijualnya kepada Yuriza Cahya Dayanti (32) ternyata palsu.

BACA JUGA:
Soal Nasib Gibran di PDIP, Hasto: Sudah Tutup Buku

Dikatakan Samiri sebetulnya cairan yang ada di dalam jeriken berukuran 10 liter itu adalah air gula yang di tambah dengan semacam zat cydron. Kemudian, dirinya bersama tersangka (R) (DPO) mencari calon korban yang merupakan usaha (warung) di Kota Baturaja.
&quot;Itu air pula pak, di campur cairan cydron DNA sedikit madu. Saya bikin nya di Gelumbang Kabupaten Muara Enim,&quot; ucapnya tertunduk lesu.

BACA JUGA:
Pidato Ganjar di KPU, Hasto: Kedaulatan Rakyat di Atas Segalanya

Samiri mengatakan, dirinya dan R baru satu bulan melakukan aksi penipuan dengan menjual madu palsu tersebut. Untuk di Kabupaten OKU, dirinya mengaku baru kali ini beraksi.
&quot;Baru sekali ini pak di Baturaja, untung yang dihasilkan cukup menjanjikan&quot; katanya.
Di wawancara bagaimana Samiri membuat madu palsu itu, dirinya mengaku dengan cara memasak gula dengan menggunakan panci DNA di beri air, Sesudah itu gula akan mencair menyerupai warna madu. Agar gula tak membeku, dirinya mencampur zar Cydron sebagai penegasan cairan.
&quot;Satu panci itu bisa dapat 1 jeriken berukuran 10 liter itu pak. Kalau 2 panci bisa 2 jeriken. Dan kalau dikemas ke dalam botol bisa dapat 90 botol lebih,&quot; beber Samiri.Setelah semuanya siap, Samiri lalu mencari korban untuk dititipi madu. Kemudian, tersangka R akan datang sebagian pembeli untuk meyakinkan korban dan meminta madu dalam jumlah banyak.
Setelah korban terbuai dan menghubungi Samiri untuk meminta dikirim madu dalam jumlah banyak, disitulah Samiri memainkan perannya dengan datang dan membawa madu dengan jumlah banyak dan meminta uang korban sebagai pembayaran jual beli madu palsu.

BACA JUGA:
Beredar Kabar Lukas Enembe Meninggal Dunia, Kuasa Hukum: Tidak Benar!

Polisi sendiri meminta masyarakat untuk mewaspadai peredaran madu palsu. &quot;Kita imbau masyarakat untuk berhati-hati, jangan sampai kita beli untuk kesehatan malah menjadi penyakit,&quot; kata Kapolsek Baturaja Timur.</content:encoded></item></channel></rss>
