<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Ini Motif Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online di Sukabumi   </title><description>Kedua terduga pelaku berniat untuk merampok mobil milik korban. Lalu dengan memesan taksi online kepada korban</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/19/525/2922959/ini-motif-kasus-pembunuhan-sopir-taksi-online-di-sukabumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/19/525/2922959/ini-motif-kasus-pembunuhan-sopir-taksi-online-di-sukabumi"/><item><title> Ini Motif Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online di Sukabumi   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/19/525/2922959/ini-motif-kasus-pembunuhan-sopir-taksi-online-di-sukabumi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/19/525/2922959/ini-motif-kasus-pembunuhan-sopir-taksi-online-di-sukabumi</guid><pubDate>Minggu 19 November 2023 04:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dharmawan Hadi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/18/525/2922959/ini-motif-kasus-pembunuhan-sopir-taksi-online-di-sukabumi-7pg01YKVa1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi (foto: dok freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/18/525/2922959/ini-motif-kasus-pembunuhan-sopir-taksi-online-di-sukabumi-7pg01YKVa1.jpg</image><title>Illustrasi (foto: dok freepik)</title></images><description>
SUKABUMI - Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo mengungkap modus operandi dan motif kedua terduga pelaku pembunuhan dalam menghabisi nyawa sopir taksi online yang mayatnya ditemukan dalam keadaan terikat lakban.

Menurut Ari, kedua terduga pelaku berniat untuk merampok mobil milik korban. Lalu dengan memesan taksi online kepada korban di titik jemput wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur dengan tujuan daerah Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

&quot;Kemudian setelah ketemu untuk minta tidak dionlinekan (dinonaktifkan GPS) kemudian mereka membuat kesepakatan antara korban dan pelaku untuk mengantar daripada pelaku itu ke wilayah Kabupaten Bogor di Gunung Putri,&quot; ujar Ari kepada MNC Portal Indonesia, dalam konferensi pers, Sabtu (18/11/2023).

BACA JUGA:
Mayat Dilakban di Sukabumi Driver Taksi Online yang Hilang, Begini Penjelasan Grab

Lebih lanjut Ari menjelaskan, pada saat tiba di Gunung Putri sampai kurang lebih pada malam hari, mobil berhenti di bahu jalan kemudian kedua pelaku ini melaksanakan aksinya mengikat korban menggunakan lakban dan tali rafia pada kedua tangan, mulut, dan matanya.

&quot;Salah satu pelaku di belakang memegang korban, kemudian ditarik ke belakang, diikat dengan menggunakan lakban maupun tali rafia kemudian dipindahkan ke bagian mobil bagian belakang kemudian dibawa lagi jalan,&quot; ujar Ari menjelaskan.

Kedua pelaku hendak membuang korban yang sudah terikat, akan tetapi ternyata korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Pelaku yang kebingungan kemudian jalan terus sampai dengan lah ke Cireunghas di parkiran Indomaret.

BACA JUGA:
Mayat Dilakban di Sukabumi Ternyata Driver Taksi Online Depok yang Hilang&amp;nbsp; &amp;nbsp;
&quot;Dari situ kemudian pelaku ketika mau membawa korban ternyata kendaraan mengalami trouble tidak bisa dibawa sehingga sama pelaku ditinggalkan di parkiran Indomaret tersebut dan mengambil uang tunai Rp300 ribu serta handphone milik korban,&quot; ujar Ari.



Dari sana kemudian kasus ini terungkap, lanjut Ari, pihaknya yang melakukan pengembangan dan penyelidikan, hingga akhirnya dapat menangkap kedua pelaku di wilayah Tangerang setelah buron dan kabur ke beberapa kota di Jawa Barat dan Jakarta.



&quot;Kalau dari keterangan dari terduga pelaku ini baru pertama kali (melakukan kejahatan). Namun kita akan dalami karena motif-motif seperti ini pernah terjadi juga di daerah lain kita akan dalami kembali,&quot; ujar Ari.</description><content:encoded>
SUKABUMI - Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo mengungkap modus operandi dan motif kedua terduga pelaku pembunuhan dalam menghabisi nyawa sopir taksi online yang mayatnya ditemukan dalam keadaan terikat lakban.

Menurut Ari, kedua terduga pelaku berniat untuk merampok mobil milik korban. Lalu dengan memesan taksi online kepada korban di titik jemput wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur dengan tujuan daerah Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

&quot;Kemudian setelah ketemu untuk minta tidak dionlinekan (dinonaktifkan GPS) kemudian mereka membuat kesepakatan antara korban dan pelaku untuk mengantar daripada pelaku itu ke wilayah Kabupaten Bogor di Gunung Putri,&quot; ujar Ari kepada MNC Portal Indonesia, dalam konferensi pers, Sabtu (18/11/2023).

BACA JUGA:
Mayat Dilakban di Sukabumi Driver Taksi Online yang Hilang, Begini Penjelasan Grab

Lebih lanjut Ari menjelaskan, pada saat tiba di Gunung Putri sampai kurang lebih pada malam hari, mobil berhenti di bahu jalan kemudian kedua pelaku ini melaksanakan aksinya mengikat korban menggunakan lakban dan tali rafia pada kedua tangan, mulut, dan matanya.

&quot;Salah satu pelaku di belakang memegang korban, kemudian ditarik ke belakang, diikat dengan menggunakan lakban maupun tali rafia kemudian dipindahkan ke bagian mobil bagian belakang kemudian dibawa lagi jalan,&quot; ujar Ari menjelaskan.

Kedua pelaku hendak membuang korban yang sudah terikat, akan tetapi ternyata korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Pelaku yang kebingungan kemudian jalan terus sampai dengan lah ke Cireunghas di parkiran Indomaret.

BACA JUGA:
Mayat Dilakban di Sukabumi Ternyata Driver Taksi Online Depok yang Hilang&amp;nbsp; &amp;nbsp;
&quot;Dari situ kemudian pelaku ketika mau membawa korban ternyata kendaraan mengalami trouble tidak bisa dibawa sehingga sama pelaku ditinggalkan di parkiran Indomaret tersebut dan mengambil uang tunai Rp300 ribu serta handphone milik korban,&quot; ujar Ari.



Dari sana kemudian kasus ini terungkap, lanjut Ari, pihaknya yang melakukan pengembangan dan penyelidikan, hingga akhirnya dapat menangkap kedua pelaku di wilayah Tangerang setelah buron dan kabur ke beberapa kota di Jawa Barat dan Jakarta.



&quot;Kalau dari keterangan dari terduga pelaku ini baru pertama kali (melakukan kejahatan). Namun kita akan dalami karena motif-motif seperti ini pernah terjadi juga di daerah lain kita akan dalami kembali,&quot; ujar Ari.</content:encoded></item></channel></rss>
