<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengepungan RS Al-Shifa di Gaza, Diakhiri dengan Penetrasi</title><description>RS ini menjadi menarik untuk diamati dan dibicarakan di berbagai forum dan media dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/17/18/2922502/pengepungan-rs-al-shifa-di-gaza-diakhiri-dengan-penetrasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/17/18/2922502/pengepungan-rs-al-shifa-di-gaza-diakhiri-dengan-penetrasi"/><item><title>Pengepungan RS Al-Shifa di Gaza, Diakhiri dengan Penetrasi</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/17/18/2922502/pengepungan-rs-al-shifa-di-gaza-diakhiri-dengan-penetrasi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/17/18/2922502/pengepungan-rs-al-shifa-di-gaza-diakhiri-dengan-penetrasi</guid><pubDate>Jum'at 17 November 2023 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Opini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/17/18/2922502/pengepungan-rs-al-shifa-di-gaza-diakhiri-dengan-penetrasi-NUbbBNCcwF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mantan Direktur Pencegahan dan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Irjen Pol (Purn) Hamidin Aji Amin (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/17/18/2922502/pengepungan-rs-al-shifa-di-gaza-diakhiri-dengan-penetrasi-NUbbBNCcwF.jpg</image><title>Mantan Direktur Pencegahan dan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Irjen Pol (Purn) Hamidin Aji Amin (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>AL-SHIFA adalah nama sebuah Rumah Sakit (RS) di Gaza. Ini bukanlah  rumah sakit spesialis untuk penyakit tertentu, tapi sebuah rumah sakit umum biasa, seperti halnya rumah sakit umumnya di tanah air kita.  Rumah sakit ini berada di bilangan utara kota Gaza. Hanya 500 meter atau 0,3 mil dari pantai Mediterania. Berada di sebuah komplek bangunan yang hanya berjarak ratusan meter dari Pelabuhan Perikanan kecil yang cukup familiar bagi masyarakat di kota Gaza.
RS ini menjadi menarik untuk diamati dan dibicarakan di berbagai forum dan media dunia. Alasannya, karena selama beberapa minggu terakhir rumah sakit itu telah di kepung oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Lantai lima ruang operasi rumah sakit itu diawasi  ketat oleh militer Israel. Setiap pergerakan yang mencurigakan dari atau antar bangsal ke bangsal bisa menjadi sasaran penembak runduk atau sniper Israel.

BACA JUGA:
Ketika Israel Undang Wartawan Lihat Kondisi RS Al-Shifa di Gaza, Tunjukkan Temuan Senjata Hamas

Semua aktifitas di luar dan di dalam rumah sakit senantiasa dipantau dengan puluhan drone yang diterbangkan dari semua arah fokus pada aktifitas rumah sakit. Ribuan orang telah terjebak di dalam. Mayat banyak membusuk, karena ruang pendingin penyimpan mayat tidak berfungsi karena ketiadaan daya listrik, mayat kemudian dikubur dalam satu lubang di rumah sakit.

BACA JUGA:
PBB Minta Akses ke Gaza untuk Selidiki Klaim Israel Temukan Senjata Hamas di RS Al-Shifa&amp;nbsp;

Jenazah itu beramai-ramai dikubur di kuburan masal yang berada di lingkungan rumah sakit itu. Akhirnya tanggal 13 November 2023 lalu dengan tiba tiba, IDF melakukan penyerangan dan penetrasi ke dalam RS.
Tanpa ampun Ribuan orang, termasuk pasien, terjebak di dalam. Penghuni kota Gaza,  yang terletak di antara Kamp Pengungsi Shati dan Lingkungan kota Remal  yang telah hancur pada hari hari awal pengeboman, yang telah pula menewaskan 11.000 Warga Palesina, termasuk 8000 wanita dan anak anak itu, kembali dibuat geger dan dihantui momok kematian dengan penyerbuan itu.
Pemandangan mengerikan

Kalau boleh memilih, untuk terlibat atau tidak terlibat konflik, melihat atau tidak melihat, maka sebaiknya orang awam seperti kita janganlah pernah terlibat dan melihat kejadian seperti yang terjadi di Rumah sakit Al - Shifa ini. Sungguh sadis. Kenapa? Kesaksian orang yang berada di dalam rumah sakit seperti telah diungkap oleh Al Jazeera, Ini sungguh sangat mengerikan, mengiris iris hati nurani dan akal sehat bagi manusia yang beradab.

Pihak rumah sakit, melalui Dr Mokhallalati, seorang ahli bedah yang kebetulan dia juga sedang dirawat sebagai pasien, mendengar persis bagaimana rentetan suara tembakan datang dari semua arah baik dari luar maupun dari semua audut di dalam rumah sakit. Dia menjelesakan pada Al Jazeera, bahwa saat itu ada 100 pasien dalam kondisi kritis, 650 pasien perawatan, dan ada 36 bayi prematur yang dikeluarkan dari inkubator karena ruang pemasok oksigen untuk inkubator tidak ada aliran listrik dan itupun telah hancur ditembaki Israel dalam pengepungan tiga hari sebelumnya.

Ada juga 2.000 sampai 3.000 warga pengungsi yang berlindung, selain 700 tenaga medis yang bertahan si Rumah sakit. Hani Mahmoud dari Al Jazeera juga menjelaskan bahwa tiga bayi telah meninggal.

Orang yang dievakuasi dari Al-Shifa, disuruh duduk di halaman ruma sakit,disuruh melepas seluruh pakaiannya dan diintrogasi ditengah cuaca dingin dan hujan.

&amp;ldquo;Pasukan Israel telah mencoba membunuh siapa pun yang masuk ke dalam. Tidak ada yang melakukan perlawanan apa pun. Kami tidak melakukan perlawanan apa pun di dalam rumah sakit,&amp;rdquo; kata jurnalis Jihad Abu Shanab, yang persis berada di dalam kompleks medis yang disampaikan kepada Al Jazeera.

&amp;ldquo;Pemboman tersebut sangat agresif selama sembilan jam terakhir dengan penembakan terus menerus di seluruh wilayah,&amp;rdquo; kata Dr Mokhallalati. Dia juga mengatakan tank Israel dengan sangat jelas terdengar mendekati rumah sakit.



Situasi yang menjadi pertanyaan dunia tentang tuduhan bahwa Hamas telah menyalahkan gunakan Al shifa sebagai Markas komando telah dimentahkan. Ternyata, sampai saat ini ini belum ada bukti nyata bahwa rumah sakit tersebut telah digunakan untuk keperluan militer untuk melakukan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober dan menyandera lebih dari 200 orang lalu, yang menyebabkan Israel berketatapan tekat untuk menargetkan aset Hamas.

Disisi yang lain - Pasukan Israel sendiri - sekarang mengatakan bahwa tidak ada indikasi adanya tawanan di dalam rumah sakit. Sementara sampai saat ini evakuasi terus berlanjut. Hal ini disampaikan Sara Khairat dari Al Jazeera dari Yerusalem Timur yang telah diduduki.

Khairat menambahkan bahwa klaim itu bertentangan dengan pernyataan Israel sebelumnya yang mengatakan bahwa mereka tahu persis apa yang mereka targetkan.

&quot;Saat ini Israel memikul beban kepada dunia untuk membuktikan bahwa Hamas memang telah menggunakan al-Shifa untuk tujuan militer&quot; kata Ardi Imseis, pakar hukum internasional di Queen's University di Kanada kepada Al Jazeera.

&amp;ldquo;Objek penyerangannya adalah objek sipil. Hingga pihak Israel harus memberikan bukti bahwa objek tersebut telah diubah menjadi objek militer, sifat sipil dari objek tersebut tidaklah berubah,&amp;rdquo; tambahnya.

Omar Shakir, Direktur Israel dan Palestina di Human Rights Watch, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah Israel tidak memberikan bukti yang membenarkan pencabutan perlindungan khusus rumah sakit berdasarkan hukum kemanusiaan internasional.


Sebaliknya apa tanggapan Hamas?



Hamas pada Rabu (15/11/2023) justru secara terang-terangan menyalahkan Amerika Serikat (AS) karena telah memberikan 'lampu hijau' kepada Israel untuk menyerang rumah sakit terbesar di Gaza itu. Kelompok Palestina mengatakan Presiden AS Joe Biden sepenuhnya harus bertanggung jawab atas serangan Israel terhadap Rumah Sakit al-Shifa. Tuduhan itu muncul sehari setelah Gedung Putih mengatakan sumber-sumber intelijen AS menguatkan klaim Israel bahwa Hamas telah mengubur pusat operasional di bawah rumah sakit.



Hamas membantah telah melancarkan operasi militer dari rumah sakit mana pun di wilayah berpenduduk 2,3 juta orang tersebut. Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka tidak mendukung serangan terhadap rumah sakit dari udara dan tidak ingin melihat baku tembak di rumah sakit.







Bagaimana tanggapan Israel?



Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Peter Lerner mengatakan kepada CNN bahwa rumah sakit dan kompleks tersebut bagi Hamas adalah &amp;lsquo;pusat operasi mereka, bahkan mungkin jantung yang berdetak dan bahkan mungkin pusat gravitasi&amp;rsquo;.



Israel mengatakan juga dalam pernyataannya pada Rabu (15/11/2023) bahwa mereka telah memberikan waktu 12 jam kepada otoritas Gaza untuk menghentikan aktivitas militer di dalam rumah sakit tersebut. &amp;ldquo;Sayangnya, hal itu tidak pernah terjadi,&amp;rdquo; katanya.



Meskipun militer Israel mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa pasukannya telah menyediakan inkubator dan makanan bayi untuk al-Shifa, namun masih dipertanyakan, Orang-orang telah menunjukkan bahwa rumah sakit membutuhkan listrik, yang diputus oleh Israel, bukan inkubator.



Tamer Qarmout, asisten profesor kebijakan publik di Institut Studi Pascasarjana Doha, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan al-Shifa adalah bagian dari proyek yang lebih besar untuk &amp;ldquo;pengusiran paksa terhadap siapa pun yang tersisa di Gaza utara&amp;rdquo;.



Dengan persediaan makanan dan air yang sudah hampir habis, penghancuran pusat medis adalah taktik untuk mengosongkan wilayah utara.



Inilah akhir rangkaian operasi militer Israel terhadap militan Hamas. Semula rumah sakit dikepung pasukan, bahan bakar, air bersih, makanan dan listrik telah dilumpuhkan. Akhirnya rumah sakitpun dihajar tanpa ampun, ini semua semata-mata dilakukan untuk membuat Hamas bertekuk lutut. Akankah pelanggaran hukum humaniter dan Ham tersebut akan berlanjut? Entahlah yang jelas Israel dan Hamas keduanya telah membunuh ribuan umat manusia sebagai syuhada. Banyak yang telah mengecamnya.



Akankah Israel sadar bahwa dunia ini perlu kedamaian. Ibu menlu kita telah mewakili kita semua untuk menyerukan penghentian perang, membangun kedamaian di muka bumi. Ayo kita berdoa semoga semuanya cepat berakhir. Kami Indonesia adalah negara yang damai.



&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1617; &amp;#1575;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1570;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1586;&amp;#1615;&amp;#1602;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1616; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1570;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1570;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1616;







Rabbij'al h&amp;acirc;dz&amp;acirc; baladan &amp;acirc;minan warzuq ahlah&amp;ucirc; minats tsamar&amp;acirc;ti man &amp;acirc;mana minhum bill&amp;acirc;hi wal yaumil &amp;acirc;khir

Mantan Direktur Pencegahan dan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Irjen Pol (Purn) Hamidin Aji Amin
&amp;nbsp;
Pengamat Terorisme
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><content:encoded>AL-SHIFA adalah nama sebuah Rumah Sakit (RS) di Gaza. Ini bukanlah  rumah sakit spesialis untuk penyakit tertentu, tapi sebuah rumah sakit umum biasa, seperti halnya rumah sakit umumnya di tanah air kita.  Rumah sakit ini berada di bilangan utara kota Gaza. Hanya 500 meter atau 0,3 mil dari pantai Mediterania. Berada di sebuah komplek bangunan yang hanya berjarak ratusan meter dari Pelabuhan Perikanan kecil yang cukup familiar bagi masyarakat di kota Gaza.
RS ini menjadi menarik untuk diamati dan dibicarakan di berbagai forum dan media dunia. Alasannya, karena selama beberapa minggu terakhir rumah sakit itu telah di kepung oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Lantai lima ruang operasi rumah sakit itu diawasi  ketat oleh militer Israel. Setiap pergerakan yang mencurigakan dari atau antar bangsal ke bangsal bisa menjadi sasaran penembak runduk atau sniper Israel.

BACA JUGA:
Ketika Israel Undang Wartawan Lihat Kondisi RS Al-Shifa di Gaza, Tunjukkan Temuan Senjata Hamas

Semua aktifitas di luar dan di dalam rumah sakit senantiasa dipantau dengan puluhan drone yang diterbangkan dari semua arah fokus pada aktifitas rumah sakit. Ribuan orang telah terjebak di dalam. Mayat banyak membusuk, karena ruang pendingin penyimpan mayat tidak berfungsi karena ketiadaan daya listrik, mayat kemudian dikubur dalam satu lubang di rumah sakit.

BACA JUGA:
PBB Minta Akses ke Gaza untuk Selidiki Klaim Israel Temukan Senjata Hamas di RS Al-Shifa&amp;nbsp;

Jenazah itu beramai-ramai dikubur di kuburan masal yang berada di lingkungan rumah sakit itu. Akhirnya tanggal 13 November 2023 lalu dengan tiba tiba, IDF melakukan penyerangan dan penetrasi ke dalam RS.
Tanpa ampun Ribuan orang, termasuk pasien, terjebak di dalam. Penghuni kota Gaza,  yang terletak di antara Kamp Pengungsi Shati dan Lingkungan kota Remal  yang telah hancur pada hari hari awal pengeboman, yang telah pula menewaskan 11.000 Warga Palesina, termasuk 8000 wanita dan anak anak itu, kembali dibuat geger dan dihantui momok kematian dengan penyerbuan itu.
Pemandangan mengerikan

Kalau boleh memilih, untuk terlibat atau tidak terlibat konflik, melihat atau tidak melihat, maka sebaiknya orang awam seperti kita janganlah pernah terlibat dan melihat kejadian seperti yang terjadi di Rumah sakit Al - Shifa ini. Sungguh sadis. Kenapa? Kesaksian orang yang berada di dalam rumah sakit seperti telah diungkap oleh Al Jazeera, Ini sungguh sangat mengerikan, mengiris iris hati nurani dan akal sehat bagi manusia yang beradab.

Pihak rumah sakit, melalui Dr Mokhallalati, seorang ahli bedah yang kebetulan dia juga sedang dirawat sebagai pasien, mendengar persis bagaimana rentetan suara tembakan datang dari semua arah baik dari luar maupun dari semua audut di dalam rumah sakit. Dia menjelesakan pada Al Jazeera, bahwa saat itu ada 100 pasien dalam kondisi kritis, 650 pasien perawatan, dan ada 36 bayi prematur yang dikeluarkan dari inkubator karena ruang pemasok oksigen untuk inkubator tidak ada aliran listrik dan itupun telah hancur ditembaki Israel dalam pengepungan tiga hari sebelumnya.

Ada juga 2.000 sampai 3.000 warga pengungsi yang berlindung, selain 700 tenaga medis yang bertahan si Rumah sakit. Hani Mahmoud dari Al Jazeera juga menjelaskan bahwa tiga bayi telah meninggal.

Orang yang dievakuasi dari Al-Shifa, disuruh duduk di halaman ruma sakit,disuruh melepas seluruh pakaiannya dan diintrogasi ditengah cuaca dingin dan hujan.

&amp;ldquo;Pasukan Israel telah mencoba membunuh siapa pun yang masuk ke dalam. Tidak ada yang melakukan perlawanan apa pun. Kami tidak melakukan perlawanan apa pun di dalam rumah sakit,&amp;rdquo; kata jurnalis Jihad Abu Shanab, yang persis berada di dalam kompleks medis yang disampaikan kepada Al Jazeera.

&amp;ldquo;Pemboman tersebut sangat agresif selama sembilan jam terakhir dengan penembakan terus menerus di seluruh wilayah,&amp;rdquo; kata Dr Mokhallalati. Dia juga mengatakan tank Israel dengan sangat jelas terdengar mendekati rumah sakit.



Situasi yang menjadi pertanyaan dunia tentang tuduhan bahwa Hamas telah menyalahkan gunakan Al shifa sebagai Markas komando telah dimentahkan. Ternyata, sampai saat ini ini belum ada bukti nyata bahwa rumah sakit tersebut telah digunakan untuk keperluan militer untuk melakukan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober dan menyandera lebih dari 200 orang lalu, yang menyebabkan Israel berketatapan tekat untuk menargetkan aset Hamas.

Disisi yang lain - Pasukan Israel sendiri - sekarang mengatakan bahwa tidak ada indikasi adanya tawanan di dalam rumah sakit. Sementara sampai saat ini evakuasi terus berlanjut. Hal ini disampaikan Sara Khairat dari Al Jazeera dari Yerusalem Timur yang telah diduduki.

Khairat menambahkan bahwa klaim itu bertentangan dengan pernyataan Israel sebelumnya yang mengatakan bahwa mereka tahu persis apa yang mereka targetkan.

&quot;Saat ini Israel memikul beban kepada dunia untuk membuktikan bahwa Hamas memang telah menggunakan al-Shifa untuk tujuan militer&quot; kata Ardi Imseis, pakar hukum internasional di Queen's University di Kanada kepada Al Jazeera.

&amp;ldquo;Objek penyerangannya adalah objek sipil. Hingga pihak Israel harus memberikan bukti bahwa objek tersebut telah diubah menjadi objek militer, sifat sipil dari objek tersebut tidaklah berubah,&amp;rdquo; tambahnya.

Omar Shakir, Direktur Israel dan Palestina di Human Rights Watch, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah Israel tidak memberikan bukti yang membenarkan pencabutan perlindungan khusus rumah sakit berdasarkan hukum kemanusiaan internasional.


Sebaliknya apa tanggapan Hamas?



Hamas pada Rabu (15/11/2023) justru secara terang-terangan menyalahkan Amerika Serikat (AS) karena telah memberikan 'lampu hijau' kepada Israel untuk menyerang rumah sakit terbesar di Gaza itu. Kelompok Palestina mengatakan Presiden AS Joe Biden sepenuhnya harus bertanggung jawab atas serangan Israel terhadap Rumah Sakit al-Shifa. Tuduhan itu muncul sehari setelah Gedung Putih mengatakan sumber-sumber intelijen AS menguatkan klaim Israel bahwa Hamas telah mengubur pusat operasional di bawah rumah sakit.



Hamas membantah telah melancarkan operasi militer dari rumah sakit mana pun di wilayah berpenduduk 2,3 juta orang tersebut. Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka tidak mendukung serangan terhadap rumah sakit dari udara dan tidak ingin melihat baku tembak di rumah sakit.







Bagaimana tanggapan Israel?



Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Peter Lerner mengatakan kepada CNN bahwa rumah sakit dan kompleks tersebut bagi Hamas adalah &amp;lsquo;pusat operasi mereka, bahkan mungkin jantung yang berdetak dan bahkan mungkin pusat gravitasi&amp;rsquo;.



Israel mengatakan juga dalam pernyataannya pada Rabu (15/11/2023) bahwa mereka telah memberikan waktu 12 jam kepada otoritas Gaza untuk menghentikan aktivitas militer di dalam rumah sakit tersebut. &amp;ldquo;Sayangnya, hal itu tidak pernah terjadi,&amp;rdquo; katanya.



Meskipun militer Israel mengatakan pada hari Rabu lalu bahwa pasukannya telah menyediakan inkubator dan makanan bayi untuk al-Shifa, namun masih dipertanyakan, Orang-orang telah menunjukkan bahwa rumah sakit membutuhkan listrik, yang diputus oleh Israel, bukan inkubator.



Tamer Qarmout, asisten profesor kebijakan publik di Institut Studi Pascasarjana Doha, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan al-Shifa adalah bagian dari proyek yang lebih besar untuk &amp;ldquo;pengusiran paksa terhadap siapa pun yang tersisa di Gaza utara&amp;rdquo;.



Dengan persediaan makanan dan air yang sudah hampir habis, penghancuran pusat medis adalah taktik untuk mengosongkan wilayah utara.



Inilah akhir rangkaian operasi militer Israel terhadap militan Hamas. Semula rumah sakit dikepung pasukan, bahan bakar, air bersih, makanan dan listrik telah dilumpuhkan. Akhirnya rumah sakitpun dihajar tanpa ampun, ini semua semata-mata dilakukan untuk membuat Hamas bertekuk lutut. Akankah pelanggaran hukum humaniter dan Ham tersebut akan berlanjut? Entahlah yang jelas Israel dan Hamas keduanya telah membunuh ribuan umat manusia sebagai syuhada. Banyak yang telah mengecamnya.



Akankah Israel sadar bahwa dunia ini perlu kedamaian. Ibu menlu kita telah mewakili kita semua untuk menyerukan penghentian perang, membangun kedamaian di muka bumi. Ayo kita berdoa semoga semuanya cepat berakhir. Kami Indonesia adalah negara yang damai.



&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1617; &amp;#1575;&amp;#1580;&amp;#1618;&amp;#1593;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1618; &amp;#1607;&amp;#1614;&amp;#1648;&amp;#1584;&amp;#1614;&amp;#1575; &amp;#1576;&amp;#1614;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1583;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1570;&amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1611;&amp;#1575; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1585;&amp;#1618;&amp;#1586;&amp;#1615;&amp;#1602;&amp;#1618; &amp;#1571;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1618;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1607;&amp;#1615; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1579;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1585;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1578;&amp;#1616; &amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1618; &amp;#1570;&amp;#1605;&amp;#1614;&amp;#1606;&amp;#1614; &amp;#1605;&amp;#1616;&amp;#1606;&amp;#1618;&amp;#1607;&amp;#1615;&amp;#1605;&amp;#1618; &amp;#1576;&amp;#1616;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1604;&amp;#1614;&amp;#1617;&amp;#1607;&amp;#1616; &amp;#1608;&amp;#1614;&amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1610;&amp;#1614;&amp;#1608;&amp;#1618;&amp;#1605;&amp;#1616; &amp;#1575;&amp;#1604;&amp;#1618;&amp;#1570;&amp;#1582;&amp;#1616;&amp;#1585;&amp;#1616;







Rabbij'al h&amp;acirc;dz&amp;acirc; baladan &amp;acirc;minan warzuq ahlah&amp;ucirc; minats tsamar&amp;acirc;ti man &amp;acirc;mana minhum bill&amp;acirc;hi wal yaumil &amp;acirc;khir

Mantan Direktur Pencegahan dan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Irjen Pol (Purn) Hamidin Aji Amin
&amp;nbsp;
Pengamat Terorisme
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
