<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Risiko Wabah Penyakit, WHO Sebut Krisis Kesehatan Gaza Jadi Resep Epidemi Akibat Perang</title><description>Dia menambahkan anak-anak mempunyai risiko khusus.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/21/18/2924322/risiko-wabah-penyakit-who-sebut-krisis-kesehatan-gaza-jadi-resep-epidemi-akibat-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/11/21/18/2924322/risiko-wabah-penyakit-who-sebut-krisis-kesehatan-gaza-jadi-resep-epidemi-akibat-perang"/><item><title>Risiko Wabah Penyakit, WHO Sebut Krisis Kesehatan Gaza Jadi Resep Epidemi Akibat Perang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/11/21/18/2924322/risiko-wabah-penyakit-who-sebut-krisis-kesehatan-gaza-jadi-resep-epidemi-akibat-perang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/11/21/18/2924322/risiko-wabah-penyakit-who-sebut-krisis-kesehatan-gaza-jadi-resep-epidemi-akibat-perang</guid><pubDate>Selasa 21 November 2023 12:03 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/21/18/2924322/risiko-wabah-penyakit-who-sebut-krisis-kesehatan-gaza-jadi-resep-epidemi-akibat-perang-AUVelUhr1X.jpg" expression="full" type="image/jpeg">WHO sebut krisis kesehatan Gaza bisa menjadi resep epidemi akibat perang (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/21/18/2924322/risiko-wabah-penyakit-who-sebut-krisis-kesehatan-gaza-jadi-resep-epidemi-akibat-perang-AUVelUhr1X.jpg</image><title>WHO sebut krisis kesehatan Gaza bisa menjadi resep epidemi akibat perang (Foto: Reuters)</title></images><description>GAZA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada risiko wabah penyakit di Gaza yang bisa setara dengan kerugian akibat perang,  ketika warga Palestina meninggalkan zona konflik di tengah hujan lebat, dan berkumpul di pusat-pusat pengungsian.

&amp;ldquo;Ini adalah resep mutlak untuk epidemi skala besar&amp;rdquo;, kata direktur eksekutif keadaan darurat Michael Ryan, dikutip BBC.
Ryan berpendapat bahwa risiko kesehatan masyarakat bisa &amp;ldquo;mulai mendekati tingkat yang sama dengan krisis cedera yang kita alami dan krisis di rumah sakit&amp;rdquo;.


BACA JUGA:
200 Pasien Dievakuasi dari RS Indonesia di Gaza Usai Dibombardir Israel

Dia menambahkan anak-anak mempunyai risiko khusus.
&quot;Penurunan suhu secara tiba-tiba akan menimbulkan masalah pneumonia. Stres yang dialami anak-anak, status penurunan suhu yang dimiliki anak-anak, menjadikannya resep epidemi,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Penasihat Netanyahu Sebut Serangan Udara Israel ke RS Indonesia di Gaza Sesuai Hukum Internasional

Dia mengatakan perintah Israel kepada warga Palestina yang melarikan diri ke selatan dan sekarang pindah lebih jauh ke barat akan meningkatkan konsentrasi orang di kamp-kamp pengungsian dan memperburuk keadaan.
Seperti diketahui, otoritas kesehatan di daerah kantong yang dikuasai Hamas mengatakan dua belas orang tewas setelah tembakan tank Israel menghantam rumah sakit (RS) Indonesia di Gaza. Di antara korban tewas adalah pasien dan seorang anggota staf medis.Sebelumnya, tank-tank Israel dilaporkan bergerak menuju RS Indonesia di Gaza utara, setelah serangan udara.



Menurut kementerian kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas, ada sekitar 700 orang di dalam rumah sakit, termasuk tim medis dan orang-orang yang terluka.

Kementerian tersebut mengatakan Israel berusaha untuk &quot;menghentikan layanan rumah sakit Indonesia sepenuhnya&quot;.



Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung mengutuk serangan tersebut.



&amp;ldquo;WHO terkejut dengan serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia di #Gaza,&amp;rdquo; cuit Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam postingan di X, dikutip CNN.

</description><content:encoded>GAZA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan ada risiko wabah penyakit di Gaza yang bisa setara dengan kerugian akibat perang,  ketika warga Palestina meninggalkan zona konflik di tengah hujan lebat, dan berkumpul di pusat-pusat pengungsian.

&amp;ldquo;Ini adalah resep mutlak untuk epidemi skala besar&amp;rdquo;, kata direktur eksekutif keadaan darurat Michael Ryan, dikutip BBC.
Ryan berpendapat bahwa risiko kesehatan masyarakat bisa &amp;ldquo;mulai mendekati tingkat yang sama dengan krisis cedera yang kita alami dan krisis di rumah sakit&amp;rdquo;.


BACA JUGA:
200 Pasien Dievakuasi dari RS Indonesia di Gaza Usai Dibombardir Israel

Dia menambahkan anak-anak mempunyai risiko khusus.
&quot;Penurunan suhu secara tiba-tiba akan menimbulkan masalah pneumonia. Stres yang dialami anak-anak, status penurunan suhu yang dimiliki anak-anak, menjadikannya resep epidemi,&amp;rdquo; lanjutnya.


BACA JUGA:
Penasihat Netanyahu Sebut Serangan Udara Israel ke RS Indonesia di Gaza Sesuai Hukum Internasional

Dia mengatakan perintah Israel kepada warga Palestina yang melarikan diri ke selatan dan sekarang pindah lebih jauh ke barat akan meningkatkan konsentrasi orang di kamp-kamp pengungsian dan memperburuk keadaan.
Seperti diketahui, otoritas kesehatan di daerah kantong yang dikuasai Hamas mengatakan dua belas orang tewas setelah tembakan tank Israel menghantam rumah sakit (RS) Indonesia di Gaza. Di antara korban tewas adalah pasien dan seorang anggota staf medis.Sebelumnya, tank-tank Israel dilaporkan bergerak menuju RS Indonesia di Gaza utara, setelah serangan udara.



Menurut kementerian kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas, ada sekitar 700 orang di dalam rumah sakit, termasuk tim medis dan orang-orang yang terluka.

Kementerian tersebut mengatakan Israel berusaha untuk &quot;menghentikan layanan rumah sakit Indonesia sepenuhnya&quot;.



Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung mengutuk serangan tersebut.



&amp;ldquo;WHO terkejut dengan serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia di #Gaza,&amp;rdquo; cuit Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam postingan di X, dikutip CNN.

</content:encoded></item></channel></rss>
