<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Israel Serang Sekolah PBB di Gaza, Tewaskan Setidaknya 50 Orang</title><description>Sekolah tersebut dilaporkan menampung sejumlah pengungsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/19/18/2923127/israel-serang-sekolah-pbb-di-gaza-tewaskan-setidaknya-50-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/19/18/2923127/israel-serang-sekolah-pbb-di-gaza-tewaskan-setidaknya-50-orang"/><item><title>Israel Serang Sekolah PBB di Gaza, Tewaskan Setidaknya 50 Orang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/19/18/2923127/israel-serang-sekolah-pbb-di-gaza-tewaskan-setidaknya-50-orang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/19/18/2923127/israel-serang-sekolah-pbb-di-gaza-tewaskan-setidaknya-50-orang</guid><pubDate>Minggu 19 November 2023 12:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/19/18/2923127/israel-serang-sekolah-pbb-di-gaza-tewaskan-setidaknya-50-orang-s5LQAYDS0G.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Akibat serangan Israel di sekolah PBB di Kamp Jabalia, Gaza, 4 November 2023. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/19/18/2923127/israel-serang-sekolah-pbb-di-gaza-tewaskan-setidaknya-50-orang-s5LQAYDS0G.JPG</image><title>Akibat serangan Israel di sekolah PBB di Kamp Jabalia, Gaza, 4 November 2023. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNS8xLzE3MzcyOS81L3g4cG5pYWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
GAZA - Seorang pejabat Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Jalur Gaza mengatakan &quot;setidaknya 50 orang&quot; tewas pada Sabtu (18/11/2023) ketika pasukan Israel menyerang sebuah sekolah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digunakan sebagai tempat perlindungan bagi para pengungsi.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;WHO: Kondisi RS Al-Shifa Seperti Zona Kematian, Israel Usir Staf Medis dengan Todongan Senjata&amp;nbsp;

Serangan terhadap Sekolah Al-Fakhura yang dikelola PBB di kamp pengungsi Jabalia di utara Jalur Gaza terjadi &amp;ldquo;saat fajar,&amp;rdquo; kata pejabat itu kepada AFP.
Video di media sosial &amp;ndash; yang tidak dapat diverifikasi oleh AFP &amp;ndash; menunjukkan gambar sejumlah mayat yang berlumuran darah dan diselimuti debu di lantai sebuah gedung. Terlihat pula gambar kasur-kasur terjepit di bawah meja sekolah.
Tentara Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) juga tidak dapat memberikan tanggapan langsung.
Jabalia adalah kamp pengungsi terbesar di Gaza, menampung sekira 1,6 juta orang yang mengungsi akibat pertempuran antara Israel dan Hamas selama lebih dari enam minggu, demikian dilansir dari VOA Indonesia.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Serangan Udara Israel di Gaza Selatan Tewaskan 32 Orang, Korban Jiwa Capai 12.000&amp;nbsp;

Pada awal November, Pemerintah Hamas mengatakan lebih dari 200 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat aksi pengeboman Israel di Kamp Jabalia selama tiga hari berturut-turut.
Israel bersumpah untuk menghancurkan Hamas sebagai tanggapan terhadap serangan 7 Oktober. Para pejabat Israel mengatakan serangan tersebut menewaskan sekira 1.200 orang, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil di Israel selatan, dan menyebabkan sekitar 240 orang disandera.

BACA JUGA:
Serukan Bakar Gaza, Wakil Knesset: Israel Terlalu Manusiawi

Sejak itu pasukan Israel terus melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti sehinggga merenggut 12.000 orang nyawa, termasuk di antaranya 5.000 anak-anak, menurut Pemerintah Hamas yang memerintah Gaza sejak 2007.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNS8xLzE3MzcyOS81L3g4cG5pYWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
GAZA - Seorang pejabat Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Jalur Gaza mengatakan &quot;setidaknya 50 orang&quot; tewas pada Sabtu (18/11/2023) ketika pasukan Israel menyerang sebuah sekolah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digunakan sebagai tempat perlindungan bagi para pengungsi.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;WHO: Kondisi RS Al-Shifa Seperti Zona Kematian, Israel Usir Staf Medis dengan Todongan Senjata&amp;nbsp;

Serangan terhadap Sekolah Al-Fakhura yang dikelola PBB di kamp pengungsi Jabalia di utara Jalur Gaza terjadi &amp;ldquo;saat fajar,&amp;rdquo; kata pejabat itu kepada AFP.
Video di media sosial &amp;ndash; yang tidak dapat diverifikasi oleh AFP &amp;ndash; menunjukkan gambar sejumlah mayat yang berlumuran darah dan diselimuti debu di lantai sebuah gedung. Terlihat pula gambar kasur-kasur terjepit di bawah meja sekolah.
Tentara Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) juga tidak dapat memberikan tanggapan langsung.
Jabalia adalah kamp pengungsi terbesar di Gaza, menampung sekira 1,6 juta orang yang mengungsi akibat pertempuran antara Israel dan Hamas selama lebih dari enam minggu, demikian dilansir dari VOA Indonesia.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Serangan Udara Israel di Gaza Selatan Tewaskan 32 Orang, Korban Jiwa Capai 12.000&amp;nbsp;

Pada awal November, Pemerintah Hamas mengatakan lebih dari 200 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat aksi pengeboman Israel di Kamp Jabalia selama tiga hari berturut-turut.
Israel bersumpah untuk menghancurkan Hamas sebagai tanggapan terhadap serangan 7 Oktober. Para pejabat Israel mengatakan serangan tersebut menewaskan sekira 1.200 orang, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil di Israel selatan, dan menyebabkan sekitar 240 orang disandera.

BACA JUGA:
Serukan Bakar Gaza, Wakil Knesset: Israel Terlalu Manusiawi

Sejak itu pasukan Israel terus melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti sehinggga merenggut 12.000 orang nyawa, termasuk di antaranya 5.000 anak-anak, menurut Pemerintah Hamas yang memerintah Gaza sejak 2007.</content:encoded></item></channel></rss>
