<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dendam Leluhur, Jayakatwang dan Arya Wiraraja Memberontak Serang Kerajaan Singasari</title><description>Dendam membuat Jayakatwang melakukan pemberontakan ke Kertanegara, Raja Singasari terakhir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/20/337/2923464/dendam-leluhur-jayakatwang-dan-arya-wiraraja-memberontak-serang-kerajaan-singasari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/20/337/2923464/dendam-leluhur-jayakatwang-dan-arya-wiraraja-memberontak-serang-kerajaan-singasari"/><item><title>Dendam Leluhur, Jayakatwang dan Arya Wiraraja Memberontak Serang Kerajaan Singasari</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/20/337/2923464/dendam-leluhur-jayakatwang-dan-arya-wiraraja-memberontak-serang-kerajaan-singasari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/20/337/2923464/dendam-leluhur-jayakatwang-dan-arya-wiraraja-memberontak-serang-kerajaan-singasari</guid><pubDate>Senin 20 November 2023 06:57 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/20/337/2923464/dendam-leluhur-jayakatwang-dan-arya-wiraraja-memberontak-serang-kerajaan-singasari-pinYcnmgZk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto : Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/20/337/2923464/dendam-leluhur-jayakatwang-dan-arya-wiraraja-memberontak-serang-kerajaan-singasari-pinYcnmgZk.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto : Freepik)</title></images><description>DENDAM membuat Jayakatwang melakukan pemberontakan ke Kertanegara, Raja Singasari terakhir. Saat itu sosok Kertanagara memang kerap berseberangan dengan beberapa pihak termasuk sang pembisik serangan Jayakatwang, yakni Arya Wiraraja.

Arya Wiraraja sendiri dahulunya merupakan pejabat tinggi di Istana Singasari. Tetapi beberapa kali kebijakan dan pendapatnya berseberangan dengan Kertanagara yang menjadi raja. Alhasil itu membuat Arya Wiraraja juga dimutasi jabatannya menjadi Adipati di Madura.


BACA JUGA:
Pasukan Dikirim ke Luar Negeri, Kerajaan Singasari Hancur Diserang Pemberontakan


Di sisi lain, dendam Jayakatwang diketahui betul oleh Arya Wiraraja. Jayakatwang memang yang menjabat sebagai Bupati Gelang-gelang masih menyimpan dendam dari leluhurnya Kertajaya yang telah dikalahkan oleh leluhur Kertanagara, yakni Ken Arok.

Suatu ketika Jayakatwang menerima kedatangan anak dari Arya Wiraraja, Wirondaya sebagaimana dikutip dari &quot;Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa : Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita&quot;. Wirondaya bertemu Jayakatwang untuk menyampaikan pesan surat dari ayahnya.


BACA JUGA:
Dapat Jaket, Mahfud MD Beri Buku Biografinya Selesai Jadi Ketua MK untuk Gibran


Surat itu berisi anjuran agar Jayakatwang melakukan pemberontakan karena Singhasari sedang dalam keadaan kosong, ditinggal sebagian besar pasukannya ke luar Jawa. Jayakatwang melaksanakan saran Arya Wiraraja.

Karenanya, Jayakatwang mengirim pasukan kecil yang dipimpin Jaran Guyang untuk menyerbu Singasari dari utara. Mendengar kabar itu, Kertanagara mengirim pasukannya yang dipimpin Dyah Wijaya atau Raden Wijaya menantunya untuk menghadapi pasukan Jaran Guyang.
Oleh Dyah Wijaya, pasukan kecil Jaran Guyang yang hanya bersifat pancingan supaya mengetahui pertahanan kota Singasari benar-benar kosong itu berhasil ditaklukkan. Kendati kalah misi untuk mengetahui kelemahan Singasari sudah dikantongi oleh Jayakatwang.

Kemudian ia mengirimkan pasukan kedua dari arah selatan. Serangan tak terduga ke jantung ibu kota Singasari ini dipimpin oleh Patih Kebo Mundarang. Pada serangan tak terduga tersebut penguasa Singasari itu berhasil dibunuh bersama Mahapatih Mpu Raganata, Patih Kebo Anengah, Panji Aragani, dan Wirakerti, yang merupakan para pejabat strategis di Kerajaan Singasari.</description><content:encoded>DENDAM membuat Jayakatwang melakukan pemberontakan ke Kertanegara, Raja Singasari terakhir. Saat itu sosok Kertanagara memang kerap berseberangan dengan beberapa pihak termasuk sang pembisik serangan Jayakatwang, yakni Arya Wiraraja.

Arya Wiraraja sendiri dahulunya merupakan pejabat tinggi di Istana Singasari. Tetapi beberapa kali kebijakan dan pendapatnya berseberangan dengan Kertanagara yang menjadi raja. Alhasil itu membuat Arya Wiraraja juga dimutasi jabatannya menjadi Adipati di Madura.


BACA JUGA:
Pasukan Dikirim ke Luar Negeri, Kerajaan Singasari Hancur Diserang Pemberontakan


Di sisi lain, dendam Jayakatwang diketahui betul oleh Arya Wiraraja. Jayakatwang memang yang menjabat sebagai Bupati Gelang-gelang masih menyimpan dendam dari leluhurnya Kertajaya yang telah dikalahkan oleh leluhur Kertanagara, yakni Ken Arok.

Suatu ketika Jayakatwang menerima kedatangan anak dari Arya Wiraraja, Wirondaya sebagaimana dikutip dari &quot;Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa : Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita&quot;. Wirondaya bertemu Jayakatwang untuk menyampaikan pesan surat dari ayahnya.


BACA JUGA:
Dapat Jaket, Mahfud MD Beri Buku Biografinya Selesai Jadi Ketua MK untuk Gibran


Surat itu berisi anjuran agar Jayakatwang melakukan pemberontakan karena Singhasari sedang dalam keadaan kosong, ditinggal sebagian besar pasukannya ke luar Jawa. Jayakatwang melaksanakan saran Arya Wiraraja.

Karenanya, Jayakatwang mengirim pasukan kecil yang dipimpin Jaran Guyang untuk menyerbu Singasari dari utara. Mendengar kabar itu, Kertanagara mengirim pasukannya yang dipimpin Dyah Wijaya atau Raden Wijaya menantunya untuk menghadapi pasukan Jaran Guyang.
Oleh Dyah Wijaya, pasukan kecil Jaran Guyang yang hanya bersifat pancingan supaya mengetahui pertahanan kota Singasari benar-benar kosong itu berhasil ditaklukkan. Kendati kalah misi untuk mengetahui kelemahan Singasari sudah dikantongi oleh Jayakatwang.

Kemudian ia mengirimkan pasukan kedua dari arah selatan. Serangan tak terduga ke jantung ibu kota Singasari ini dipimpin oleh Patih Kebo Mundarang. Pada serangan tak terduga tersebut penguasa Singasari itu berhasil dibunuh bersama Mahapatih Mpu Raganata, Patih Kebo Anengah, Panji Aragani, dan Wirakerti, yang merupakan para pejabat strategis di Kerajaan Singasari.</content:encoded></item></channel></rss>
