<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh! Wisatawan Digetok Harga Selangit di Kawasan Puncak Bogor, Teh Manis Rp45 Ribu</title><description>&amp;nbsp;
Dalam unggahan video itu terlihat bahwa makanan dan minuman yang harus dibayar pengunjung lebih mahal dari harga normal
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/17/338/2922348/heboh-wisatawan-digetok-harga-selangit-di-kawasan-puncak-bogor-teh-manis-rp45-ribu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/17/338/2922348/heboh-wisatawan-digetok-harga-selangit-di-kawasan-puncak-bogor-teh-manis-rp45-ribu"/><item><title>Heboh! Wisatawan Digetok Harga Selangit di Kawasan Puncak Bogor, Teh Manis Rp45 Ribu</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/17/338/2922348/heboh-wisatawan-digetok-harga-selangit-di-kawasan-puncak-bogor-teh-manis-rp45-ribu</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/17/338/2922348/heboh-wisatawan-digetok-harga-selangit-di-kawasan-puncak-bogor-teh-manis-rp45-ribu</guid><pubDate>Jum'at 17 November 2023 16:50 WIB</pubDate><dc:creator>Wildan Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/17/338/2922348/heboh-wisatawan-digetok-harga-selangit-di-kawasn-puncak-bogor-teh-manis-rp45-ribu-zh3woJvkvU.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Wisatawan digetok harga selangit di Puncak Bogor/Foto: TikTok</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/17/338/2922348/heboh-wisatawan-digetok-harga-selangit-di-kawasn-puncak-bogor-teh-manis-rp45-ribu-zh3woJvkvU.JPG</image><title>Wisatawan digetok harga selangit di Puncak Bogor/Foto: TikTok</title></images><description>


BOGOR - Sosial media tengah dihebohkan dengan video yang diunggah oleh salah seorang pengguna TokTok @mamakkembarkw, yang memperlihatkan tagiahan minuman dan makanan yang dibayarnya saat berwisata di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor.
Dalam unggahan video itu terlihat bahwa makanan dan minuman yang harus dibayar pengunjung lebih mahal dari harga normal.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dokter Qory Asal Bogor yang Viral Kabur dari Rumah Ditemukan, Laporkan Suaminya Dugaan KDRT!

Pengunjung tersebut kaget saat melihat tagihan harga teh manis yang mencapai Rp45 ribu untuk tiga gelas. Padahal menurut pengunjung harga tertinggi teh manis biasanya hanya Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per gelas.
Tak hanya itu, kopi sasetan yang dijual di warung di kawasan puncak ini juga terbilang sangat mahal. Untuk empat gelas kopi sasetan ini harga yang digetok oleh pemilik warung senilai Rp60 ribu atau Rp15 ribu per gelasnya.
Bahkan, makanan ringan berupa kacang yang biasanya dijual seharga Rp2 ribu, dijual seharga Rp15 ribu di warung tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Viral Bendahara Kejaksaan OKU Sudah Tiga Hari Tak Kunjung Pulang

Menyikapi hal ini, Ketua Paguyuban Pedagang Puncak, Ade Abdul Somad, meminta maaf atas kejadian ini. Ade pun telah sepakat dengan sesama pedagang lain untuk  menentukan harga jual menu makanan dan minuman dengan harga wajar.
&quot;Sebagai pengurus pedagang puncak saya minta maaf. Mungkin ada kelalaian dari pengurus jadinya seperti ini, viral. Semua warung harus pakai menu harga, itu wajib. Kalau ada yang melanggar seperti dulu, kita akan menutup warung sesuai aturan perhimpunan pedagang,&quot; katanya kepada wartawan, Jumat (17/11/2023).Di sisi lain, Camat Cisarua, Heri Risnandar mengatakan, perlu adanya komunikasi untuk menyelesaikan masalah tersebut supaya tidak terulang kembali.
Dia pun memohon maaf kepada para pengunjung wisatawan puncak, karena bila tidak ada solusi bukan tidak mungkin puncak akan sepi pengunjung karna harganya mahal.
&quot;Ini kan harus coba didiskusikan. Ada etika yang harus diindahkan pedagang dan customer. Mungkin perlu komunikasi supaya hal tersebut tidak terjadi lagi,&quot; ujar Heri.</description><content:encoded>


BOGOR - Sosial media tengah dihebohkan dengan video yang diunggah oleh salah seorang pengguna TokTok @mamakkembarkw, yang memperlihatkan tagiahan minuman dan makanan yang dibayarnya saat berwisata di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor.
Dalam unggahan video itu terlihat bahwa makanan dan minuman yang harus dibayar pengunjung lebih mahal dari harga normal.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dokter Qory Asal Bogor yang Viral Kabur dari Rumah Ditemukan, Laporkan Suaminya Dugaan KDRT!

Pengunjung tersebut kaget saat melihat tagihan harga teh manis yang mencapai Rp45 ribu untuk tiga gelas. Padahal menurut pengunjung harga tertinggi teh manis biasanya hanya Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per gelas.
Tak hanya itu, kopi sasetan yang dijual di warung di kawasan puncak ini juga terbilang sangat mahal. Untuk empat gelas kopi sasetan ini harga yang digetok oleh pemilik warung senilai Rp60 ribu atau Rp15 ribu per gelasnya.
Bahkan, makanan ringan berupa kacang yang biasanya dijual seharga Rp2 ribu, dijual seharga Rp15 ribu di warung tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Viral Bendahara Kejaksaan OKU Sudah Tiga Hari Tak Kunjung Pulang

Menyikapi hal ini, Ketua Paguyuban Pedagang Puncak, Ade Abdul Somad, meminta maaf atas kejadian ini. Ade pun telah sepakat dengan sesama pedagang lain untuk  menentukan harga jual menu makanan dan minuman dengan harga wajar.
&quot;Sebagai pengurus pedagang puncak saya minta maaf. Mungkin ada kelalaian dari pengurus jadinya seperti ini, viral. Semua warung harus pakai menu harga, itu wajib. Kalau ada yang melanggar seperti dulu, kita akan menutup warung sesuai aturan perhimpunan pedagang,&quot; katanya kepada wartawan, Jumat (17/11/2023).Di sisi lain, Camat Cisarua, Heri Risnandar mengatakan, perlu adanya komunikasi untuk menyelesaikan masalah tersebut supaya tidak terulang kembali.
Dia pun memohon maaf kepada para pengunjung wisatawan puncak, karena bila tidak ada solusi bukan tidak mungkin puncak akan sepi pengunjung karna harganya mahal.
&quot;Ini kan harus coba didiskusikan. Ada etika yang harus diindahkan pedagang dan customer. Mungkin perlu komunikasi supaya hal tersebut tidak terjadi lagi,&quot; ujar Heri.</content:encoded></item></channel></rss>
