<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TNI AU : 4 Korban Pesawat Jatuh Merupakan Putra Terbaik Bangsa</title><description>TNI AU : 4 Korban Pesawat Jatuh Merupakan Putra Terbaik Bangsa
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/17/337/2922026/tni-au-4-korban-pesawat-jatuh-merupakan-putra-terbaik-bangsa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/17/337/2922026/tni-au-4-korban-pesawat-jatuh-merupakan-putra-terbaik-bangsa"/><item><title>TNI AU : 4 Korban Pesawat Jatuh Merupakan Putra Terbaik Bangsa</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/17/337/2922026/tni-au-4-korban-pesawat-jatuh-merupakan-putra-terbaik-bangsa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/17/337/2922026/tni-au-4-korban-pesawat-jatuh-merupakan-putra-terbaik-bangsa</guid><pubDate>Jum'at 17 November 2023 09:43 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/17/337/2922026/tni-au-4-korban-pesawat-jatuh-merupakan-putra-terbaik-bangsa-3RvPREBFfU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TNI AU menyatakan korban pesawat jatuh di Pasuruan merupakan putra terbaik bangsa. (MPI/Avirista Midaada) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/17/337/2922026/tni-au-4-korban-pesawat-jatuh-merupakan-putra-terbaik-bangsa-3RvPREBFfU.jpg</image><title>TNI AU menyatakan korban pesawat jatuh di Pasuruan merupakan putra terbaik bangsa. (MPI/Avirista Midaada) </title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNi8xLzE3Mzc4NC81L3g4cG9oZDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


MALANG - TNI Angkatan Udara (AU) menyatakan empat korban pesawat jatuh adalah putra terbaik bangsa. Empat korban, yaitu Kolonel Subhan, Kolonel Widiono Hadiwijaya, Letkol Sandhra Gunawan, dan Kolonel Yuda A Seta, diusulkan mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Kadispen TNI AU Marsekal Pertama TNI R Agung Sasongkojati membenarkan bila TNI AU mengusulkan kenaikan pangkat luar biasa kepada keempat korban pesawat Super Tucano di Pasuruan.






BACA JUGA:
Kolonel Subhan Korban Pesawat TNI AU Jatuh Pernah Pimpin Misi Kemanusiaan ke Palestina













&quot;Seandainya berhasil mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa, maka irup rencananya Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (AU), sedangkan untuk bila tidak maka akan ditentukan kemudian,&quot; ucap Agung Sasongkojati, pada wartawan di Hanggar Skuadron 21, Lanud Abdulrahman Saleh Malang, Jumat (17/11/2023) pagi.

Menurutnya, empat korban merupakan prajurit terbaik di TNI Angkatan Udara. Bahkan Kolonel Subhan merupakan pemimpin kegiatan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.






BACA JUGA:
TNI AU Hentikan Sementara Penerbangan Militer dari Lanud Abdulrahman Saleh Malang













&quot;Mereka adalah putra-putra terbaik bangsa, dan terlebih seminggu lalu pada hari Kamis lalu Kolonel Subhan adalah yang memimpin kegiatan pengiriman bantuan ke Gaza,&quot; katanya.

Sebagaimana diketahui, kecelakaan dua pesawat TNI AU jenis Super Tucano terjadi di perbukitan Pegunungan Tengger tepatnya di Dusun Keduwung, Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Kedua pesawat ini bersama dua pesawat lainnya tengah menjalani latihan formasi terbang dari Lanud Abdulrahman Saleh Malang, pada Kamis (16/11/2023) sekitar pukul 10.51 WIB.







BACA JUGA:
TNI AU Bentuk Tim Investigasi Dalami Penyebab Jatuhnya Super Tucano















Pesawat dengan nomor ekor TT-3111 diisi dua awak, yaitu Letkol Pnb Sandhra Gunawan (frontseater) dan Kolonel Adm Widiono (backseater). Sementara untuk pesawat bernomor eko TT-3103 diisi dua awak, yaitu Mayor Pnb Yuda A Seta (frontseater) dan Kolonel Pnb Subhan (backseater).



Dugaan cuaca buruk berupa gumpalan awan menyelimuti sekitar lokasi kejadian. Empat pesawat sempat masuk ke awan itu, dengan dua di antaranya berhasil lolos dan keluar dari awan. Sementara dua pesawat lain hilang kontak hingga dinyatakan ditemukan terjatuh pada pukul 11.18 WIB.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNi8xLzE3Mzc4NC81L3g4cG9oZDg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


MALANG - TNI Angkatan Udara (AU) menyatakan empat korban pesawat jatuh adalah putra terbaik bangsa. Empat korban, yaitu Kolonel Subhan, Kolonel Widiono Hadiwijaya, Letkol Sandhra Gunawan, dan Kolonel Yuda A Seta, diusulkan mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Kadispen TNI AU Marsekal Pertama TNI R Agung Sasongkojati membenarkan bila TNI AU mengusulkan kenaikan pangkat luar biasa kepada keempat korban pesawat Super Tucano di Pasuruan.






BACA JUGA:
Kolonel Subhan Korban Pesawat TNI AU Jatuh Pernah Pimpin Misi Kemanusiaan ke Palestina













&quot;Seandainya berhasil mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa, maka irup rencananya Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (AU), sedangkan untuk bila tidak maka akan ditentukan kemudian,&quot; ucap Agung Sasongkojati, pada wartawan di Hanggar Skuadron 21, Lanud Abdulrahman Saleh Malang, Jumat (17/11/2023) pagi.

Menurutnya, empat korban merupakan prajurit terbaik di TNI Angkatan Udara. Bahkan Kolonel Subhan merupakan pemimpin kegiatan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.






BACA JUGA:
TNI AU Hentikan Sementara Penerbangan Militer dari Lanud Abdulrahman Saleh Malang













&quot;Mereka adalah putra-putra terbaik bangsa, dan terlebih seminggu lalu pada hari Kamis lalu Kolonel Subhan adalah yang memimpin kegiatan pengiriman bantuan ke Gaza,&quot; katanya.

Sebagaimana diketahui, kecelakaan dua pesawat TNI AU jenis Super Tucano terjadi di perbukitan Pegunungan Tengger tepatnya di Dusun Keduwung, Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan. Kedua pesawat ini bersama dua pesawat lainnya tengah menjalani latihan formasi terbang dari Lanud Abdulrahman Saleh Malang, pada Kamis (16/11/2023) sekitar pukul 10.51 WIB.







BACA JUGA:
TNI AU Bentuk Tim Investigasi Dalami Penyebab Jatuhnya Super Tucano















Pesawat dengan nomor ekor TT-3111 diisi dua awak, yaitu Letkol Pnb Sandhra Gunawan (frontseater) dan Kolonel Adm Widiono (backseater). Sementara untuk pesawat bernomor eko TT-3103 diisi dua awak, yaitu Mayor Pnb Yuda A Seta (frontseater) dan Kolonel Pnb Subhan (backseater).



Dugaan cuaca buruk berupa gumpalan awan menyelimuti sekitar lokasi kejadian. Empat pesawat sempat masuk ke awan itu, dengan dua di antaranya berhasil lolos dan keluar dari awan. Sementara dua pesawat lain hilang kontak hingga dinyatakan ditemukan terjatuh pada pukul 11.18 WIB.

</content:encoded></item></channel></rss>
