<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ciptakan Pemilu Jurdil, TPN Imbau Masyarakat Aktif Laporkan Indikasi Kecurangan</title><description>Hal tersebut tentu menunjukkan bentuk ketidaknetralan aparat dalam mengawal Pemilu 2024
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/17/337/2922376/ciptakan-pemilu-jurdil-tpn-imbau-masyarakat-aktif-laporkan-indikasi-kecurangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/17/337/2922376/ciptakan-pemilu-jurdil-tpn-imbau-masyarakat-aktif-laporkan-indikasi-kecurangan"/><item><title>Ciptakan Pemilu Jurdil, TPN Imbau Masyarakat Aktif Laporkan Indikasi Kecurangan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/17/337/2922376/ciptakan-pemilu-jurdil-tpn-imbau-masyarakat-aktif-laporkan-indikasi-kecurangan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/17/337/2922376/ciptakan-pemilu-jurdil-tpn-imbau-masyarakat-aktif-laporkan-indikasi-kecurangan</guid><pubDate>Jum'at 17 November 2023 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/17/337/2922376/ciptakan-pemilu-jurdil-tpn-imbau-masyarakat-aktif-laporkan-indikasi-kecurangan-uxwft0d7BA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar - Mahfud/Foto: MPI </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/17/337/2922376/ciptakan-pemilu-jurdil-tpn-imbau-masyarakat-aktif-laporkan-indikasi-kecurangan-uxwft0d7BA.jpg</image><title>Ganjar - Mahfud/Foto: MPI </title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNC8xLzE3MzY5MS81L3g4cG1tamQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Ramai di sosial media spanduk Capres Ganjar Pranowo dicopot oknum satpol Satpol PP menjelang kehadirannya di Kota Pematang Siantar. Hal tersebut tentu menunjukkan bentuk ketidaknetralan aparat dalam mengawal Pemilu 2024.

Deputi Komunikasi 360 TPN Ganjar-Mahfud, Prabu Revolusi menyebut, agar Pemilu 2024 berjalan secara jujur dan adil masyarakat bisa ikut serta mengawasi pesta demokrasi lima tahunan sekali ini. Dia mengimbau masyarakat aktif melaporkan kepada pihak terkait bila menemukan indikasi kecurangan Pemilu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar-Mahfud Siapkan Jurus Hadapi Perubahan Iklim, Ini 5 Cara Mengatasi Perubahan Iklim!

&quot;Mengawasi menggunakan alat yang sekarang ada di tangan setiap rakyat Indonesia yaitu handphone. Mereka bisa foto, mereka bisa video dan melaporkan. Melaporkannya pun ke institusi resmi seperti Bawaslu ataupun kalau dianggap sulit terlalu birokratis, laporkan lewat sosial media. Saya yakin ke depan Pemilu kita akan berjalan dengan netral,&quot; katanya.

Pihaknya percaya dengan hadirnya masyarakat dalam mengawasi jalannya Pemilu ini, pesta demokrasi akan dinikmati seluruh rakyat Indonesia, secara damai tanpa menimbulkan kegaduhan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tularkan Pola Hidup Sehat, Relawan Ganjar Senam Bersama Ratusan Lansia di Banten

&quot;Kami optimis bahwa rakyat juga sekarang memiliki andil yang besar, peran yang besar untuk menjaga. Dengan cara apa? Mengawasi dan melaporkan,&quot; katanya.

Dia menambahkan, saat ini demokrasi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja, hal itu juga disampaikan Ganjar dalam pidatonya di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) usai mendapatkan pengundian nomor urut.  Salah satu instrumen yang menyebabkan demokrasi tidak baik, adalah ketidaknetralan oknum aparat dalam mengawal Pemilu ini.

&quot;Nah, salah satu penyebabnya demokrasi kita tidak baik baik saja menurut kami adalah adanya modus, kemudian adanya indikasi ketidaknetralan dari oknum-oknum aparat,&quot; kata Prabu.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNC8xLzE3MzY5MS81L3g4cG1tamQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Ramai di sosial media spanduk Capres Ganjar Pranowo dicopot oknum satpol Satpol PP menjelang kehadirannya di Kota Pematang Siantar. Hal tersebut tentu menunjukkan bentuk ketidaknetralan aparat dalam mengawal Pemilu 2024.

Deputi Komunikasi 360 TPN Ganjar-Mahfud, Prabu Revolusi menyebut, agar Pemilu 2024 berjalan secara jujur dan adil masyarakat bisa ikut serta mengawasi pesta demokrasi lima tahunan sekali ini. Dia mengimbau masyarakat aktif melaporkan kepada pihak terkait bila menemukan indikasi kecurangan Pemilu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ganjar-Mahfud Siapkan Jurus Hadapi Perubahan Iklim, Ini 5 Cara Mengatasi Perubahan Iklim!

&quot;Mengawasi menggunakan alat yang sekarang ada di tangan setiap rakyat Indonesia yaitu handphone. Mereka bisa foto, mereka bisa video dan melaporkan. Melaporkannya pun ke institusi resmi seperti Bawaslu ataupun kalau dianggap sulit terlalu birokratis, laporkan lewat sosial media. Saya yakin ke depan Pemilu kita akan berjalan dengan netral,&quot; katanya.

Pihaknya percaya dengan hadirnya masyarakat dalam mengawasi jalannya Pemilu ini, pesta demokrasi akan dinikmati seluruh rakyat Indonesia, secara damai tanpa menimbulkan kegaduhan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tularkan Pola Hidup Sehat, Relawan Ganjar Senam Bersama Ratusan Lansia di Banten

&quot;Kami optimis bahwa rakyat juga sekarang memiliki andil yang besar, peran yang besar untuk menjaga. Dengan cara apa? Mengawasi dan melaporkan,&quot; katanya.

Dia menambahkan, saat ini demokrasi di Indonesia sedang tidak baik-baik saja, hal itu juga disampaikan Ganjar dalam pidatonya di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) usai mendapatkan pengundian nomor urut.  Salah satu instrumen yang menyebabkan demokrasi tidak baik, adalah ketidaknetralan oknum aparat dalam mengawal Pemilu ini.

&quot;Nah, salah satu penyebabnya demokrasi kita tidak baik baik saja menurut kami adalah adanya modus, kemudian adanya indikasi ketidaknetralan dari oknum-oknum aparat,&quot; kata Prabu.

</content:encoded></item></channel></rss>
