<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pedagang Roti di Semarang Cabuli Kakak Beradik Berkebutuhan Khusus</title><description>Mereka adalah kakak adik yang tak lain adalah tetangga pelaku.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/20/512/2923831/pedagang-roti-di-semarang-cabuli-kakak-beradik-berkebutuhan-khusus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/20/512/2923831/pedagang-roti-di-semarang-cabuli-kakak-beradik-berkebutuhan-khusus"/><item><title>Pedagang Roti di Semarang Cabuli Kakak Beradik Berkebutuhan Khusus</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/20/512/2923831/pedagang-roti-di-semarang-cabuli-kakak-beradik-berkebutuhan-khusus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/20/512/2923831/pedagang-roti-di-semarang-cabuli-kakak-beradik-berkebutuhan-khusus</guid><pubDate>Senin 20 November 2023 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Eka Setiawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/20/512/2923831/pedagang-roti-di-semarang-cabuli-kakak-beradik-berkebutuhan-khusus-y96tilrnuj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tukang roti cabuli anak berkebutuhan khusus (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/20/512/2923831/pedagang-roti-di-semarang-cabuli-kakak-beradik-berkebutuhan-khusus-y96tilrnuj.jpg</image><title>Tukang roti cabuli anak berkebutuhan khusus (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMC8xLzE3Mzk2Mi81L3g4cHM5eXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SEMARANG - Seorang pedagang roti di Kota Semarang mencabuli 2 anak perempuan berkebutuhan khusus. Mereka adalah kakak adik yang tak lain adalah tetangga pelaku.
Pelaku bernama Sardi Basori (51) warga Ngaliyan, Kota Semarang. Saat beraksi, pelaku mendatangi rumah korban ketika sepi dan diiming-imingi uang Rp2ribu agar tak menceritakan apa yang dialami.
Sardi akhirnya ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang setelah mendapat laporan korban. Korban kakak beradik itu berinisial YT (11) dan VPW (18) warga Ngaliyan, Kota Semarang.

BACA JUGA:
Park Hang-seo Siap Dibenci Suporter Vietnam demi Tangani Thailand, Ngebet Lawan Shin Tae-yong?

&amp;ldquo;Kedua korban ini tetangga yang bersangkutan,&amp;rdquo; ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar di Mapolrestabes Semarang, Senin (20/11/2023).
Para korban dicabuli berulangkali, dari 2 kali hingga 4 kali. Kombes Irwan mengemukakan aksi cabul dilakukan korban dengan meraba-raba organ intim korban menggunakan tangan bahkan sampai menimbulkan lecet di alat kelamin korban.

BACA JUGA:
Peserta Penasaran Kapan KJP Plus Bulan November Cair, Ini Jawabannya

Barang bukti yang diamankan di antaranya; surat visum et repertum korban, kain lap berupa sarung bantal dan celana milik korban, flashdisk berisi rekaman CCTV, sepeda motor milik pelaku hingga baju dan celana milik pelaku.Sementara pelaku Sardi Basori mengatakan sudah bercerai dengan istrinya 3 tahun lalu. &amp;ldquo;Saya nafsu. Di rumah korbannya (saat aksi cabul),&amp;rdquo; kata Sardi Basori.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Daftar Pembagian Pot Drawing Piala Asia U-23 2024: Timnas Indonesia U-23 Berpotensi Segrup dengan Jepang, Vietnam, dan Thailand!

Saat ini, Puji ditahan di Polrestabes Semarang. Dia ditetapkan tersangka, dijerat undang-undang terkait perlindungan anak, ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp5miliar.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMC8xLzE3Mzk2Mi81L3g4cHM5eXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SEMARANG - Seorang pedagang roti di Kota Semarang mencabuli 2 anak perempuan berkebutuhan khusus. Mereka adalah kakak adik yang tak lain adalah tetangga pelaku.
Pelaku bernama Sardi Basori (51) warga Ngaliyan, Kota Semarang. Saat beraksi, pelaku mendatangi rumah korban ketika sepi dan diiming-imingi uang Rp2ribu agar tak menceritakan apa yang dialami.
Sardi akhirnya ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang setelah mendapat laporan korban. Korban kakak beradik itu berinisial YT (11) dan VPW (18) warga Ngaliyan, Kota Semarang.

BACA JUGA:
Park Hang-seo Siap Dibenci Suporter Vietnam demi Tangani Thailand, Ngebet Lawan Shin Tae-yong?

&amp;ldquo;Kedua korban ini tetangga yang bersangkutan,&amp;rdquo; ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar di Mapolrestabes Semarang, Senin (20/11/2023).
Para korban dicabuli berulangkali, dari 2 kali hingga 4 kali. Kombes Irwan mengemukakan aksi cabul dilakukan korban dengan meraba-raba organ intim korban menggunakan tangan bahkan sampai menimbulkan lecet di alat kelamin korban.

BACA JUGA:
Peserta Penasaran Kapan KJP Plus Bulan November Cair, Ini Jawabannya

Barang bukti yang diamankan di antaranya; surat visum et repertum korban, kain lap berupa sarung bantal dan celana milik korban, flashdisk berisi rekaman CCTV, sepeda motor milik pelaku hingga baju dan celana milik pelaku.Sementara pelaku Sardi Basori mengatakan sudah bercerai dengan istrinya 3 tahun lalu. &amp;ldquo;Saya nafsu. Di rumah korbannya (saat aksi cabul),&amp;rdquo; kata Sardi Basori.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Daftar Pembagian Pot Drawing Piala Asia U-23 2024: Timnas Indonesia U-23 Berpotensi Segrup dengan Jepang, Vietnam, dan Thailand!

Saat ini, Puji ditahan di Polrestabes Semarang. Dia ditetapkan tersangka, dijerat undang-undang terkait perlindungan anak, ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp5miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
