<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>WHO Evakuasi 31 Bayi Prematur dari RS Al-Shifa Gaza</title><description>Sumber pemerintah Mesir mengatakan kepada CNN bahwa lebih dari dua lusin bayi baru lahir telah dievakuasi dari Al-Shifa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/20/18/2923512/who-evakuasi-31-bayi-prematur-dari-rs-al-shifa-gaza</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/20/18/2923512/who-evakuasi-31-bayi-prematur-dari-rs-al-shifa-gaza"/><item><title>WHO Evakuasi 31 Bayi Prematur dari RS Al-Shifa Gaza</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/20/18/2923512/who-evakuasi-31-bayi-prematur-dari-rs-al-shifa-gaza</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/20/18/2923512/who-evakuasi-31-bayi-prematur-dari-rs-al-shifa-gaza</guid><pubDate>Senin 20 November 2023 08:30 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/20/18/2923512/who-evakuasi-31-bayi-prematur-dari-rs-al-shifa-gaza-I4bs4m4s0v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">31 bayi yang sakit parah dievakuasi dari RS al-Shifa Gaza (Foto: WHO)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/20/18/2923512/who-evakuasi-31-bayi-prematur-dari-rs-al-shifa-gaza-I4bs4m4s0v.jpg</image><title>31 bayi yang sakit parah dievakuasi dari RS al-Shifa Gaza (Foto: WHO)</title></images><description>GAZA &amp;ndash; Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengonfirmasi pada Minggu (19/1/2023) bahwa sebanyak 31 bayi baru lahir dalam kondisi prematur telah dievakuasi dari Rumah Sakit (RS) Al-Shifa di Gaza utara, bersama enam petugas kesehatan dan 10 anggota keluarga staf.

&amp;ldquo;Bayi-bayi prematur dalam kondisi kritis dibawa ke Rumah Sakit Bersalin Emirates di Rafah, di Gaza selatan, di mana &amp;ldquo;mereka menerima perawatan darurat di unit perawatan intensif neonatal,&amp;rdquo; kata kepala WHO dalam sebuah postingan di platform media sosial X.

BACA JUGA:
Biden: Otoritas Palestina Harus Memerintah Tepi Barat dan Gaza

&amp;ldquo;Misi lebih lanjut sedang direncanakan untuk segera mengangkut pasien dan staf kesehatan yang tersisa keluar dari Rumah Sakit Al-Shifa, sambil menunggu jaminan perjalanan yang aman bagi pihak-pihak yang berkonflik,&amp;rdquo; tambahnya.


BACA JUGA:
Israel Serang Sekolah PBB di Gaza, Tewaskan Setidaknya 50 Orang

Sebelumnya, sumber pemerintah Mesir mengatakan kepada CNN bahwa lebih dari dua lusin bayi baru lahir telah dievakuasi dari Al-Shifa.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan awak ambulansnya membantu evakuasi, bekerja sama dengan WHO dan Kantor Koordinasi Kemanusiaan PBB.

Seperti diketahui, Israel menggerebek rumah sakit terbesar di Gaza pada hari Rabu, memperumit situasi yang sudah mengerikan di pusat medis tersebut, di mana ribuan pengungsi Palestina berlindung bersama pasien dan staf.
Para dokter yang masih berada di rumah sakit tidak bisa merawat pasien akibat penembakan hebat dalam seminggu terakhir. Kekurangan bahan bakar dan listrik membuat mereka tidak dapat menjalankan inkubator untuk bayi-bayi tersebut. Pasien ICU dan beberapa bayi baru lahir di Al-Shifa telah meninggal dalam beberapa hari terakhir.



Israel mengklaim Hamas menggunakan kompleks rumah sakit untuk tujuan militer dan telah membangun pusat komando di bawah fasilitas tersebut &amp;ndash; tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Hamas dan pejabat rumah sakit. CNN belum memverifikasi klaim Israel atau Hamas.



</description><content:encoded>GAZA &amp;ndash; Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengonfirmasi pada Minggu (19/1/2023) bahwa sebanyak 31 bayi baru lahir dalam kondisi prematur telah dievakuasi dari Rumah Sakit (RS) Al-Shifa di Gaza utara, bersama enam petugas kesehatan dan 10 anggota keluarga staf.

&amp;ldquo;Bayi-bayi prematur dalam kondisi kritis dibawa ke Rumah Sakit Bersalin Emirates di Rafah, di Gaza selatan, di mana &amp;ldquo;mereka menerima perawatan darurat di unit perawatan intensif neonatal,&amp;rdquo; kata kepala WHO dalam sebuah postingan di platform media sosial X.

BACA JUGA:
Biden: Otoritas Palestina Harus Memerintah Tepi Barat dan Gaza

&amp;ldquo;Misi lebih lanjut sedang direncanakan untuk segera mengangkut pasien dan staf kesehatan yang tersisa keluar dari Rumah Sakit Al-Shifa, sambil menunggu jaminan perjalanan yang aman bagi pihak-pihak yang berkonflik,&amp;rdquo; tambahnya.


BACA JUGA:
Israel Serang Sekolah PBB di Gaza, Tewaskan Setidaknya 50 Orang

Sebelumnya, sumber pemerintah Mesir mengatakan kepada CNN bahwa lebih dari dua lusin bayi baru lahir telah dievakuasi dari Al-Shifa.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan awak ambulansnya membantu evakuasi, bekerja sama dengan WHO dan Kantor Koordinasi Kemanusiaan PBB.

Seperti diketahui, Israel menggerebek rumah sakit terbesar di Gaza pada hari Rabu, memperumit situasi yang sudah mengerikan di pusat medis tersebut, di mana ribuan pengungsi Palestina berlindung bersama pasien dan staf.
Para dokter yang masih berada di rumah sakit tidak bisa merawat pasien akibat penembakan hebat dalam seminggu terakhir. Kekurangan bahan bakar dan listrik membuat mereka tidak dapat menjalankan inkubator untuk bayi-bayi tersebut. Pasien ICU dan beberapa bayi baru lahir di Al-Shifa telah meninggal dalam beberapa hari terakhir.



Israel mengklaim Hamas menggunakan kompleks rumah sakit untuk tujuan militer dan telah membangun pusat komando di bawah fasilitas tersebut &amp;ndash; tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Hamas dan pejabat rumah sakit. CNN belum memverifikasi klaim Israel atau Hamas.



</content:encoded></item></channel></rss>
