<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jatuh di Pasuruan, Super Tucano Pesawat Tempur Antiperang Gerilya</title><description>Jatuh di Pasuruan, Super Tucano Pesawat Tempur Antiperang Gerilya
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/17/337/2922020/jatuh-di-pasuruan-super-tucano-pesawat-tempur-antiperang-gerilya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/17/337/2922020/jatuh-di-pasuruan-super-tucano-pesawat-tempur-antiperang-gerilya"/><item><title>Jatuh di Pasuruan, Super Tucano Pesawat Tempur Antiperang Gerilya</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/17/337/2922020/jatuh-di-pasuruan-super-tucano-pesawat-tempur-antiperang-gerilya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/17/337/2922020/jatuh-di-pasuruan-super-tucano-pesawat-tempur-antiperang-gerilya</guid><pubDate>Jum'at 17 November 2023 09:32 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/17/337/2922020/jatuh-di-pasuruan-super-tucano-pesawat-tempur-antiperang-gerilya-hMs3EusAi2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Super Tucano. (Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/17/337/2922020/jatuh-di-pasuruan-super-tucano-pesawat-tempur-antiperang-gerilya-hMs3EusAi2.jpg</image><title>Pesawat Super Tucano. (Dok Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNi8xLzE3Mzc2NS81L3g4cG9heGw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI R Agung Sasongkojati mengatakan, Pesawat EMB 314 Super Tucano yang mengalami lost contact dan jatuh di daerah Pasuruan, Jawa Timur, merupakan kekuatan dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

&quot;Pesawat EMB 314 Super Tucano ini merupakan pesawat latih lanjut yang berkemampuan COIN (Counter Insurgency) atau pesawat anti perang gerilya,&quot; kata Agung melalui keterangan tertulisnya, Jumat (17/11/2023).

Pesawat tersebut merupakan produksi Embraer Brazil bermesin Pratt and Whitney Canada PT6A-68C turboprop dengan kecepatan maksimum 590 km/h dan ketinggian 35.000 ft.

&quot;Dan sanggup menahan gaya gravitasi maksimum hingga +7g dan -3.5g,&quot; katanya.

Agung menjelaskan, Pesawat EMB 314 Super Tucano TT-3103 mulai memperkuat Skadron Udara 21 pada tanggal 2 Februari 2012 sedangkan TT-3111 pada 23 November 2015.

&quot;Kedua pesawat ini dalam kondisi yang layak terbang dan usia pakai yang relatif muda yakni 11 tahun dan 8 tahun,&quot; katanya.







BACA JUGA:
Empat Korban Pesawat Jatuh Super Tucano Dimakamkan di Dua Lokasi Berbeda


















&quot;Berbagai misi operasi dan latihan telah dilaksanakan oleh pesawat tempur kebanggaan TNI Angkatan Udara ini,&quot; ujarnya.

Untuk itu, Agung mengatakan TNI AU akan membentuk tim investigasi untuk mencari penyebab jatuhnya dua pesawat andalan matra udara.





BACA JUGA:
Kolonel Subhan Korban Pesawat TNI AU Jatuh Pernah Pimpin Misi Kemanusiaan ke Palestina

















&quot;Tim yang dibentuk oleh Pusat Kelaikudaraan Dan Keselamatan Terbang dan Kerja (Puslaiklambangja) TNI AU akan melakukan investigasi dengan melihat faktor-faktor yang dikenal dengan istilah 5 M (Man, Machine, Medium, Mission and Management) secara menyeluruh terhadap penyebab jatuhnya kedua pesawat,&quot; kata Agung.

Tim tersebut, kata Agung, akan memeriksa secara langsung bagaimana kondisi pesawat setelah kecelakaan di lokasi kejadian. Tim investigasi juga akan menjalani seluruh prosedur dalam menginvestigasi jatuhnya pesawat TNI AU.








BACA JUGA:
Pesawat TNI AU Jatuh di Pasuruan, Pengamat: Penyebabnya Harus Diinvestigasi














&quot;Di antaranya kondisi cuaca pada saat kejadian, melakukan pemeriksaan seluruh personel yang terlibat dalam penerbangan dan berbagai kemungkinan lainnya,&quot; katanya.



Terutama, kata Agung, adalah Flight Data Recorder pesawat yang merekam data penerbangan, mesin, komunikasi penerbang dan video penerbangan sampai detik terakhir berfungsi.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNi8xLzE3Mzc2NS81L3g4cG9heGw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI R Agung Sasongkojati mengatakan, Pesawat EMB 314 Super Tucano yang mengalami lost contact dan jatuh di daerah Pasuruan, Jawa Timur, merupakan kekuatan dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

&quot;Pesawat EMB 314 Super Tucano ini merupakan pesawat latih lanjut yang berkemampuan COIN (Counter Insurgency) atau pesawat anti perang gerilya,&quot; kata Agung melalui keterangan tertulisnya, Jumat (17/11/2023).

Pesawat tersebut merupakan produksi Embraer Brazil bermesin Pratt and Whitney Canada PT6A-68C turboprop dengan kecepatan maksimum 590 km/h dan ketinggian 35.000 ft.

&quot;Dan sanggup menahan gaya gravitasi maksimum hingga +7g dan -3.5g,&quot; katanya.

Agung menjelaskan, Pesawat EMB 314 Super Tucano TT-3103 mulai memperkuat Skadron Udara 21 pada tanggal 2 Februari 2012 sedangkan TT-3111 pada 23 November 2015.

&quot;Kedua pesawat ini dalam kondisi yang layak terbang dan usia pakai yang relatif muda yakni 11 tahun dan 8 tahun,&quot; katanya.







BACA JUGA:
Empat Korban Pesawat Jatuh Super Tucano Dimakamkan di Dua Lokasi Berbeda


















&quot;Berbagai misi operasi dan latihan telah dilaksanakan oleh pesawat tempur kebanggaan TNI Angkatan Udara ini,&quot; ujarnya.

Untuk itu, Agung mengatakan TNI AU akan membentuk tim investigasi untuk mencari penyebab jatuhnya dua pesawat andalan matra udara.





BACA JUGA:
Kolonel Subhan Korban Pesawat TNI AU Jatuh Pernah Pimpin Misi Kemanusiaan ke Palestina

















&quot;Tim yang dibentuk oleh Pusat Kelaikudaraan Dan Keselamatan Terbang dan Kerja (Puslaiklambangja) TNI AU akan melakukan investigasi dengan melihat faktor-faktor yang dikenal dengan istilah 5 M (Man, Machine, Medium, Mission and Management) secara menyeluruh terhadap penyebab jatuhnya kedua pesawat,&quot; kata Agung.

Tim tersebut, kata Agung, akan memeriksa secara langsung bagaimana kondisi pesawat setelah kecelakaan di lokasi kejadian. Tim investigasi juga akan menjalani seluruh prosedur dalam menginvestigasi jatuhnya pesawat TNI AU.








BACA JUGA:
Pesawat TNI AU Jatuh di Pasuruan, Pengamat: Penyebabnya Harus Diinvestigasi














&quot;Di antaranya kondisi cuaca pada saat kejadian, melakukan pemeriksaan seluruh personel yang terlibat dalam penerbangan dan berbagai kemungkinan lainnya,&quot; katanya.



Terutama, kata Agung, adalah Flight Data Recorder pesawat yang merekam data penerbangan, mesin, komunikasi penerbang dan video penerbangan sampai detik terakhir berfungsi.

</content:encoded></item></channel></rss>
