<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Camat Parung Panjang Tak Kunjung Temui Pedemo, Massa Saling Dorong dengan Aparat</title><description>Ribuan masyarakat Parung Panjang melakukan demo di depan Kantor Camat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/20/338/2923647/camat-parung-panjang-tak-kunjung-temui-pedemo-massa-saling-dorong-dengan-aparat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/20/338/2923647/camat-parung-panjang-tak-kunjung-temui-pedemo-massa-saling-dorong-dengan-aparat"/><item><title>Camat Parung Panjang Tak Kunjung Temui Pedemo, Massa Saling Dorong dengan Aparat</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/20/338/2923647/camat-parung-panjang-tak-kunjung-temui-pedemo-massa-saling-dorong-dengan-aparat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/20/338/2923647/camat-parung-panjang-tak-kunjung-temui-pedemo-massa-saling-dorong-dengan-aparat</guid><pubDate>Senin 20 November 2023 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/20/338/2923647/camat-parung-panjang-tak-kunjung-temui-pedemo-massa-saling-dorong-dengan-aparat-8a3kVeGiEK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demo warga Parung Panjang terkait amburadulnya penanganan truk tambang. (Foto: Refi Sandi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/20/338/2923647/camat-parung-panjang-tak-kunjung-temui-pedemo-massa-saling-dorong-dengan-aparat-8a3kVeGiEK.jpg</image><title>Demo warga Parung Panjang terkait amburadulnya penanganan truk tambang. (Foto: Refi Sandi)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMi8xLzE3MzU3NC81L3g4cGs1ODc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR - Ribuan massa yang tergabung dari Parungpanjang Bersatu masih bertahan di depan Kantor Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Adapun massa aksi menuntut terkait tak kunjung terealisasinya jalur truk tambang yang menuai polemik di masyarakat dan memakan korban jiwa.

Pantauan MPI di lokasi pada Senin (20/11/2023) pagi, ribuan massa yang terdiri dari Aliansi Parungpanjang Bersatu, pelajar, pengemudi ojek online (ojol) dan lainnya itu masih bertahan di Jalan Mohamad Toha, Parung Panjang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Truk Tambang di Parung Panjang Terus Makan Korban, Ribuan Massa Geruduk Kantor Camat Bawa Keranda Hitam&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Massa aksi yang didominasi pelajar dan pemuda berupaya menerobos barikade pengamanan yang terdiri dari aparat gabungan TNI-Polri dan Satpol PP usai Camat Parung Panjang Icang Aliyudin tak kunjung keluar menemui massa yang menunggu sejak pukul 09.30 WIB. Terlihat massa aksi juga melakukan pelemparan kemasan air mineral ke arah aparat yang berjaga.

Massa aksi membawa miniatur keranda terbuat dari bambu ditutupi kain hitam lengkap dengan bendera kuning. Massa aksi juga terlihat memanjat dan menduduki pagar Kantor Kecamatan Parung Panjang sambil membawa poster dan spanduk.

Terlihat panduk bertuliskan 'Kami Butuh Udara Segar Bukan Polusi', 'Jalur Tambang Harga Mati', dan lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sempat Buron, Pelaku KDRT terhadap Istri di Parung Panjang Ditangkap Polisi

Terlihat juga poster bergambar tikus dengan tulisan 'Pungli Jalan Terus Tidak Pernah Putus, Ada Uang Seratus Jalan Lu Mulus!'. Selain itu juga ada spanduk bertuliskan 'Kantor Ini Disegel Masyarakat'.

&quot;Bogor kota hujan, bukan kota Debu. Ganti Camat,&quot; seru orator diatas mobil komando.
&quot;Pak Camat Keluar, Pak Camat Keluar,&quot; timpal massa aksi.
Berikut tuntutan massa aksi damai Parung Panjang Bersatu di antaranya;

1. Perubahan Peraturan Bupati (Perbup) harus secepatnya dilaksanakan; portal harus segera dibuat dan penjagaan Dishub 24 Jam  harus segera dijalankan.

2. Pembangunan dan perbaikan jalan-jalan yang rusak harus segera dieksekusi.3. Jalan tambang yang dijanjikan oleh Ridwan Kamil 6 tahun lalu harus segera direalisasikan. Pemprov harus punya harga diri dengan janjinya. Harus punya integritas dan keberanian.



4. Tugaskan Muspika yang punya Integritas dan keberanian untuk membenahi permasalahan Parungpanjang, terutama masalah Jalan Provinsi yang menjadi jalan tambang selama puluhan tahun.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMi8xLzE3MzU3NC81L3g4cGs1ODc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR - Ribuan massa yang tergabung dari Parungpanjang Bersatu masih bertahan di depan Kantor Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Adapun massa aksi menuntut terkait tak kunjung terealisasinya jalur truk tambang yang menuai polemik di masyarakat dan memakan korban jiwa.

Pantauan MPI di lokasi pada Senin (20/11/2023) pagi, ribuan massa yang terdiri dari Aliansi Parungpanjang Bersatu, pelajar, pengemudi ojek online (ojol) dan lainnya itu masih bertahan di Jalan Mohamad Toha, Parung Panjang.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Truk Tambang di Parung Panjang Terus Makan Korban, Ribuan Massa Geruduk Kantor Camat Bawa Keranda Hitam&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Massa aksi yang didominasi pelajar dan pemuda berupaya menerobos barikade pengamanan yang terdiri dari aparat gabungan TNI-Polri dan Satpol PP usai Camat Parung Panjang Icang Aliyudin tak kunjung keluar menemui massa yang menunggu sejak pukul 09.30 WIB. Terlihat massa aksi juga melakukan pelemparan kemasan air mineral ke arah aparat yang berjaga.

Massa aksi membawa miniatur keranda terbuat dari bambu ditutupi kain hitam lengkap dengan bendera kuning. Massa aksi juga terlihat memanjat dan menduduki pagar Kantor Kecamatan Parung Panjang sambil membawa poster dan spanduk.

Terlihat panduk bertuliskan 'Kami Butuh Udara Segar Bukan Polusi', 'Jalur Tambang Harga Mati', dan lainnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sempat Buron, Pelaku KDRT terhadap Istri di Parung Panjang Ditangkap Polisi

Terlihat juga poster bergambar tikus dengan tulisan 'Pungli Jalan Terus Tidak Pernah Putus, Ada Uang Seratus Jalan Lu Mulus!'. Selain itu juga ada spanduk bertuliskan 'Kantor Ini Disegel Masyarakat'.

&quot;Bogor kota hujan, bukan kota Debu. Ganti Camat,&quot; seru orator diatas mobil komando.
&quot;Pak Camat Keluar, Pak Camat Keluar,&quot; timpal massa aksi.
Berikut tuntutan massa aksi damai Parung Panjang Bersatu di antaranya;

1. Perubahan Peraturan Bupati (Perbup) harus secepatnya dilaksanakan; portal harus segera dibuat dan penjagaan Dishub 24 Jam  harus segera dijalankan.

2. Pembangunan dan perbaikan jalan-jalan yang rusak harus segera dieksekusi.3. Jalan tambang yang dijanjikan oleh Ridwan Kamil 6 tahun lalu harus segera direalisasikan. Pemprov harus punya harga diri dengan janjinya. Harus punya integritas dan keberanian.



4. Tugaskan Muspika yang punya Integritas dan keberanian untuk membenahi permasalahan Parungpanjang, terutama masalah Jalan Provinsi yang menjadi jalan tambang selama puluhan tahun.



</content:encoded></item></channel></rss>
