<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Ki Bagus, Tokoh Muhammadiyah yang Dikira Sakti Mandraguna Bikin Bung Karno Penasaran</title><description>Ki Bagus Hadikusumo, tokoh Muhammadiyah yang sempat dikira memiliki kesaktian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/18/337/2922477/kisah-ki-bagus-tokoh-muhammadiyah-yang-dikira-sakti-mandraguna-bikin-bung-karno-penasaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/18/337/2922477/kisah-ki-bagus-tokoh-muhammadiyah-yang-dikira-sakti-mandraguna-bikin-bung-karno-penasaran"/><item><title>Kisah Ki Bagus, Tokoh Muhammadiyah yang Dikira Sakti Mandraguna Bikin Bung Karno Penasaran</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/18/337/2922477/kisah-ki-bagus-tokoh-muhammadiyah-yang-dikira-sakti-mandraguna-bikin-bung-karno-penasaran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/18/337/2922477/kisah-ki-bagus-tokoh-muhammadiyah-yang-dikira-sakti-mandraguna-bikin-bung-karno-penasaran</guid><pubDate>Sabtu 18 November 2023 05:09 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/17/337/2922477/kisah-ki-bagus-tokoh-muhammadiyah-yang-dikira-sakti-mandraguna-bikin-bung-karno-penasaran-Skg4w1hjEm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ki Bagus Hadikusuma (Foto: Wikipedia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/17/337/2922477/kisah-ki-bagus-tokoh-muhammadiyah-yang-dikira-sakti-mandraguna-bikin-bung-karno-penasaran-Skg4w1hjEm.jpg</image><title>Ki Bagus Hadikusuma (Foto: Wikipedia)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ki Bagus Hadikusumo, tokoh Muhammadiyah yang sempat dikira memiliki kesaktian. Itu bermula ketika dirinya beserta rombongan diserang gerombolan penjahat.

Melansir laman resmi Muhammadiyah, peristiwa tersebut menimpa Ketua PP Muhammadiyah periode 1942-1953 itu pada saat dirinya menjabat sebagai anggota Parlemen Pusat Republik Indonesia.

Ki Bagus tinggal di Yogyakarta yang mengharuskannya kerap melakukan perjalanan dengan kereta api menuju Jakarta. Menukil buku &amp;ldquo;Derita Seorang Pemimpin&amp;rdquo;, Ki Bagus sedang menempuh perjalanan menggunakan kereta api menuju Jakarta dari Yogyakarta untuk menghadiri sidang Parlemen.

BACA JUGA:
Kisah Panglima TNI AU Loyalis Soekarno yang Lolos dari Hukuman Mati


Di perjalanan, kereta yang ditumpangi Ki Bagus diadang segerombolan penjahat. Mereka membabi-buta menghujani kereta dengan peluru.

Para penumpang panik dan langsung merebahkan diri di atas lantai, wanita dan anak-anak menjerit. Berbeda dengan Ki Bagus yang sedang duduk di dekat jendela bergeming dan tetap santai. Desingan peluru seakan tidak dihiraukannya.

BACA JUGA:
Negara Sedang Something Wrong, Guntur Soekarno Ajak Berjuang Menangkan Ganjar-Mahfud


Padahal, tas dan beberapa barang yang diletakkan di tempat barang di atas kepalanya berserakan. Bahkan, sebutir peluru berhasil melobangi peci yang dikenakan Ki Bagus, peci itu terpental terkena bidikan senjata api, peluru tersebut berhasil melobang peci.

Namun, hanya mampu menembus lapisan luar peci dan kemudian peluru tersebut menyelip di lipatan peci tersebut, tidak sampai tembus keluar. Sementara tasnya juga tidak luput dari lesatan peluru tajam tersebut.

BACA JUGA:
Siasat Soekarno Barter Intel Amerika dengan Pesawat Hercules


Ki Bagus membuka tasnya di dalam kamar sesampainya di Hotel Des Indes, Jakarta. Seketika kamar beraroma harum karena aroma bekas tumpahan parfum atau minyak wangi dari botol yang tertembak peluru tadi.
Dua lapis kulit tas tersebut berlobang, terdapat botol minyak wangi yang pecah separuh akibat tembakan. Bahkan, Ki Bagus menemukan peluru bersarang di dalamnya.
Kabar tersebut ternyata sampai ke telinga Presiden Soekarno, lalu menghampiri dan bertanya kepada Ki Bagus : &amp;ldquo;Apa do&amp;rsquo;anya, Kangmas ?,&quot;

BACA JUGA:
Negara Sedang Something Wrong, Guntur Soekarno Ajak Berjuang Menangkan Ganjar-Mahfud

Ki Bagus menjawab : &amp;ldquo;Bahwa do&amp;rsquo;a itu sendiri tidak mampu meraih kebahagiaan atau menangkis bencana. Do&amp;rsquo;a hanyalah permohonan, tetapi apabila Allah telah mengabulkan maka tiada seorangpun dapat menolak, dan jika Allah menolak permohonan itu maka tiada seorangpun yang kuasa menolongnya. Semua peristiwa dan nasib manusia telah diatur Allah dengan takdir Nya&amp;rdquo;.&amp;nbsp;
Sejak peristiwa itu, banyak orang mengira Ki Bagus memiliki kesaktian yang bisa membuatnya kebal. Padahal, hal tersebut tidak benar, karena seperti yang disampaikannya kepada Soekarno, bahwa semua peristiwa dan nasib manusia telah diatur Allah dengan takdir-Nya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ki Bagus Hadikusumo, tokoh Muhammadiyah yang sempat dikira memiliki kesaktian. Itu bermula ketika dirinya beserta rombongan diserang gerombolan penjahat.

Melansir laman resmi Muhammadiyah, peristiwa tersebut menimpa Ketua PP Muhammadiyah periode 1942-1953 itu pada saat dirinya menjabat sebagai anggota Parlemen Pusat Republik Indonesia.

Ki Bagus tinggal di Yogyakarta yang mengharuskannya kerap melakukan perjalanan dengan kereta api menuju Jakarta. Menukil buku &amp;ldquo;Derita Seorang Pemimpin&amp;rdquo;, Ki Bagus sedang menempuh perjalanan menggunakan kereta api menuju Jakarta dari Yogyakarta untuk menghadiri sidang Parlemen.

BACA JUGA:
Kisah Panglima TNI AU Loyalis Soekarno yang Lolos dari Hukuman Mati


Di perjalanan, kereta yang ditumpangi Ki Bagus diadang segerombolan penjahat. Mereka membabi-buta menghujani kereta dengan peluru.

Para penumpang panik dan langsung merebahkan diri di atas lantai, wanita dan anak-anak menjerit. Berbeda dengan Ki Bagus yang sedang duduk di dekat jendela bergeming dan tetap santai. Desingan peluru seakan tidak dihiraukannya.

BACA JUGA:
Negara Sedang Something Wrong, Guntur Soekarno Ajak Berjuang Menangkan Ganjar-Mahfud


Padahal, tas dan beberapa barang yang diletakkan di tempat barang di atas kepalanya berserakan. Bahkan, sebutir peluru berhasil melobangi peci yang dikenakan Ki Bagus, peci itu terpental terkena bidikan senjata api, peluru tersebut berhasil melobang peci.

Namun, hanya mampu menembus lapisan luar peci dan kemudian peluru tersebut menyelip di lipatan peci tersebut, tidak sampai tembus keluar. Sementara tasnya juga tidak luput dari lesatan peluru tajam tersebut.

BACA JUGA:
Siasat Soekarno Barter Intel Amerika dengan Pesawat Hercules


Ki Bagus membuka tasnya di dalam kamar sesampainya di Hotel Des Indes, Jakarta. Seketika kamar beraroma harum karena aroma bekas tumpahan parfum atau minyak wangi dari botol yang tertembak peluru tadi.
Dua lapis kulit tas tersebut berlobang, terdapat botol minyak wangi yang pecah separuh akibat tembakan. Bahkan, Ki Bagus menemukan peluru bersarang di dalamnya.
Kabar tersebut ternyata sampai ke telinga Presiden Soekarno, lalu menghampiri dan bertanya kepada Ki Bagus : &amp;ldquo;Apa do&amp;rsquo;anya, Kangmas ?,&quot;

BACA JUGA:
Negara Sedang Something Wrong, Guntur Soekarno Ajak Berjuang Menangkan Ganjar-Mahfud

Ki Bagus menjawab : &amp;ldquo;Bahwa do&amp;rsquo;a itu sendiri tidak mampu meraih kebahagiaan atau menangkis bencana. Do&amp;rsquo;a hanyalah permohonan, tetapi apabila Allah telah mengabulkan maka tiada seorangpun dapat menolak, dan jika Allah menolak permohonan itu maka tiada seorangpun yang kuasa menolongnya. Semua peristiwa dan nasib manusia telah diatur Allah dengan takdir Nya&amp;rdquo;.&amp;nbsp;
Sejak peristiwa itu, banyak orang mengira Ki Bagus memiliki kesaktian yang bisa membuatnya kebal. Padahal, hal tersebut tidak benar, karena seperti yang disampaikannya kepada Soekarno, bahwa semua peristiwa dan nasib manusia telah diatur Allah dengan takdir-Nya.</content:encoded></item></channel></rss>
