<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kondisi Menyedihkan di RS Gaza, Direktur RS Al-Shifa: Anak-Anak Kelaparan</title><description>Abu Salmiya mengatakan beberapa di antara mereka adalah anak-anak yang kelaparan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/17/18/2922259/kondisi-menyedihkan-di-rs-gaza-direktur-rs-al-shifa-anak-anak-kelaparan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/17/18/2922259/kondisi-menyedihkan-di-rs-gaza-direktur-rs-al-shifa-anak-anak-kelaparan"/><item><title>Kondisi Menyedihkan di RS Gaza, Direktur RS Al-Shifa: Anak-Anak Kelaparan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/17/18/2922259/kondisi-menyedihkan-di-rs-gaza-direktur-rs-al-shifa-anak-anak-kelaparan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/17/18/2922259/kondisi-menyedihkan-di-rs-gaza-direktur-rs-al-shifa-anak-anak-kelaparan</guid><pubDate>Jum'at 17 November 2023 16:04 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/17/18/2922259/kondisi-menyedihkan-di-rs-gaza-direktur-rs-al-shifa-anak-anak-kelaparan-hbc0oGqAXV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kondisi menyedihkan di RS Al-Shifa Gaza banyak anak-anak mengalami kelaparan (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/17/18/2922259/kondisi-menyedihkan-di-rs-gaza-direktur-rs-al-shifa-anak-anak-kelaparan-hbc0oGqAXV.jpg</image><title>Kondisi menyedihkan di RS Al-Shifa Gaza banyak anak-anak mengalami kelaparan (Foto: AFP)</title></images><description>GAZA - Direktur Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza pada Kamis (16/11/2023) menggambarkan kondisi suram krisis kemanusiaan yang terjadi di kompleks medis di Jalur Gaza.

Dalam wawancara telepon dengan Al-Jazeera Arab, Mohammad Abu Salmiya berbicara tentang kondisi menyedihkan yang mempengaruhi lebih dari 650 orang yang terluka, 36 bayi prematur, 45 pasien ginjal dan 5.000 orang yang kehilangan tempat tinggal.


BACA JUGA:
Pemimpin Senior Hamas di Lebanon Ejek Israel yang Sengaja Letakkan Senjata di RS Al-Shifa Gaza

Abu Salmiya mengatakan beberapa di antara mereka adalah anak-anak yang kelaparan.


BACA JUGA:
Imbas Blokade Israel, Layanan Ponsel dan Internet Putus di Seluruh Jalur Gaza karena Kurang Bahan Bakar

&amp;ldquo;Anak-anak kelaparan &amp;ndash; dan yang saya maksud adalah anak-anak pengungsi karena mereka membutuhkan susu dan tidak ada air untuk membuat susu bagi mereka,&amp;rdquo; terangnya.
Ia melaporkan kematian seorang pasien ginjal, dan empat orang lainnya di ambang kematian akibat kondisi kritis dan tidak adanya cuci darah selama berhari-hari.

Abu Salmiya menuduh militer Israel mengepung rumah sakit, menyabotase beberapa bagian rumah sakit, dan menghabiskan 48 jam terakhir dengan bebas berkeliaran di rumah sakit tersebut.

Seperti diketahui, pada Rabu (15/11/2023), Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan mereka telah memulai &amp;ldquo;operasi yang tepat dan tepat sasaran terhadap Hamas di area tertentu di Rumah Sakit Shifa.&amp;rdquo;
Mengekspresikan rasa frustrasinya, Abu Salmiya menganggap dunia dan pendudukan Israel bertanggung jawab atas keadaan yang mengerikan ini, dan mendesak intervensi segera.



Dia menegaskan rumah sakit tersebut menyerupai sebuah penjara besar yang menampung lebih dari 7.000 pengungsi, staf medis, pasien dan korban luka, sedangkan rumah sakit tersebut menghadapi kekurangan kebutuhan pokok.

Dia menambahkan serangan militer Israel telah menyebabkan terhentinya layanan penyelamatan jiwa, membuat rumah sakit tidak mampu memenuhi kebutuhan penghuninya.

</description><content:encoded>GAZA - Direktur Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza pada Kamis (16/11/2023) menggambarkan kondisi suram krisis kemanusiaan yang terjadi di kompleks medis di Jalur Gaza.

Dalam wawancara telepon dengan Al-Jazeera Arab, Mohammad Abu Salmiya berbicara tentang kondisi menyedihkan yang mempengaruhi lebih dari 650 orang yang terluka, 36 bayi prematur, 45 pasien ginjal dan 5.000 orang yang kehilangan tempat tinggal.


BACA JUGA:
Pemimpin Senior Hamas di Lebanon Ejek Israel yang Sengaja Letakkan Senjata di RS Al-Shifa Gaza

Abu Salmiya mengatakan beberapa di antara mereka adalah anak-anak yang kelaparan.


BACA JUGA:
Imbas Blokade Israel, Layanan Ponsel dan Internet Putus di Seluruh Jalur Gaza karena Kurang Bahan Bakar

&amp;ldquo;Anak-anak kelaparan &amp;ndash; dan yang saya maksud adalah anak-anak pengungsi karena mereka membutuhkan susu dan tidak ada air untuk membuat susu bagi mereka,&amp;rdquo; terangnya.
Ia melaporkan kematian seorang pasien ginjal, dan empat orang lainnya di ambang kematian akibat kondisi kritis dan tidak adanya cuci darah selama berhari-hari.

Abu Salmiya menuduh militer Israel mengepung rumah sakit, menyabotase beberapa bagian rumah sakit, dan menghabiskan 48 jam terakhir dengan bebas berkeliaran di rumah sakit tersebut.

Seperti diketahui, pada Rabu (15/11/2023), Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan mereka telah memulai &amp;ldquo;operasi yang tepat dan tepat sasaran terhadap Hamas di area tertentu di Rumah Sakit Shifa.&amp;rdquo;
Mengekspresikan rasa frustrasinya, Abu Salmiya menganggap dunia dan pendudukan Israel bertanggung jawab atas keadaan yang mengerikan ini, dan mendesak intervensi segera.



Dia menegaskan rumah sakit tersebut menyerupai sebuah penjara besar yang menampung lebih dari 7.000 pengungsi, staf medis, pasien dan korban luka, sedangkan rumah sakit tersebut menghadapi kekurangan kebutuhan pokok.

Dia menambahkan serangan militer Israel telah menyebabkan terhentinya layanan penyelamatan jiwa, membuat rumah sakit tidak mampu memenuhi kebutuhan penghuninya.

</content:encoded></item></channel></rss>
